Tidak Terduga, Ini Dia 6 Bukti kalau Bayi Mama Cerdas

Meski belum bisa berbicara, bayi ternyata lebih cerdas dari yang Mama bayangkan

22 Januari 2021

Tidak Terduga, Ini Dia 6 Bukti kalau Bayi Mama Cerdas
Unsplash/Jonathan Borba

Apakah Mama pernah melihat langsung ke mata bayi dan bertanya-apa apa yang sedang dipikirkan si Kecil?

Otak bayi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, ukurannya menjadi dua kali lipat sejak lahir. Dan otak bayi memiliki sekitar 1.000 triliun sinapsis, dua kali lebih banyak dari orang dewasa pada umumnya.

Dengan semua perkembangan itu, si Kecil lebih cerdas dari yang Mama bayangkan meski mereka belum dapat berbicara. Kok bisa, ya?

Simak ulasan Popmama.com berikut ini mengenai enam bukti kalau bayi mama cerdas:

1. Bayi tahu ketika seseorang berbicara dalam bahasa yang berbeda

1. Bayi tahu ketika seseorang berbicara dalam bahasa berbeda
Pexels/Anna Shvets

Bagaimana bayi dapat mengetahui jika seseorang berbicara dengan bahasa asing? Dari tampilan wajah pembicara!

Sebuah studi dari Universitas British Columbia menemukan bahwa, hanya dalam empat bulan, bayi dapat menangkap isyarat visual seperti bentuk mulut pembicara dan gerakan wajah mereka.

Selain itu, bayi berusia di bawah enam bulan dapat membedakan suara dari berbagai bahasa jauh lebih baik daripada orang dewasa. Tapi ini hanya berlangsung selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

2. Mereka menyerah pada tekanan teman sebaya

2. Mereka menyerah tekanan teman sebaya
Freepik/rawpixel

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Cell Biology menemukan bahwa anak di bawah usia dua tahun lebih cenderung meniru suatu perilaku jika tiga atau lebih teman sebaya melakukannya, bukan hanya satu.

Jadi, jika Mama ingin bayi atau balita yang cerdas makan dengan baik, tidur siang, dan bersikap lembut dan baik hati, kelilingi dia dengan teman-teman makan yang baik dan berperilaku baik.

Editors' Picks

3. Bayi cerdas berempati dengan perasaan orang lain

3. Bayi cerdas berempati perasaan orang lain
Freepik/Freepik

Sebuah studi di Universitas Brigham Young menemukan bahwa bayi mampu mendeteksi perubahan mood musik Beethoven. Laboratorium penelitian yang sama menemukan bahwa bayi dapat mencocokkan gonggongan anjing yang marah dan suara anjing yang bersahabat dengan foto anjing yang menunjukkan bahasa tubuh yang mengancam atau bersahabat. Hebat bukan?

4. Bayi memahami arti kata-kata

4. Bayi memahami arti kata-kata
Pixabay/Profile

Ada teori menyatakan bahwa bayi tidak membuat hubungan antara benda dan namanya sampai bayi berusia setidaknya satu tahun. Tapi ternyata mereka mulai mengerti pada usia sekitar enam bulan, jauh sebelum mereka bisa berbicara.

Peneliti dari University of Pennsylvania menunjukkan gambar bagian tubuh bayi dan meminta orangtua mengajukan pertanyaan seperti, "Di mana matanya?" Bayi-bayi itu memandang bagian tubuh yang ditanya lebih lama dari yang lain, menandakan bahwa mereka mengetahui arti kata tersebut. Ini salah satu alasan bagus untuk mengobrol dengan bayi mama.

5. Mereka murah hati secara naluri

5. Mereka murah hati secara naluri
Freepik/tzido

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa, semakin murah hati seorang bayi, semakin bahagia mereka.

Peneliti memberi bayi satu biskuit dan meminta mereka untuk memberikannya pada boneka. Kemudian mereka memberi bayi itu dua biskuit dan meminta mereka untuk memberikan satu saja untuk boneka. Setelah mengukur respons bayi, mereka menemukan bahwa bayi lebih bahagia ketika mereka memberikan satu biskuit daripada berbagi biskuit.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa kesenangan membantu orang lain yang membutuhkan adalah emosi bawaan manusia.

6. Bayi mengerti soal keadilan

6. Bayi mengerti soal keadilan
Freepik/Freepik

Pada usia lebih dari satu tahun, bayi dapat mengetahui ketika seseorang mendapatkan kesulitan. Peneliti di University of Washington meminta balita menonton video sekelompok orang yang menerima susu dan biskuit, dalam ukuran yang sama dan tidak seimbang. Balita lebih memerhatikan distribusi yang tidak merata, menunjukkan bahwa mereka sadar dan terkejut dengan perbedaan tersebut.

Bayi dan balita yang paling terbiasa dengan ketidakadilan susu dan biskuit ini lebih cenderung untuk berbagi mainan mereka dan menunjukkan bahwa mereka tidak egois dalam penelitian selanjutnya.

Demikian enam bukti kalau bayi mama cerdas. Meski bayi mama belum dapat berbicara, mereka dapat berkomunikasi dan menunjukkan kecerdasannya dengan caranya sendiri. Tugas Mama adalah melakukan beberapa hal yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.