Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

6 Cara Stimulasi Kemampuan Merangkak Bayi Usia 6-9 Bulan

Yuk, coba terapkan cara ini untuk bantu stimulasi kemampuan merangkak si Kecil!

5 Desember 2022

6 Cara Stimulasi Kemampuan Merangkak Bayi Usia 6-9 Bulan
Pexels

Dalam rentang usia 6 hingga 9 bulan, umumnya bayi sudah mulai bisa duduk sendiri tanpa memerlukan bantuan. Tak hanya itu, di usia yang sama, kemampuan merangkak bayi juga biasanya mulai terlihat.

Sebelum bisa merangkak dengan sempurna, ada beberapa tahapan atau milestones yang biasanya dicapai oleh si Kecil, seperti kemampuan untuk tengkurap hingga duduk.

Tahap merangkak pada bayi merupakan milestone yang signifikan. Sebab di masa ini, anggota tubuh bayi akan semakin terlatih dan bersiap untuk bisa berjalan.

Oleh karena itu, stimulasi oleh orangtua penting diberikan, terutama bagi bayi yang belum menunjukkan tanda merangkak di usia melewati 7 bulan. 

Berikut Popmama.com telah rangkum 6 cara stimulasi kemampuan merangkak bayi usia 6-9 bulan. Disimak, yuk, Ma!

1. Rutin mengajak bayi tummy time

1. Rutin mengajak bayi tummy time
freepik.com/yaoinlove

Tummy time bisa didefinisikan sebagai kegiatan yang melibatkan bayi dalam posisi tengkurap, atau bertumpu pada perutnya.

Dengan rutin memposisikan si Kecil dalam keadaan tengkurap, akan memberikan rangsangan atau stimulasi baginya untuk menggerakkan perut dan mengangkat kepalanya.

Aktivitas ini bertujuan untuk memperkuat otot-otot yang dibutuhkan bayi untuk merangkak. Selain itu juga dapat membuat punggung si Kecil lebih kuat. 

2. Memberikan pijatan untuk bayi

2. Memberikan pijatan bayi
Freepik/nellysenko

Pijatan untuk bayi dapat diberikan mulai usia 3 bulan ke atas. Namun ada beberapa teknik pijatan khusus yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot yang nantinya berfungsi saat bayi merangkak.

Pijatan seperti arms back dapat memperkuat otot-otot pada bayi usia 6 bulan ke atas yang sudah mulai bisa mengontrol posisi kepalanya dengan lebih baik. 

Pijatan ini dilakukan dengan menumpukan dada bayi pada satu tangan mama, kemudian tangan yang satunya digunakan untuk meregangkan tangan bayi ke belakang.

Praktik oleh ahli terapis atau pijat bayi profesional lebih disarankan untuk mempraktikkan pijat ini. 

Editors' Picks

3. Berikan bayi dorongan dengan mainan

3. Berikan bayi dorongan mainan
freepik.com/yaoinlove

Sambil memposisikan bayi dalam keadaan tummy time, Mama bisa menarik perhatian bayi dengan mainan yang agak jauh dari jangkauannya. Hal ini bermaksud untuk menstimulasinya untuk bergerak.

Ketika bayi berusaha menjangkau mainan yang diberikan, hal ini dapat merangsang kemampuan otot-otot yang digunakan untuk bergerak. 

Selain meletakkan mainan lebih jauh dari jangkauannya, Mama juga bisa menarik perhatian si Kecil dengan mainan yang digantung dan bisa digoyangkan.

4. Gerakan counter push untuk bayi

4. Gerakan counter push bayi
Freepik/Liudmila.fadzeyeva

Gerakan counter push merupakan sejenis exercise simpel dan sederhana yang bertujuan untuk melatih kekuatan otot-otot pada bagian kaki bayi.

Otot-otot ini sangat penting bagi kemampuan bayi untuk mulai bisa berdiri dan berjalan. Cara mempraktikkan exercise ini pun cenderung mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Caranya adalah dengan menggenggam kedua telapak kaki dengan lembut dan perlahan, lalu menggerakkannya maju dan mundur, hampir mirip dengan gerakan mengayuh. Lakukan gerakan ini dengan hati-hati.

5. Berikan bayi ruang untuk mengeksplor

5. Berikan bayi ruang mengeksplor
Freepik/Azerbaijan_stockphoto

Berikan bayi ruang untuk mengeksplor dunia barunya dengan cara menyiapkan beberapa jenis mainan yang paling membuat si Kecil teetarik dan meletakkannya sedemikian rupa.

Beri ruang di lantai untuk bayi, dan kelilingi ia dengan berbagai mainan atau benda yang sekiranya dapat membuatnya tertarik untuk bermain dan mengeksplor.

Jangan lupa untuk memberikan alas yang hangat dan nyaman untuk kulit bayi. Serta memakaikannya pakaian yang sejuk dan memiliki tekstur yang lembut. 

6. Contohkan bayi cara merangkak

6. Contohkan bayi cara merangkak
Pexels/Helena Lopes
Bayi belajar merangkak

Melansir laman Healthline, terdapat kemungkinan bagi bayi untuk belajar merangkak lebih cepat apabila memiliki saudara kandung lebih tua yang sering mengajaknya bermain dan tummy time.

Selain saudara kandung, Mama atau Papa sebenarnya juga bisa menstimulasi kemampuan merangkak dengan cara mencontohkannya langsung.

Karena, ternyata meski telah dikelilingi mainan dan hal yang menstimulasinya untuk mengeksplor, terkadang bayi tak mengetahui caranya merangkak. Oleh karena itu, ia memerlukan contoh dari orang terdekatnya.

Itulah tadi cara stimulasi kemampuan merangkak bayi usia 6-9 bulan yang bisa langsung Mama coba terapkan di rumah. Jangan lupa untuk konsultasi terlebih dulu pada terapis atau dokter jika ingin mencoba teknik pijat tertentu. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk