Anak Alami Gizi Buruk, Ibu di Semarang Ini Enggan Membawanya Berobat

Masalah ekonomi hingga tak punya Kartu Keluarga jadi alasan sang Mama tak mau membawa ke RS

16 Juni 2021

Anak Alami Gizi Buruk, Ibu Semarang Ini Enggan Membawa Berobat
Pexels/wildlittlethingsphoto

Tim Penjangkau Dinsos (TPD) Kota Semarang menemui seorang bayi berusia 10 bulan yang mengalami gizi buruk. Hal itu berkat laporan warga sekitar tempat tinggal bayi yang tak tega melihat kondisinya.

Bayi yang tinggal di Kelurahan Purwosari tersebut hanya memiliki berat badan 5,9 kilogram. Dijelaskan oleh salah satu relawan TPD yang bertugas, bayi tersebut sering mengeluarkan makanan atau minuman yang dikonsumsinya dari hidung. Selain itu, saat ia menangis suaranya sampai tidak keluar. 

Kondisi fisiknya yang lemah itu membuat bayi harus segera dirujuk ke rumah sakit. Namun, Mama sang Bayi malah melarang karena menganggap anaknya baik-baik saja.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya mengenai kasus ini.

1. Sang Mama tak mau ke rumah sakit karena masalah ekonomi

1. Sang Mama tak mau ke rumah sakit karena masalah ekonomi
Pexels/pixabay

Alasan sang Mama tak ingin membawa anaknya ke rumah sakit di antaranya karena masalah ekonomi. Ia khawatir biaya yang mahal karena perawatan anaknya.

Mama sang Bayi juga mengaku tidak memiliki kartu keluarga karena ia dan suaminya menikah siri. Hal itu membuatnya sulit mengakses bantuan pemerintah untuk kalangan tidak mampu.

Sebagai informasi, nasib bayi 10 bulan tersebut diketahui karena adanya laporan dari Kesos Kelurahan Purwosari, Semarang Utara. Laporan tersebut berasal dari warga yang mengatakan adanya anak telantar yang mengalami gizi buruk sejak usia dua bulan.

Editors' Picks

2. Mengaku lulusan farmasi, sang Mama mengobati sendiri sang Anak di rumah

2. Mengaku lulusan farmasi, sang Mama mengobati sendiri sang Anak rumah
Pexels/mateusz-dach

Ironisnya, sang Mama malah tetap ngotot kalau anaknya itu baik-baik saja. Mengaku lulusan SMK Farmasi, sang Mama berusaha mengobati sendiri anaknya dengan berbekal pengetahuannya selama sekolah SMK Farmasi.

Menurut relawan TPD yang datang ke lokasi, sang Bayi sudah sakit sejak usianya dua bulan.

Ketika dibujuk untuk ke rumah sakit, Mama sang Bayi sempat tidak terima karena menganggap banyak pihak yang terkesan ikut campur mengenai kondisi anaknya. Sang Mama sempat mengancam akan mencari tahu orang di sekitar rumahnya yang melaporkan kepada Kesos Kelurahan Purwosari terkait anaknya.

3. Sang Bayi menjalani rawat jalan

3. Sang Bayi menjalani rawat jalan
Pexels/william-fortunato

Setelah berhasil dibujuk dengan sedikit dipaksa, Mama sang Bayi pun mau membawa anaknya ke rumah sakit. Seyogyanya, bayi 10 bulan itu akan dirawat di RS Wongsonegoro.

Namun, karena RS penuh dengan pasien Covid-19, akhirnya sang Bayi diputuskan untuk menjalani rawat jalan.

Selain menyelamatkan sang Bayi, petugas TPD juga berusaha membujuk orangtua untuk segera menikah resmi di KUA agar mempunyai Kartu Keluarga untuk mengurus UHC BPJS Kota Semarang demi anaknya.

4. Berat ideal bayi usia 7-12 bulan

4. Berat ideal bayi usia 7-12 bulan
Pexels/william-fortunato

Perkembangan dan pertumbuhan si Kecil penting untuk selalu dipantau. Tujuannya untuk memastikan berat dan pertumbuhan anak tetap baik dan proporsional.

Sebab, hasil Riset Kesehatan Dasar (2018) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan menyebutkan 1 dari 10 anak di Indonesia punya berat badan kurang ideal berdasarkan tinggi badannya. Oleh karenanya, sebagai orangtua kita perlu sadar dan tahu berat badan ideal bayi sesuai usia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Berikut adalah lebih lengkapnya:

  • Usia 7 bulan, berat badan bayi laki-laki sebaiknya tidak kurang dari 6,7kg dan tidak lebih dari 10,2kg atau rata-rata sekitar 8,3kg. Sementara untuk bayi perempuan, rentang normalnya di antara 6,1-9,6kg atau rata-rata 7,6kg.
  • Usia 8 bulan, berat badan bayi laki-laki di antara 7-10,5kg atau rata-rata 8,6kg. Sedangkan untuk bayi perempuan, sebaiknya di antara 6,3-10kg atau rata-rata 7,9kg. 
  • Usia 9 bulan, berat bayi laki-laki seharusnya berada di antara 7,2-10,9kg atau rata-rata 8,9kg. Sedangkan berat bayi perempuan sebaiknya di antara 6,6-10.4kg atau rata-rata 8,2kg. 
  • Usia 10 bulan, berat bayi laki-laki antara 7,5-11,2kg atau rata-rata 9,2kg. Sementara berat bayi perempuan berada di antara 6,8-10,7 kg atau rata-rata 8,5kg.
  • Usia 11 bulan, berat bayi laki-laki sebaiknya tidak kurang dari 7,7kg dan tidak lebih dari 11,5kg atau rata-rata 9,4kg. Sedangkan untuk berat bayi perempuan seharusnya di antara 7-11kg atau rata-rata 8,7kg.
  • Usia 12 bulan, berat badan bayi laki-laki seharusnya tidak kurang dari 7,8kg dan tidak lebih dari 11,8kg atau rata-rata 9,6kg. Sedangkan untuk berat bayi perempuan seharusnya di antara 7,1-11,3kg atau rata-rata 8,9kg.

Itulah tadi berita mengenai ibu di Semarang enggan bawa bayinya yang mengalami gizi buruk ke rumah sakit. Dari kasus ini kita bisa belajar jangan mengabaikan dan menyepelekan sekecil apapun masalah kesehatan anak kita ya, Ma.

Semoga hal ini juga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.