Wajib Tahu, Tipe-tipe Batuk pada Bayi dan Gejalanya

Jangan disepelekan, Ma. Batuk pada bayi bisa mengancam nyawa

15 November 2020

Wajib Tahu, Tipe-tipe Batuk Bayi Gejalanya
Unsplash

Batuk yang dialami bayi bisa memiliki arti yang berbeda-beda. Terkadang sulit untuk memastikan jenis batuk apa yang dialami bayi dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. 

Batuk sendiri adalah cara tubuh untuk melindungi diri. Batuk berfungsi sebagai metode yang digunakan tubuh untuk menjaga saluran pernapasan tetap bersih, membersihkan tenggorokan dari dahak, lendir, atau makanan yang bersarang. 

Umumnya, bayi berusia di bawah empat bulan tidak terlalu sering batuk. Namun, jika bayi mengalaminya, bisa jadi mengindikasikan gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan seksama. Berikut ini Popmama.com merangkum tanda-tanda batuk pada bayi beserta indikasi penyakitnya, dilansir dari Parents:

1. Batuk yang mengindikasikan flu

1. Batuk mengindikasikan flu
Unsplash

Jika bayi mama terdengar seperti batuk kering yang retas, kemungkinan ia mengalami flu. Tanda-tanda bayi batuk karena flu antara lain hidung tersumbat atau berair, dan sakit tenggorokan. Batuk yang dialami biasanya kering, tetapi tergantung pada seberapa berat flu yang diderita bayi. Bayi mama akan demam di malam hari serta mengeluarkan lendir.

Apabila suhu tubuh bayi menunjukkan temperatur di atas 38 derajat Celcius atau lebih tinggi dan terlihat lemas, segera hubungi dokter anak. Untuk bayi berusia empat bulan atau lebih muda dan memiliki tanda-tanda demam, bahkan demam ringan pun, bisa menjadi tanda serius pada bayi.

2. Batuk croup pada bayi

2. Batuk croup bayi
Freepik/Phduet

Batuk croup biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Croup membuat lapisan trakea membengkak dan menutup saluran udara. Akibatnya, bayi jadi sulit bernapas dan batuk dengan suara terdengar seperti menggonggong. 

Gejala croup antara lain adalah batuk yang menyerupai gonggonggan, kesulitan bernapas, dan seperti mengi saat bayi menarik napas. Umumnya, batuk croup akan sembuh dalam tiga atau empat hari. Jika batuk ini masih belum membaik, segera hubungi dokter anak. 

Editors' Picks

3. Batuk yang menunjukkan bronkiolitis

3. Batuk menunjukkan bronkiolitis
Freepik

Banyak hal yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan, termasuk faktor lingkungan seperti debu. Sebagian besar kasus bronkiolitis pada bayi di bawah usia satu tahun disebabkan oleh virus pernapasan syncytial (RSV). Virus ini menyebabkan flu biasa pada anak-anak yang berusia di atas 3 tahun. Tetapi, pada bayi virus ini dapat menembus paru-paru dan berpotensi mengancam nyawa. 

Bayi yang mengalami bronkiolitis batuknya terdengar seperti desah. Awalnya tampak seperti flu biasa yang disertai batuk dan pilek. Terkadang juga disertai demam ringan dan kehilangan nafsu makan. 

Perhatikan laju pernapasan si Kecil. Jika terlalu tinggi, sekitar 50 napas per menit atau lebih, tandanya bayi mengalami gangguan pernapasan. Segera hubungi dokter anak untuk mendapatkan penanganan. 

4. Batuk rejan pada bayi

4. Batuk rejan bayi
Pixabay/esudroff

Infeksi bakteri yang mengancam nyawa ini adalah penyebab utama penyakit dan kematian bayi di dunia. Karena itulah, dibuat vaksin DTaP pada tahun 1960-an. Meskipun begitu, infeksi bakteri ini masih tetap menghantui. 

Batuk rejan pada bayi terdengar seperti teriakan yang keras dan cepat. Pada kebanyakan kasus penyakit yang juga disebut dengan pertusis ini, bayi tidak mengalami gejala pilek atau pun demam. Tetapi ketika batuk matanya melotot, lidah mencuat, intensitas batuk yang sering dan mengkhawatirkan. 

Untuk mencegah bayi terkena batuk rejan, pastikan bayi mama telah mendapatkan imuniasi.

5. Batuk bayi pneumonia

5. Batuk bayi pneumonia
wattlehealth.com.au
Penyakit tifus pada bayi

Pneumonia adalah infeksi virus atau bakteri pada paru-paru yang disebabkan oleh sejumlah kondisi. Salah satunya adalah flu biasa.

Bayi yang mengalami pneumonia batuknya terdengar seperti basah dan berdahak. Ia juga tampak sangat lelah.

Perawatan pneumonia pada bayi tergantung pada apakah penyebabnya adalah virus atau bakteri. Jadi, hubungi dokter anak, terutama jika bayi mengalami demam. Pneumonia bakteri lebih berbahaya dan paling sering disebabkan karena strep pneumonia.

6. Batuk bayi karena asma

6. Batuk bayi karena asma
freepik.com/etajoefoto

Para dokter anak setuju bahwa asma tidak umum terjadi pada anak yang berusia di bawah dua tahun. Kecuali bayi mengalami serangan eksim dan ada riwayat keluarga alergi dan asma. Sampai ada diagnosis asma yang pasti, penyempitan saluran pernapasan yang menyebabkan asma pada bayi merujuk pada reactive airways disease.

Bayi yang mengalami asma batuknya terdengar seperti desahan. Ia pun akan mengalami retraksi atau isapan keluar-masuk dada dan diagframa. Gejala lain yang tampak antara lain gejala flu serta mata gatal dan berair.

Apabila bayi mama berusia kurang dari empat bulan dan menunjukkan berbagai gejala batuk, disertai dengan pilek dan atau demam di atas 38 derajat Celcius selama lima sampai tujuh hari, segera bawa ke dokter agar mendapatkan penanganan dan pengobatan yang intensif.

Itulah tipe-tipe batuk pada bayi dan gejalanya. Semoga informasi ini memberikan wawasan untuk Mama.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.