Begini Ma, Tips Memilih Mainan yang Aman dan Tepat untuk si Kecil

Mainan memang dapat melatih kemampuan si Kecil, tetapi Mama perlu perhatikan tips ini!

11 Januari 2019

Begini Ma, Tips Memilih Mainan Aman Tepat si Kecil
commons.wikimedia.org

Setelah memasuki usia tujuh bulan, kemampuan si Kecil untuk bergerak akan semakin meningkat. Bahkan ia akan bertambah aktif dan menggunakan alat atau barang di sekitarnya untuk menunjukan kemampuan barunya.

Namun, Mama juga perlu ingat bahwa di usia tujuh bulan keatas si Kecil sedang memasuki fase mengambil dan memasukan apa saja ke dalam mulutnya. Sehingga Mama harus mengawasinya agar terhindar dari bahaya yang dapat mengintainya.

Dilansir dari familyeducation, berikut ini beberapa tips yang perlu Mama ketahui saat memililih mainan yang aman dan tepat untuk si Kecil.

1. Pilih mainan sesuai usia si Kecil

1. Pilih mainan sesuai usia si Kecil
maxpixel.net

Si Kecil pasti sangat menyukai mainannya jika ia tahu dan mengerti bagaimana cara menggunakannya. Mainan yang sesuai dengan usianya dapat mendorong dan menantangnya untuk terus meningkatkan kemampuan.

Ketahui Ma, mainan yang tidak memberikan tantangan akan membuatnya merasa bosan. Sedangkan jika terlalu sulit digunakan, mainan malah membuatnya frustasi dan mudah menangis.

Pilihlah mainan yang sesuai dengan usia si Kecil. Jika bingung, Mama bisa melihat label usia pada kemasan mainan sebelum membeli. Atau meminta rekomendasi dari penjual.

2. Perhatikan keamanan bagi si Kecil

2. Perhatikan keamanan bagi si Kecil
pxhere.com

Keamanan mainan sangat penting, karena bisa membahayakan bahkan mengancam keselamatan si Kecil lho, Ma. Meskipun sudah ada label usia pada kemasan mainan, Mama tetap perlu hati-hati dan memeriksa mainan sebelum memberikannya kepada anak mama.

Selama satu tahun kehidupan pertamanya, si Kecil akan terus belajar bergerak dengan memukul, menendang, menjatuhkan, menarik, melempar, dan menghisap apa saja yang ada di sekitarnya. Sehingga mainan yang Mama berikan untuknya harus memiliki kualitas yang baik dan dapat bertahan meski dibanting, digigit, atau dibentur-benturkan.

Jika mainan mudah rusak dan patah, kemungkinan si Kecil terluka karena mainannya sendiri akan semakin besar. Hindari juga mainan yang memiliki ukuran sangat kecil sebab akan berisiko tersedak jika si Kecil memasukan mainan itu ke dalam mulut. Pastikan juga mainan yang digunakan selalu bersih dan terhindar dari kuman.

Selain itu, Mama juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan mainan yang cukup berat, memiliki ujung yang runcing atau tali dan pita yang panjang. Sebab, bisa saja mainan itu menjatuhi jari kaki atau melilit leher si Kecil.

Apa pun mainanya, terus awasi dan temani si Kecil saat bermain Ma, agar tetap aman.

Baca juga: Cara memilih mainan untuk anak dan bagaimana mendapatkan dengan harga terjangkau

Editors' Picks

3. Stimulasi atau rangsangan dini

3. Stimulasi atau rangsangan dini
Pexels/Public Domain Pictures

Ketika digunakan dengan benar dan sesuai dengan perkembangannya, mainan dapat merangsang indra si Kecil.

Ia akan memiliki pengalaman baru dengan sentuhan, penglihatan, suara, dan rasa. Perkembangan motoriknya juga bisa meningkat dengan memberikan mainan yang terus mengasah kemampuannya.

4. Berikan pilihan mainan pada si Kecil

4. Berikan pilihan mainan si Kecil
maxpixel.net

Sesekali Mama harus mencoba untuk memberikan pilihan pada si Kecil, jika mainan yang dipastikan aman untuknya memiliki variasi warna, bentuk, tekstur, atau suara yang berbeda.

Dengan membiarkannya memilih mainan, si Kecil akan belajar sejak dini untuk memiliki pendapatnya sendiri dan belajar kemungkinan apa saja yang akan ditawarkan untuknya.

Baca juga: 7 Jenis Mainan untuk Bayi Baru Lahir

5. Pilih mainan yang paling sederhana

5. Pilih mainan paling sederhana
Staticflikr.com

Pada umumnya, semakin sederhana mainan, semakin lama mainan itu akan bertahan. Mainan yang sederhana memiliki komponen yang lebih sedikit dan cenderung lebih awet dibandingkan dengan mainan yang memiliki komponen lebih banyak.

Si Kecil juga kurang tertarik jika ada komponen atau bagian mainan yang sudah hilang atau rusak. Terlebih, ketika ia sudah pandai merengek, biasanya Mama akan kewalahan memilihkan lagi mainan yang sesuai dengan keinginannya.

Mainan yang sederhana biasanya akan menjadi mainan kesayangan dan teman sampai anak beranjak remaja. Jadi sekali lagi jangan sembarangan memilih mainan untuknya.

Mainan apa pun yang menjadi pilihan terbaik Mama untuk si Kecil, biarkan ia bermain dengan caranya sendiri. Lagi pula, jika Mama mengerti cara yang "benar" untuk bermain dengan mainan tertentu, bukan berarti ia tidak dapat menggunakan mainan sesuai keinginannya.

Baca juga: Ini cara memilihkan mainan untuk balita