Waspada Kontaminasi Logam Berat pada MPASI Bayi

Paparan logam berat berbahaya bagi otak bayi yang sedang berkembang

4 Juli 2022

Waspada Kontaminasi Logam Berat MPASI Bayi
pexels/AMSW Photography -Alisha Smith Watkins

Mama pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah MPASI. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) si Kecil bisa mulai mengonsumsi MPASI sejak usia 6 bulan. Ketika memasuki masa ini, Mama pasti sudah tidak sabar untuk bereksperimen resep dan membantu si kecil untuk mencoba berbagai jenis makanan.

Namun, sumber makanan yang Mama peroleh untuk program MPASI si Kecil juga perlu diperhatikan. Dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini, membuat produk pertanian yang dijual dimasyarakat sudah banyak terkontaminasi logam berat seperti arsenik, timah, dan merkuri. Bahkan banyaknya produk organik yang dijual di pasaran tidak menjamin produk tersebut terbebas dari paparan logam berat.

Paparan logam berat pada makanan Si Kecil memang tidak bisa dihindari. Namun, Mama bisa mengurangi paparan zat tersebut pada makanan bayi saat program MPASI.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan tentang kontaminasi logam berat pada MPASI dan bagaimana cara mengatasinya.

Logam Berat pada Makanan Bayi

Logam Berat Makanan Bayi
pexels/Yan Krukov

Semua makanan, termasuk juga makanan bayi, mengandung beberapa kandungan logam berat. Logam secara natural terkandung dalam air, tanah, dan udara. Kandungan logam juga dapat mengontaminasi makanan melalui pestisida dan polusi.

Baru-baru ini, beberapa penelitian menyebutkan bahwa terdapat beberapa kandungan logam berat seperti arsenik, timah, kadmium, dan merkuri di dalam makanan bayi yang beredar di pasaran. Kandungan logam berat ini juga ditemukan pada beberapa merek makanan bayi organik lho, Ma.

Pada tahun 2019, organisasi Healthy Babies Bright Futures menganalisis 168 produk makanan bayi dan menemukan kandungan logam berat pada 95% produk yang mereka teliti. Konsumsi makanan yang mengandung logam berat berlebih dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan dan mengganggu perkembangan otak anak. 

Saat ini Food and Drug Administration (FDA) sedang didesak untuk segera memberikan label yang transparan mengenai kandungan apa saja yang ada dalam produk makanan bayi. FDA pun juga belum membuat regulasi terkait berapa banyak kandungan logam berat pada makanan bayi yang aman untuk dikonsumsi.

Editors' Picks

Apakah Kandungan Logam Berat pada Makanan Bayi Berbahaya untuk Kesehatan Si Kecil?

Apakah Kandungan Logam Berat Makanan Bayi Berbahaya Kesehatan Si Kecil
pexels/Andrea Piacquadio

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kandungan logam berat di dalam makan bayi memiliki risiko yang relatif kecil terhadap kesehatan bayi. Namun, penting bagi Mama untuk bisa meminimalisasi kontaminasi logam berat pada bayi dari berbagai sumber.

“Paparan logam berat tentunya berbahaya bagi otak yang sedang berkembang. Hal itu sudah banyak dikaitkan dengan permasalahan dalam belajar, berpikir, dan masalah perilaku”, jelas AAP.

Hal ini terjadi karena otak bayi sedang berkembang dengan cepat serta dengan tubuh mereka yang kecil menyebabkan paparan logam berat memberikan efek yang cukup berbahaya.

Namun Mama tak perlu panik dalam menyiapkan makanan yang bergizi untuk Si Kecil.

“Perlu diingat bahwa banyak faktor yang memengaruhi kesehatan perkembangan otak bayi seperti faktor genetik, sosial, dan lingkungan. Paparan logam berat hanya satu dari banyak faktor yang berperan,” tambah AAP.

Dr. Dawn Rosenberg, seorang dokter anak dari BabyCenter Advisory Board menyatakan bahwa orangtua harus mulai mengembangkan resep makanan sendiri untuk bayinya daripada membeli yang sudah ada di pasaran. Hal ini juga membuat Mama dapat secara fleksibel memilih bahan-bahan makanan yang akan diberikan kepada bayi.

Haruskah Mama Memberikan Makanan Organik pada Si Kecil?

Haruskah Mama Memberikan Makanan Organik Si Kecil
pexels/Fuzzy Rescue

Beberapa orangtua memilih untuk memberikan anaknya makanan organik daripada makanan biasa untuk menghindari kontaminasi pestisida dan bahan kimia lain pada makanan. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Produk makanan organik juga dapat terkontaminasi logam berat sama seperti produk makanan biasa.

Disarankan untuk Memberi Makanan yang Diolah Sendiri

Disarankan Memberi Makanan Diolah Sendiri
pexels/Live on Shot

Logam berat juga terkandung dalam bahan-bahan mentah yang kita beli di pasar sehingga membuat makanan homemade tidak sepenuhnya menghindari paparan kontaminasi logam berat tersebut.

American Academic of Pediatrics menyatakan bahwa membuat makanan homemade untuk bayi dapat membantu mengurangi paparan logam berat pada makanan. Hal ini disebabkan karena kemasan pada produk makanan juga bisa mengandung logam berat, sehingga lebih baik Mama membuat makanan homemade untuk si Kecil.

Cara Mengurangi Kontaminasi Logam Berat pada Makanan Bayi

Cara Mengurangi Kontaminasi Logam Berat Makanan Bayi
pexels/MART PRODUCTION

Walaupun kita tidak bisa sepenuhnya menghindari kontaminasi logam berat pada makanan bayi, Mama dapat melakukan beberapa cara ini untuk mengurangi paparan dan risiko dari kontaminasi logam berat tersebut.

  1. Tetap memberikan berbagai macam jenis makanan yang memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil. Memberikan makanan dengan nutrisi yang cukup dan bervariasi dapat membantu Mama untuk memberikan makanan yang seimbang dan membantu mengurangi resiko jangka panjang akibat kontaminasi logam berat. Mulai dengan sayuran, buah-buahan, atau daging yang dilunakkan (pureed) daripada memulai dengan produk makanan yang dijual di pasaran.
  2. Lebih dianjurkan untuk mengonsumsi gandum atau barley daripada beras karena beras 10 kali lebih banyak menyerap zat arsenik daripada biji-bijian lain.
  3. Disarankan untuk memberikan makanan utuh pada bayi daripada makanan yang sudah diproses seperti makanan ringan kemasan. Makanan ringan yang memiliki kandungan logam berat yang ringan seperti apel, alpukat, pisang, barley, kacang, keju, anggur, telur rebus, persik, stroberi, dan yogurt.
  4. Jika Mama menggunakan air rebusan untuk konsumsi minum pada bayi, disarankan untuk mengganti konsumsi air dengan air mineral botol atau galon. Hal ini dianjurkan karena air yang langsung diambil dari sumber air di rumah tanpa melalui proses filtrasi yang baik akan meningkatkan risiko terpapar logam berat.

Demikian pembahasan tentang kontaminasi logam berat pada MPASI bayi dan cara mengurangi risiko kontaminasi logam berat tersebut. Semoga Mama dan si Kecil selalu sehat dan jauh dari paparan kontaminasi logam berat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk