Studi Terbaru: Paparan Alergen sejak Dini Hindari Risiko Bayi Alergi

Apakah ini berlaku untuk semua bayi?

9 Juni 2021

Studi Terbaru Paparan Alergen sejak Dini Hindari Risiko Bayi Alergi
Freepik/user18526052

Belakangan ini tampaknya alergi makanan ada di mana-mana dan cenderung meningkat. Para ahli memperkirakan bahwa 1 dari 13 anak menderita alergi makanan yang parah.

Salah satu jenis makanan yang menjadi pemicu alergi adalah kacang tanah. Padahal, selai kacang adalah makanan favorit satu anak namun dapat mematikan bagi anak lainnya.

Apakah pengenalan makanan padat sejak dini ada hubungannya dengan alergi? Tetapi dengan semua informasi yang saling bertentangan mengenai kapan dan bagaimana cara terbaik untuk memperkenalkan bayi pada alergen dan makanan?

Sebuah studi terbaru mengungkapkan paparan alergen sejak dini hindari risiko alergi bayi. Mama dapat menemukan informasinya pada ulasan Popmama.com berikut ini ya.

Alergi dan Pengenalan Makanan Padat

Alergi Pengenalan Makanan Padat
Freepik/senivpetro

Studi LEAP menemukan bahwa memperkenalkan kacang pada bayi sebelum 11 bulan mengurangi prevalensi alergi kacang hingga 80%.

Studi ini menyebabkan perubahan mendasar bagi para ahli kesehatan dalam memberikan rekomendasi soal makanan padat dan alergen.

Sejak itu, banyak penelitian telah mereplikasi temuan ini dan telah mendukung pengenalan awal makanan sebagai cara yang efektif untuk mencegah perkembangan alergi makanan.

Rekomendasi terbaru adalah bahwa paparan alergen dapat dimulai sejak usia enam bulan pada rata-rata bayi.

Editors' Picks

Paparan Dini Memberikan Efek Perlindungan

Paparan Dini Memberikan Efek Perlindungan
Pixabay/Windelprinz

Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan dini dapat memiliki efek perlindungan dalam mengurangi kemungkinan bayi terkena alergi.

Tentu saja, ada banyak pengecualian untuk aturan ini, seperti apakah bayi telah mengembangkan eksim parah atau apakah keluarga memiliki riwayat alergi parah.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah berkonsultasi dengan dokter anak soal kondisi bayi dan pengenalan makanan padat. Tidak ada dua bayi yang sama, dan bayi mama mungkin memerlukan pendekatan yang dipersonalisasi.

Inilah yang dapat Mama lakukan pada setiap tahap kehidupan si Kecil untuk meminimalkan risiko alergi:

1. Selama kehamilan dan periode bayi baru lahir

1. Selama kehamilan periode bayi baru lahir
Freepik/valuavitaly

Pertama, pastikan Mama mengonsumsi vitamin prenatal selama kehamilan. Mama mungkin juga ingin mempertimbangkan diet kaya probiotik dan memaparkan janin dengan berbagai macam makanan. Cobalah untuk tidak membatasi jenis makanan apa pun selama kehamilan. Ingat, janin akan makan apa yang Mama makan. Semakin Mama mengekspos janin pada beragam makanan, semakin baik!

Setelah melahirkan, menyusuilah  jika memungkinkan. Menyusui memaparkan bayi pada berbagai macam alergen sejak dini dalam kehidupan mereka.

Makan makanan yang sehat dan seimbang saat menyusui tanpa menghindari kelompok makanan utama jika bisa.

Jika Mama tidak dapat menyusui, jangan khawatir, Mama masih memiliki kesempatan lain untuk mengekspos bayi pada berbagai alergen yang berbeda.

2. Ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI

2. Ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI
Freepik

Mulailah dengan satu makanan pada satu waktu, pertama dengan bubur sayuran, buah-buahan, lalu daging.

Biarkan bayi kotor sejak usia dini. Waktu makan seharusnya berantakan. Selain itu, perkenalkan bayi dengan binatang peliharaan (jika ada) dan alam terbuka sejak dini, Ma.

Terlibatlah secara aktif dalam waktu makan bersama bayi. Mama dapat mengobrol dengan si Kecil saat menyusui dan memberikan makanan. Beri tahu mereka mengapa makanan itu baik untuk mereka. Ajari mereka tentang makanan sejak dini.

Jangan berkecil hati jika bayi tampaknya tidak menyukai jenis makanan tertentu. Teruslah mencoba untuk mengekspos mereka padanya. Seleranya dapat berubah.

Para peneliti merekomendasikan paparan alergen seperti kacang dan telur sejak usia enam bulan dengan bimbingan dokter anak. Jika Mama memiliki kekhawatiran tentang intoleransi atau alergi, memiliki riwayat alergi di dalam keluarga, diskusikan dulu dengan dokter.

Setelah Mama memulai pengenalan kacang, lanjutkan sebagai bagian dari MPASI mereka setidaknya tiga kali seminggu untuk paparan alergen yang konsisten.

Pilihan ada di tangan mama. Diskusikan dengan dokter yang mengetahui kondisi bayi mengenai cara terbaik untuk memperkenalkan makanan pemicu alergen sejak dini.

Apakah bayi mama memiliki alergi tertentu?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.