Tips Menumbuhkan Rasa Empati Pada Anak Sejak Bayi

Latih kemampuan berempati si Kecil dengan 5 kebiasaan baik ini!

11 Oktober 2021

Tips Menumbuhkan Rasa Empati Anak Sejak Bayi
Pexels/Diwakar Jangir

Dapat merasakan emosi orang lain, memahami perspektif orang lain, hingga mengkhawatirkan serta terdorong untuk membantu orang lain yang lemah atau kesulitan adalah praktik dari empati.

Banyak orang berpikir bahwa empati adalah bakat bawaan, padahal sebenarnya empati adalah kemampuan yang dapat dilatih melalui proses pembelajaran dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Bayi yang baru lahir memiliki kemampuan dasar untuk merasakan emosi orang lain. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana bayi cenderung menangis ketika mendengar bayi lain menangis. Tapi, kemampuan berempati bayi tentu masih sangat dasar dan perlu dilatih.

Yuk, simak tips menumbuhkan rasa empati pada bayi yang sudah Popmama.com rangkum dalam artikel berikut ini!

1. Lakukan pola asuh sensitif dan responsif

1. Lakukan pola asuh sensitif responsif
Freepik/prostooleh

Pola asuh dimana orangtua peka dan responsif terhadap anak membuatnya merasa dapat mengandalkan orangtua untuk dukungan moral hingga fisik, sehingga ia tumbuh dalam hubungan sosial yang lebih kuat. Biasakan untuk betul-betul mendengarkan dan memperhatikan apa yang berusaha disampaikan si Kecil dan selalu beri respon. Anak yang tumbuh dalam hubungan sosial kuat cenderung lebih berani mengambil risiko untuk terlibat secara emosional dengan lingkungan sekitar.

Bersama pola asuh ini, penting untuk mengajari si Kecil cara mengatasi dan mengelola emosi negatifnya sedini mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan menyadari dan memvalidasi emosi negatif Si Kecil sebelum membimbingnya untuk mengalirkannya keluar. Cara ini akan membantu buah hati menemukan cara konstruktif dalam mengatasi suasana hati yang buruk dan membuatnya lebih empati terhadap orang lain.

Editors' Picks

2. Koreksi kesalahan si Kecil dengan bijak

2. Koreksi kesalahan si Kecil bijak
Freepik

Penelitian menunjukkan bahwa anak akan lebih berempati apabila ia merasa bersalah sendiri dibandingkan apabila ia terpojok atau disalahkan saat ia melakukan kesalahan. Anak yang malu karena terpojok atau disalahkan cenderung tidak merespon secara konstruktif atau positif. Ia justru akan merasa tidak berdaya, menarik diri, bahkan bersungut.

Agar si Kecil dapat lebih berempati sejak dini, sebaiknya Mama tidak mengkonfrontasinya dengan cara yang dapat membuatnya merasa terancam atau dipermalukan. Akan lebih bijak untuk membuat buah hati fokus pada konsekuensi dari prilakunya, memberi gambaran perasaan orang lain yang tersakiti, dan arahkan ia untuk memperbaiki kesalahannya.

3. Cari kesamaan dan tumbuhkan perasaan familiar

3. Cari kesamaan tumbuhkan perasaan familiar
Pexels/BN

Sejak bayi, manusia memiliki kecenderungan untuk merasakan empati yang lebih besar pada orang lain yang familiar baginya atau memiliki kemiripan dengannya. Sebab itu, salah satu cara terbaik untuk melatih empati anak sejak bayi adalah dengan menyadarkannya bahwa orang lain punya kemiripan dengan dirinya. Bisa dari area tempat tinggal yang berdekatan, sama-sama senang bermain di taman, sama-sama memakai gelang, atau sesederhana sama-sama senang tersenyum.

Tidak kalah menarik, bayi yang sudah familiar dengan perbedaan sejak dini cenderung memiliki kemampuan empati yang lebih besar lho, Ma. Hal ini didukung oleh berbagai studi yang menyatakan bahwa empati anak akan bertumbuh baik di lingkungan multikultural.

4. Latih kemampuan bayi membaca ekspresi wajah

4. Latih kemampuan bayi membaca ekspresi wajah
Instagram.com/david.aedan

Salah satu hambatan anak dalam menumbuhkan empati sejak dini adalah ketidakmampuannya dalam membaca ekspresi wajah. Anak yang sulit memaknai ekspresi wajah orang lain cenderung bingung dalam memberi reaksi dan bahkan dapat memberi reaksi yang kurang tepat dengan situasi.

Untuk melatihnya, Mama bisa mengenalkan beragam ekspresi wajah pada bayi melalui potongan gambar, mengajaknya mengobservasi ekspresi keluarga, hingga berlatih di hadapan cermin.

5. Ajak bayi menirukan ekspresi

5. Ajak bayi menirukan ekspresi
Pinterest.com/PaulaRollo

Tahukah Mama bahwa menirukan ekspresi wajah tertentu dapat membuat bayi merasakan emosi yang terasosiasi dengan ekspresi tersebut?

Ya, ketika ia berusaha menirukan ekspresi sedih, senang, atau marah yang Mama tunjukkan, bayi akan merasakan dan mengenali perbedaan tiap emosi dari masing-masing ekspresi!

Dengan mengenal berbagai emosi, bayi akan lebih mampu membaca situasi dan berempati terhadap orang lain dengan menganalisa ekspresi wajahnya. Menarik ya, Ma!

Selain bantuan pola asuh orangtua, tentu saja proses tumbuhnya empati si Kecil tidak luput dari pengaruh kultur lingkungan sekitar dan pengalaman pribadinya ya, Ma. Semoga informasi ini membantu, selamat mencoba!

Baca juga:  

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk