Mama Harus Tahu, Ini 5 Hal yang Dialami Bayi Ketika Mulai Merangkak

Bayi mengalami beberapa proses sebelum mampu merangkak

17 Oktober 2019

Mama Harus Tahu, Ini 5 Hal Dialami Bayi Ketika Mulai Merangkak
Unplash/yuri tasso

Tahukah, Ma? Bahwa tahapan merangkak adalah fase terpenting pada perkembangan bayi berusia 6-10 bulan.

Tahapan merangkak merupakan pilar utama untuk melatih saraf motorik bayi dan perkembangan keseimbangannya yang hanya bertumpu pada tangan dan lututnya.

Kegiatan merangkak yang dilakukan oleh bayi akan terjadi setelah ia dapat duduk tegap tanpa bantuan orang lain. Pada saat inilah si Kecil bisa menopang tubuh dan kepalanya dengan lengan, tangan maupun kaki.

Nah, orangtua harus tahu 5 hal yang dialami bayi ketika mulai belajar merangkak. Berikut rangkumannya dari Popmama.com:

1. Bayi mulai berbicara sejumlah kata dasar ketika dia merangkak

1. Bayi mulai berbicara sejumlah kata dasar ketika dia merangkak
Unplash/Mikael Stenberg

Pada awalnya bayi bisa merangkak diawali dengan kemampuan tengkurap dengan topangan kedua tangannya. Hal ini tidak mudah untuk dilakukan oleh bayi, orangtua harus bisa menstimulasi bayi untuk merangkak.

Dengan tumbuh kembang dengan fisik yang baik, maka dapat membantu perkembangan dan pemahaman bahasa si Kecil.

Ya, saat mulai merangkak biasanya bayi juga mulai bisa berbicara sejumlah kata-kata dasar yang telah didengarnya sehari-hari dan mampu mengekspresikan emosi yang ia rasakan.

Seperti yang kita ketahui, bayi bisa bicara melalui proses yang bertahap. Seiring perkembangannya, bayi akan terus berlanjut hingga bisa bicara menggambarkan apa yang ia lihat, dengar, rasakan, pikirkan, dan inginkan.

Editors' Picks

2. Bayi mulai mengenal kehidupan sosial di sekitarnya

2. Bayi mulai mengenal kehidupan sosial sekitarnya
Freepik/prostooleh

Proses merangkak pada bayi dapat menunjukkan sejauh mana perkembangan otak yang mendukung kemampuannya untuk belajar mengekspresikan emosi positif dan negatif.

Kemampuan merangkak ini memengaruhi rasa kepercayaan diri pada bayi dan mulai sadar akan kehidupan sosial di sekitarnya.

Ia pun mulai mengenal sejumlah anggota keluarga dengan baik dan mengenal wajah-wajah orang yang sering bersamanya.

Pada saat merangkak si Kecil juga merasa lebih gembira dan sudah bisa merespons saat banyak orang di sekelilingnya. Itu artinya ia mulai menginisiasi interaksi sosial. 

3. Bayi mulai bisa makan sendiri menggunakan tangan dan jari-jarinya

3. Bayi mulai bisa makan sendiri menggunakan tangan jari-jarinya
Freepik/Freepic.diller

Ya, merangkak merupakan proses awal dimana bayi mulai menjaga keseimbangan antara tubuh dengan kedua tangan dan kakinya.

Proses ini memakan waktu yang tidak lama. Selanjutnya ia belajar hal-hal lain seperti berjalan dan melakukan proses makan sendiri yang diawali dari kegiatan merangkak.

Ia pun mulai bisa menggunakan tangan dan jari-jarinya dengan lebih baik saat mengenggam makanan.

Nah, saat anak siap makan sendiri maka Mama bisa melalui pengenalan finger food seperti sereal atau buah potong untuk dapat memulai proses memindahkan makanan ke mulut dengan tangannya.

4. Setiap bayi memiliki kemampuan dan cara merangkak yang berbeda-beda

4. Setiap bayi memiliki kemampuan cara merangkak berbeda-beda
Freepik/Bearfotos

Sebenarnya setiap anak memiliki kemampuan, waktu dan caranya masing-masing dalam merangkak.

Sebagai orangtua Mama tak perlu merasa khawatir jika fase merangkak si Kecil berbeda dengan anak lain yang seusia dengannya. Saat si Kecil mulai bisa merangkak, Mama patut bersyukur. Selanjutnya mengajarkan dan melatih bayi supaya badannya lebih kuat untuk tahap selanjutnya seperti belajar berjalan.

Selain itu Mama harus selalu memerhatikannya ketika ia merangkak, jauhkan anak dari benda-benda yang berbahaya.

5. Sejumlah proses penting sebelum bayi bisa merangkak

5. Sejumlah proses penting sebelum bayi bisa merangkak
Freepik/Freepic.diller

Pada umumnya, saat bayi sudah siap merangkak maka ia telah mengalami sejumlah proses dan perkembangan lainnya.

Sebelum si Kecil memulainya, pasti ia mulai melakukan tahap mengangkat kepala, mendorong siku, hingga mulai berani merangkak.

Selain itu ada beberapa cara atau tipe merangkak pada bayi di usianya:

  • Bayi merangkak dengan tangan dan lututnya,
  • merangkak dengan tangan dan kakinya,
  • bayi akan merangkak dengan menggunakan perutnya,
  • bayi merangkak dengan cara mengesot.

Demikianlah 5 hal saat bayi mulai belajar merangkak. Jangan biarkan si Kecil sendirian ketika ia merangkak. Biasanya ia jadi lebih bergerak aktif dan cekatan, hal ini dapat membuatnya mudah terjatuh.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.