Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bayi Tidak Pernah Tersenyum, Normal atau Tidak? Orangtua Wajib Tahu!

Perlukah Mama khawatir jika bayi tidak pernah tersenyum? Ketahui fakta ilmiahnya!

28 Desember 2022

Bayi Tidak Pernah Tersenyum, Normal atau Tidak Orangtua Wajib Tahu
Freepik/serhii_bobyk

Setiap orangtua di dunia ini pasti langsung dibuat jatuh cinta ketika melihat bayinya tersenyum untuk pertama kali. Momen itu mungkin sangat berkesan, sehingga menempel kuat dalam ingatan.

Umumnya, bayi akan bisa tersenyum ketika usianya sekitar tujuh minggu. Namun, ada beberapa bayi yang justru memperlihatkan tingkah sebaliknya, yaitu tidak pernah tersenyum.

Mungkin sebagian dari Mama mulai mempertanyakan, apakah normal jika bayi tidak pernah tersenyum? Melansir dari Baby Centre, perkembangan setiap bayi berbeda-beda, termasuk tentang belajar tersenyum.

Bila bayi belum memperlihatkan senyuman ketika usianya sudah memasuki dua bulan, tidak perlu khawatir, ya, Ma. Sebab, itu masih dinilai normal.

Banyak faktor yang membuat bayi belum bisa tersenyum, di antaranya karena bayi masih belajar mengoordinasikan gerakan wajah, banyak menangis atau rewel, hingga sedang dalam kondisi sakit.

Nah, untuk pembahasan selengkapnya, berikut Popmama.com telah merangkumnya khusus untuk Mama.

1. Bayi menunjukkan dirinya terhibur bukan hanya lewat senyuman

1. Bayi menunjukkan diri terhibur bukan ha lewat senyuman
Freepik/rawpixel.com

Meski tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih, Mama mungkin juga berpikir apakah itu tandanya bayi tidak bahagia? Bukan berarti begitu kok, Ma.

"Beberapa bayi menunjukkan bahwa mereka terhibur pada sesuatu, atau dia cenderung lebih suka menonton, memperhatikan saksama, atau mendengarkan saja," ujar psikolog keluarga Kathryn Smerling, PhD LCSW, dikutip dari Romper.

Tidak semua bayi menunjukkan kesenangannya lewat senyuman. Bisa saja si Kecil memperlihatkannya dengan cara lain, seperti menggerakan kedua tangan, menggoyangkan jari kakinya atau kedua mata yang membesar.

2. Bayi yang jarang tersenyum dapat mengisyaratkan tanda-tanda terkena sebuah penyakit

2. Bayi jarang tersenyum dapat mengisyaratkan tanda-tanda terkena sebuah penyakit
Freepik/rawpixel.com

Di sisi lain, Mama tetap perlu khawatir apabila bayi menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak biasa. Pasalnya, ada bayi yang jarang tersenyum untuk mengisyaratkan gejala dari sebuah masalah kesehatan.

Dari hasil studi yang diterbitkan Journal of Abnormal Child Psychology menunjukkan bahwa bayi yang didiagnosis autisme lebih jarang tersenyum ketika usianya satu tahun.

Jika Mama mengkhawatirkan kebiasaan anak yang jarang tersenyum, ada baiknya juga dikonsultasikan dengan dokter. Tetap berusaha membuat bayi tersenyum dengan memberikan berbagai stimulasi setiap harinya.

“Sangat penting juga bagi orang tua untuk balas tersenyum pada bayi mereka. Ini akan membantunya tersenyum lebih cepat. Meskipun mungkin tersenyum beberapa saat terasa melelahkan bagi bayi, tapi hal itu penting untuk perkembangan sosial dan emosionalnya," kata Kathryn Smerling.

3. Cara menstimulasi bayi agar tersenyum

3. Cara menstimulasi bayi agar tersenyum
Freepik/Jcomp

Mungkin Mama mulai bertanya-tanya bagaimana cara membuat si Kecil untuk tersenyum. Melansir dari Healthline, cara mendorong bayi agar bisa tersenyum rupanya cukup mudah lho, Ma. Di antaranya adalah:

  • Secara aktif mengajak bayi berbicara
  • Tersenyum kepada bayi
  • Nyanyikan lagu yang disukai bayi
  • Melakukan permainan sederhana seperti ciluk ba

Semua hal di atas baik untuk perkembangan bayi serta dapat melatih keterampilan sosial yang baru muncul. Bayi belajar isyarat sosial dan memperoleh perhatian dari pengasuhan. Jadi, tinggal bagaimana orangtua dapat melakukannya secara rutin untuk menstimulasi si Kecil.

Selamat mencoba cara-cara di atas, ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk