Setiap Mama Wajib Tahu 5 Hal tentang MPASI Ini, Catat Yuk!

Untuk penuhi nutrisi harian Si Kecil

15 Juli 2019

Setiap Mama Wajib Tahu 5 Hal tentang MPASI Ini, Catat Yuk
Shutterstock/Natee K Jindakum

MPASI atau Makanan Pendamping ASI adalah sumber nutrisi penting yang wajib Mama berikan kepada si Kecil. Pemberian MPASI untuk bayi berusia 6 bulan juga direkomendasikan oleh para ahli lho Ma, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Perlu diketahui, MPASI dapat membawa beragam manfaat bagi anak. Mulai dari bantu perkembangan otak, menguatkan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, dan masih banyak lagi. 


Sayangnya belum semua ibu memahami #MPASI dengan seutuhnya. Nah, kalau Mama salah satunya, ini 5 hal tentang MPASI yang harus Mama ketahui.

1. Tanda kalau si Kecil sudah siap diberikan MPASI

1. Tanda kalau si Kecil sudah siap diberikan MPASI
Shutterstock/takayuki

Perlu Mama ketahui, MPASI wajib diberikan kepada bayi di atas usia enam bulan ya. Selain dari usia, bayi yang siap untuk diberikan MPASI biasanya menunjukkan beberapa tanda-tanda lho, Ma. Contohnya, Si Kecil menunjukkan ketertarikan dengan makanan yang dimakan orang lain, punya koordinasi tubuh yang baik, sudah bisa duduk tegak di atas high chair, mampu membuka mulut lebar ketika didekatkan sendok, dan mampu menegakkan kepalanya. Kalau anak Mama sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, sudah saatnya untuk lengkap nutrisi hariannya dengan MPASI.

2. Bahaya terlalu cepat memberikan MPASI

2. Bahaya terlalu cepat memberikan MPASI
Shutterstock/Natee K Jindakum

Tahukah Mama, pemberian MPASI pada bayi di atas enam bulan juga telah disarankan oleh pemerintah lho. Jadi ingat, Mama nggak perlu buru-buru memberikan MPASI kalau memang si Kecil belum mencapai usianya. Namun, jangan terlalu lambat juga ya Ma. 

Kalau terlalu lambat memberikan MPASI bisa menimbulkan masalah tersendiri. Contohnya, pertumbuhan anak bisa terhambat, anak akan kekurangan zat besi, menghambat perkembangan fungsi motorik pada bagian mulut, dan muncul keengganan untuk makan. Jadi, kalau si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda seperti di poin pertama, konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah ini saatnya memberikan MPASI.

Editors' Picks

3. Alasan MPASI diberikan setelah anak melewati usia 6 bulan

3. Alasan MPASI diberikan setelah anak melewati usia 6 bulan
Shutterstock/Natee K Jindakum

MPASI memang baik untuk tumbuh kembang bayi, namun Mama nggak boleh terburu-buru memberikannya. Dilansir dari kidshealth.org, MPASI sebaiknya diberikan kepada anak di atas usia 6 bulan karena tubuh bayi sudah siap untuk mencerna MPASI. Koordinasi tubuh juga mulai membaik sehingga bayi mulai bisa menelan makanan. 

Memasuki usia ini, anak juga membutuhkan nutrisi tambahan agar pertumbuhannya lebih optimal. Nutrisi-nutrisi tambahan ini bisa Mama temukan di buah dan sayuran yang dihaluskan, tahu yang dibuat menjadi bubur, atau kacang-kacangan yang dihaluskan. Selain itu, Mama juga bisa berikan sereal kepada si Kecil juga lho. Misalnya, bubur sereal CERELAC yang tinggi zat besi untuk optimalkan tumbuh kembang si Kecil. Kebutuhan zat besi si Kecil ini dapat dipenuhi dari kombinasi pemberian MPASI rumahan ditambah pemberian MPASI fortifikasi seperti CERELAC.

Kenapa CERELAC bisa jadi #MPASI6BULAN pilihan Mama? Karena bubur sereal ini mengandung 11 vitamin dan 5 mineral lainnya yang bisa bantu penuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil. Selain itu, CERELAC juga dibuat dari bahan alami sehingga Mama bisa tenang memberikan asupan yang satu ini. Apalagi makanan berbentuk sereal juga baik digunakan untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI secara bertahap lho. Jadi, yuk bantu penuhi asupan nutrisi harian si Kecil dengan CERELAC! Untuk informasi lebih detail tentang CERELAC, seperti pilihan rasa dan resep menarik, Mama bisa klik di sini. Eits, jangan lupa ikuti juga hashtag #CERELACMamamYuk dan #TenangAjaBunda di media sosial untuk temukan inspirasi CERELAC sebagai teman perjalanan anak ya Ma.

4. Cara menyimpan MPASI dengan higienis

4. Cara menyimpan MPASI higienis
shutterstock.com/belchonock

MPASI perlu disimpan dengan baik supaya aman untuk dikonsumsi si Kecil. Mengutip dari booklet Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu terbitan UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, makanan-makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, nasi, pasta, dan sayur-sayuran harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.

Untuk daging dan ikan perlu disimpan dalam wadah plastik, terpisah dengan makanan yang sudah dimasak atau bahan-bahan siap masak ya Ma. Nah, kalau makanan yang seharusnya disimpan dalam lemari pendingin, jangan digunakan lagi apabila sudah berada di luar lemari pendingin selama dua jam atau lebih. Langkah-langkah ini sederhana tapi bisa bantu Mama jaga kebersihan dan kemanan MPASI si Kecil lho. Jadi, jangan lupa ya Ma. 

5. Ketahui jadwal makan MPASI yang tepat

5. Ketahui jadwal makan MPASI tepat
Shutterstock/takayuki

Bayi usia 6 bulan biasanya masih membutuhkan ASI sebagai makanan utamanya. Di usia ini, bayi butuh sekitar empat sampai enam kali menyusui dengan total kurang dari 960 ml. Untuk itu, Mama disarankan untuk memberikan MPASI sebanyak dua kali sehari dengan takaran dua sendok makan hingga dua cangkir saja. Porsi ini tentu disesuaikan dengan kemampuan anak. Sebaiknya, Mama jangan berikan MPASI ketika anak sedang lelah dan ketika ia sedang tidak terlalu lapar ya.

Itu dia 5 hal tentang MPASI yang harus Mama ketahui. Dengan pemberian yang sesuai jadwal, teratur, dan sesuai takaran maka kebutuhan nutrisi harian si Kecil akan tercukupi. Tentunya Mama ingin anak tumbuh dengan optimal ‘kan? Jadi, yuk berikan ASI dan MPASI pada si Kecil mulai usia 6 bulan. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;