Jika si Kecil Jarang Berkedip, Apakah Normal?

Jangan khawatir, Ma! Ternyata begini alasan bayi jarang berkedip

15 Oktober 2019

Jika si Kecil Jarang Berkedip, Apakah Normal
Pixabay/naama

Jika Mama memperhatikan bagian mata si Kecil, tentu Mama akan menyadari bahwa ternyata mata bayi jarang berkedip bahkan ketika ia fokus melihat sesuatu. Berbeda sekali pada orang dewasa, biasanya mereka akan lebih banyak berkedip yaitu lebih dari 15 kali dalam semenit.

Mata memerlukan pelumas berupa air mata dengan berkedip, hal ini berfungsi untuk mengalirkan air mata agar menghindari kondisi mata kering. Selain itu, kedipan mata merupakan refleks alami tubuh untuk melindungi mata dari berbagai zat asing yang akan masuk dan melukai mata.

Kedipan mata biasanya terjadi secara spontan dan bukan dipengaruhi oleh kondisi mata. Namun berbeda dengan bayi. Pada usianya yang begitu dini, bayi ternyata jarang berkedip karena matanya belum berkembang sempurna.

Jadi, jangan langsung khawatir ya, Ma jika si Kecil terlihat jarang berkedip.

Untuk mengetahui apakah hal ini normal dan mengapa bisa terjadi demikian. Berikut Popmama.com telah merangkumnya dari berbagai sumber. Yuk, disimak agar tidak salah, Ma.

1. Apakah normal mata bayi jarang berkedip?

1. Apakah normal mata bayi jarang berkedip
Freepik/freepic.diller

Bayi yang baru lahir dan balita ternyata berkedip lebih jarang dari orang dewasa. Jika melihat kondisi seperti ini, tentu Mama menjadi bertanya-tanya dan merasa khawatir akan kesehatan si Kecil. Jangan khawatir duu, Ma! Berikut penjelasannya:

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bayi hanya berkedip sebanyak dua atau tiga kali dalam semenit. Mata yang berkedip berhubungan dengan kadar dopamin atau senyawa kimia alami yang berperan dalam pengiriman sinyal di otak.

Terbukti pada pasien penyakit skizofrenia yang lebih sering berkedip karena dopamin dalam tubuhnya terlalu banyak. Sebaliknya, pasien penyakit parkinson akan lebih jarang berkedip karena produksi dopamin dalam tubuhnya terganggu karena gangguan saraf.

Para peneliti percaya bahwa aktivitas dopamin pada bayi baru lahir dan balita masih akan berkembang sampai dewasa. Mata si Kecil masih belum membutuhkan banyak pelumas dibandingkan orang dewasa, sehingga mata bayi akan lebih jarang berkedip.

Editors' Picks

2. Mata bayi belum berkembang sempurna

2. Mata bayi belum berkembang sempurna
Pixabay/pexels

Selain aktivitas dopamin yang belum berkembang sempurna, kondisi bayi jarang berkedip mungkin juga dipengaruhi oleh kemampuan melihatnya yang belum sempurna.

Nah, Ma, kemampuan melihat bayi yang masih belum sempurna inilah yang membuat matanya jadi jarang berkedip. Untuk mengenali orang-orang dan beradaptasi di lingkungan sekitarnya, si Kecil akan memerlukan menatap sesuatu lebih lama.

Kemampuan melihat mereka akan benar-benar berfungsi maksimal saat menginjak usia 3 sampai 5 tahun. Jadi bukan karena adanya suatu penyakit tertentu ya, Ma. Hal ini normal terjadi pada bayi baru lahir dan balita kok.

3. Yang harus diperhatikan orangtua

3. harus diperhatikan orangtua
Pixabay/digihanger

Nah, ketika Mama sudah mengetahui alasan mengapa bayi jarang berkedip. Sekarang yang perlu diperhatikan adalah jika si Kecil tidak berkedip sama sekali dengan arah mata terlihat fokus ke satu titik  selama beberapa saat.

Hal tersebut bisa menjadi tanda kejang pada anak. Kejang biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Jika memiliki tanda atau gejala seperti itu, Mama perlu mengkonsultasikan pada dokter anak untuk mendapat penanganan yang tepat.

Itulah hal-hal yang perlu Mama ketahui perihal jarangnya kedipan mata pada bayi. Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!