TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Tanda Keterlambatan Perkembangan Bayi 9 Bulan yang Perlu Diwaspadai

Meski terlihat sepele, namun tanda-tanda ini membutuhkan perhatian khusus, Ma

13 September 2022

7 Tanda Keterlambatan Perkembangan Bayi 9 Bulan Perlu Diwaspadai
Popmama.com/Shania

Bayi yang telah menginjak usia 9 bulan umumnya memiliki perkembangan yang pesat.

Dari segi skill motorik, kemampuan berkomunikasi dan bersosialnya, bayi usia ini sudah bisa menggenggam benda, mengucapkan celotehan sederhana, hingga merespons mama dengan tunjukan.

Tumbuh kembang bayi 9 bulan yang normal dan sehat bisa ditandai dengan ciri-ciri tersebut. Namun, jika si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda tersebut, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter. Dikhawatirkan si Kecil mengalami keterlambatan perkembangan.

Berikut Popmama.com rangkum tanda keterlambatan perkembangan bayi 9 bulan yang perlu diwaspadai. Apa saja?

1. Belum bisa makan makanan ringan sendiri

1. Belum bisa makan makanan ringan sendiri
Pexels

Kemampuan motorik bayi usia 9 bulan sudah berkembang dengan baik, hingga pada tahapan mulai bisa memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. 

Oleh karena itu, di usia ini Mama mulai bisa memberinya MPASI atau makanan ringan pendamping ASI yang bisa digenggam oleh si Kecil.

Memberikannya makanan ringan diharapkan bisa membantu meningkatkan perkembangan motorik bayi. 

Jika si Kecil belum bisa memegang makanan dan memasukkannya ke mulut di usia 9 bulan, hal ini merupakan salah satu red flag yang harus Mama perhatikan. 

2. Belum bisa merangkak mendekati seseorang/benda

2. Belum bisa merangkak mendekati seseorang/benda
Pexels

Di usianya yang menginjak 9 bulan, seorang bayi secara umum membutuhkan learning space atau ruang yang lebih luas untuknya bermain dan menjelajah.

Bukan tanpa sebab, bayi 9 bulan rata-rata sudah mulai bisa merangkak untuk mendekati objek yang menyita perhatiannya.

Karena perkembangan motorik yang pesat, bayi 9 bulan bahkan juga sudah mampu merangkak sambil memegang mainannya. 

Jika si Kecil belum bisa merangkak di usia ini, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional yang ahli di bidangnya.

Editors' Picks

3. Belum bisa mengoceh

3. Belum bisa mengoceh
Pexels/henley-design

Di usia 9 bulan, selain kemampuan motorik bayi yang berkembang pesat, begitu pun dengan kemampuan berkomunikasinya.

Bayi 9 bulan sudah mulai mulai bisa memahami kata-kata sederhana dan merespons dengan isyarat, seperti menunjuk. 

Oleh karena itu, di usia ini seorang bayi sudah diharapkan untuk bisa mengoceh atau babbling baik ketika diajak berbicara maupun mengoceh sendiri.

Jika bayi mama belum menunjukkan tanda-tanda aktif mengoceh di usia ini, disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak atau terapis. 

4. Tidak merespons/mencari saat mainannya terjatuh

4. Tidak merespons/mencari saat mainan terjatuh
www.boppy.com

Saat tengah bermain, ada kalanya mainan yang dimainkan oleh si Kecil tergeser dan terjatuh secara tidak sengaja. 

Di saat seperti itu, bayi usia 9 bulan umumnya sudah bisa merespons dengan mencari-cari mainannya yang terjatuh atau terlepas dari genggamannya.

Sebab, di usia ini bayi mulai bisa mengenali barang-barang miliknya, sehingga akan mencarinya apabila lolos dari genggaman. 

Apabila bayi mama tidak terlihat penasaran dan hanya bersikap pasif apabila ada barang atau mainan di sekitarnya yang terjatuh atau diambil orang lain, hal ini pun patut diwaspadai.

5. Tidak senang melempar-lempar mainan/benda yang dipegangnya

5. Tidak senang melempar-lempar mainan/benda dipegangnya
Pixabay.com/amyelizabethquinn

Karena kemampuan bayi usia 9 bulan yang sudah bisa menggenggam suatu benda dengan cukup baik, maka di usia ini mereka senang bereksperimen dengan mainan maupun benda apa pun yang dipegangnya.

Salah satunya adalah dengan melempar-lempar atau menjatuhkannya jika bayi sedang didudukkan di tempat yang lebih tinggi.

Itulah sebabnya, para Mama biasanya lebih berhati-hati saat meletakkan barang yang bisa terjangkau bayi usia ini.

Namun, pada beberapa kasus, ada beberapa bayi yang tak menunjukkan ketertarikan pada aktivitas bermain ini. Hal inilah yang membutuhkan perhatian khusus dari Mama.

6. Belum bisa mengambil dua benda dengan dua tangan secara bersamaan

6. Belum bisa mengambil dua benda dua tangan secara bersamaan
Pixabay/Cimabue

Masih berhubungan dengan perkembangan kemampuan motorik bayi, tumbuh kembang si Kecil bisa diperhatikan dari mulai dari kemampuan tangannya dalam bermain dengan benda di sekeliling.

Mama bisa memerhatikan saat si Kecil sedang mengeksplorasi mainannya untuk mengetahui apakah buah hati mama sudah bisa mengambil 2 benda sekaligus dengan 2 tangannya. 

Jika si Kecil belum bisa melakukannya, Mama pun perlu memberikannya perhatian khusus. Berkonsultasi lebih lanjut dengan ahli bisa menjadi salah satu solusinya. 

7. Belum bisa memindahkan benda

7. Belum bisa memindahkan benda
Freepik.com/senivpetro

Bayi 9 bulan yang sudah bisa bergerak leluasa dengan merangkak umumnya aktif membawa mainan atau benda-benda favoritnya dari satu tempat ke tempat lainnya.

Di usia ini, si Kecil juga sudah diharapkan mampu memindah-mindahkan benda karena kemampuan memegang yang semakin kuat.

Terlebih, rasa penasarannya pun mulai berkembang dan dibantu dengan kemampuan anak dalam merespons sederhana. 

Jika bayi mama belum bisa memindahkan mainannya maupun benda-benda ringan di sekelilingnya, tak ada salahnya untuk mengkonsultasikan hal ini dengan dokter anak.

Itul tadi tanda keterlambatan perkembangan bayi 9 bulan yang perlu diwaspadai. Jangan lupa untuk meminta arahan mengenai milestones atau patokan perkembangan bayi saat berkonsultasi dengan dokter anak ya, Ma.

Baca juga

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk