5 Tips agar Bayi Berhenti Minta Gendong Terus Menerus

Cegah separation anxiety buah hati sejak dini yuk, Ma!

2 Agustus 2021

5 Tips agar Bayi Berhenti Minta Gendong Terus Menerus
Unsplash

Usia, kondisi kesehatan, dan kepribadian menjadi faktor penentu kecenderungan bayi untuk mudah menangis dan terus meminta digendong. Namun secara umum dorongan ini terjadi karena ada kebutuhan yang belum terpenuhi dan hanya mereka dapatkan dari Mama sebagai pengasuh utamanya.

Di samping segudang manfaat menggendong bayi, ada efek samping yang dapat timbul akibat terlalu banyak menggendong bayi seperti bayi jadi mudah menangis dan sulit ditenangkan hingga munculnya separation anxiety.

Mama tidak perlu khawatir, Popmama.com punya beberapa tips agar bayi berhenti minta gendong terus menerus. Yuk simak informasi selengkapnya berikut ini!

1. Cari tahu kebutuhannya

1. Cari tahu kebutuhannya
Pexels/RODNAE Productions

Sejak usia enam bulan, bayi sudah mampu memahami dan bereksperimen dengan sebab dan akibat. Ini memungkinkan mereka untuk bereksperimen dengan melihat reaksi mama terhadap tangisan dan permintaan untuk gendong terus menerus.

Perhatikan reaksi bayi setiap Mama turuti keinginannya dan latih ia untuk tahu bahwa Mama hanya menggendong ketika ada hal mendesak. Contoh, jika ketika digendong bayi langsung berubah bahagia dan ceria, ini pertanda bahwa mereka minta digendong hanya agar diberi perhatian lebih.

Editors' Picks

2. Berikan bayi waktu untuk tenang

2. Berikan bayi waktu tenang
Freepik/cookie_studio

Sama seperti orang dewasa, bayi juga bisa merasakan berbagai emosi yang melelahkan. Berbagai studi ilmiah menganjurkan agar Mama memberi bayi waktu untuk menangis sampai emosi yang dirasakannya tersalurkan dan dapat tenang dengan sendirinya.

Tidak apa-apa untuk memberi jarak dan mengatakan pada si Kecil bahwa Mama akan menunggunya tenang sebelum menggendong atau memeluknya. Dengan begini, buah hati akan belajar bahwa merajuk dan menangis tidak membuat Mama otomatis akan mengikuti permintaannya.

3. Alihkan perhatian bayi

3. Alihkan perhatian bayi
Freepik/Ake1150sb

Terkadang, bayi minta terus menerus digendong tanpa ada alasan jelas. Dalam kasus ini, Mama bisa menggunakan metode distraksi untuk mengalihkan permintaannya. Tunjukkan mainan atau berikan empengnya untuk membuatnya tenang.

Tidak disarankan untuk menunjukkan bayi terlalu banyak tayangan dari gadget sebagai distraksi setiap meminta gendong. Hal ini dapat memberi bayi pemahaman bahwa jika merajuk dan mengganggu Mama, dia bisa menonton tayangan seru dari gadget.

4. Kelola kecemasan bayi akan perpisahan

4. Kelola kecemasan bayi akan perpisahan
Pixabay/OmarMedinaFilms

Kecemasan akan perpisahan atau yang kerap disebut separation anxiety umumnya terjadi ketika bayi harus memasuki lingkungan baru. Karena sudah terbiasa hanya dengan Mama dan selalu digendong, bayi takut akan kepastian yang ditawarkan oleh lingkungan barunya.

Mama bisa mencegah ini dengan perlahan membangun rutinitas di mana pada waktu-waktu tertentu dalam sehari Mama tidak menghabiskan waktu bersama bayi. Mama bisa meminta bantuan dari pasangan, keluarga, atau asisten rumah tangga untuk menemaninya selama Mama tidak ada.

Cara lain yang bisa Mama lakukan adalah memberinya sebuah mainan yang hanya diberikan kepada bayi ketika mereka sendirian atau ketika Mama akan meninggalkannya. Mainan tersebut akan memberi rasa aman pada bayi selama terpisah dari Mama.

5. Jangan panik jika bayi tantrum

5. Jangan panik jika bayi tantrum
Freepik/cookie_studio

Ketika permintaan untuk digendong terus menerus disebabkan oleh tantrum, Mama bisa mengelolanya dengan melakukan teknik time-out selama 20 menit, menetapkan aturan yang tegas, atau menolak permintaannya dengan sopan dan konsisten.

Jika berada di tempat ramai, pergi ke tempat yang lebih sepi kemudian lakukan kontak mata yang teduh dan ajak si Kecil untuk mengatur napas bersama sebelum memeluknya ketika ia sudah tenang. Bayi masih belajar untuk mengelola emosinya sendiri. Jadi, tetap sabar ya, Ma.

Itu dia lima tips agar bayi berhenti meminta gendong terus menerus. Konsisten dan disiplin adalah kunci. Selamat mencoba, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.