Tanda Penting dan Unik Bayi Mama Sedang Mengalami Lonjakan Pertumbuhan

Growth spurts atau lonjakan pertumbuhan ini seringkali bikin bayi rewel

22 November 2020

Tanda Penting Unik Bayi Mama Sedang Mengalami Lonjakan Pertumbuhan
Pexels/Anna Shvets

Apakah bayi mama mengalami hal ini: sudah makan, tapi masih merasa lapar? Sudah makan sesuai dengan jadwalnya, tetapi frekuensi makannya terasa bertambah akhir-akhir ini? Kondisi bayi yang janggal ini mungkin membuat Mama bertanya-tanya apakah si Kecil mendapatkan cukup makan?

Jika hal-hal di atas terasa familiar, tenang, Ma. Si Kecil tidak kelaparan kok meski ia bertingkah seperti itu. Kemungkinan bayi Mama sedang mengalami growth spurts alias lonjakan pertumbuhan. Kondisi ini akan terjadi sekitar lima kali selama tahun pertama kehidupan bayi. 

Berikut Popmama.com mengulas lengkap seputar tanda-tanda lonjakan pertumbuhan pada bayi, dilansir dari What to Expect:
 

Kapankah Bayi Mengalami Lonjakan Pertumbuhan?

Kapankah Bayi Mengalami Lonjakan Pertumbuhan
Freepik/Alexander-safonov

Lonjakan pertumbuhan dapat terjadi kapan pun selama tahun pertama kehidupan bayi. Namun, umumnya bayi mama akan mengalami lonjakan pertumbuhan ini pada minggu pertama hingga minggu ketiga awal kehidupannya, serta pada usia antara enam hingga delapan bulan. Setelah itu, lonjakan pertumbuhan akan terjadi setiap tiga, enam, dan sembilan bulan. 

Lonjakan pertumbuhan ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari. Tanda-tanda bayi mengalami lonjakan pertumbuhan adalah:

Editors' Picks

1. Makan tanpa henti

1. Makan tanpa henti
freepik.com/vershinin89

Jika biasanya bayi menyusu setiap tiga jam, ketika lonjakan pertumbuhan terjadi bayi Mama ingin menyusu setiap satu atau dua jam. Semakin sering bayi menyusu, produksi ASI pun semakin terangsang untuk mengimbangi nafsu makannya yang semakin besar. 

Pada bayi yang lebih besar, ketika lonjakan pertumbuhan terjadi, ia juga akan menyusu lebih banyak seiring dengan keinginan makan makanan padat yang makin besar.

2. Sering terbangun di malam hari

2. Sering terbangun malam hari
freepik.com/gerain0812

Hal yang lazim jika bayi terbangun di tengah malam, entah itu untuk menyusu atau popoknya sudah basah. Tetapi ketika lonjakan pertumbuhan terjadi, bayi mama akan lebih sering bangun di malam hari. Bahkan itu jika ia sudah tidur nyenyak selama lima-enam jam. Ia akan terbangun untuk minta menyusu hingga tiap satu-dua jam sekali. 

3. Lebih rewel dari biasanya

3. Lebih rewel dari biasanya
freepik.com/nataliakuzina

Saat menyusu, bayi menjadi sangat rewel. Ia akan minta menempel pada payudara mama, kemudian melepaskannya, dan akan melakukan hal itu berulang-ulang karena ia ingin lebih banyak ASI sedangkan mungkin produksi ASI mama belum maksimal. Selain itu, sering terbangun di malam hari membuatnya jadi lebih risau dan menyebabkan suasana hati yang buruk. 

Bagaimana Menghadapi Lonjakan Pertumbuhan yang Dialami Bayi?

Bagaimana Menghadapi Lonjakan Pertumbuhan Dialami Bayi
Pixabay/congerdesign

Harus diakui, lonjakan pertumbuhan akan menyebabkan banyak perubahan sikap dan kebiasaan bayi. Mama harus memiliki energi ekstra untuk menghadapinya, sementara Mama mungkin mengalami kelelahan karena kurangnya istirahat. 

Agar bisa menghadapi tantangan ini, pastikan Mama minum banyak air putih agar tetap terhidrasi. Mintalah bantuan dari pasangan atau kerabat untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Cobalah beradaptasi untuk jangka panjang, misalnya dengan menonton acara favorit atau meluangkan waktu untuk membaca buku. 

Ketika bayi tampak lebih lapar dan rewel dari biasanya, wajar jika Mama khawatir ia tidak cukup kenyang. Tetapi, pemberian ASI sesering mungkin adalah cara yang tepat untuk meningkatkan suplai ASI mama, untuk mengimbangi nafsu makannya yang sedang berlipatganda.

Jika Mama benar-benar mengkhawatirkan kondisi ini, perhatikan perubahan pada dua hal, yaitu penambahan berat badan bayi dan buang airnya. Apabila si Kecil tampak lebih montok dan buang airnya lebih banyak (sekitar lima hingga enam kali ganti popok dalam sehari), itu artinya bayi mama baik-baik saja. Rasa laparnya akan segera berakhir seiring dengan periode lonjakan pertumbuhannya dan segalanya akan kembali normal sampai lonjakan pertumbuhan yang berikutnya terjadi. 

Itulah informasi mengenai tanda-tanda lonjakan pertumbuhan pada bayi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.