Sedang Musim Penyakit, Ini Penyebab dan Gejala Pneumonia pada Bayi

Ma, perhatikan gejalanya berikut ini agar Mama bisa memberi penanganan yang tepat pada si Kecil

24 November 2020

Sedang Musim Penyakit, Ini Penyebab Gejala Pneumonia Bayi
Frepik/A3pfamily

Pneumonia mungkin menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh para orangtua, terutama mereka yang memiliki anak usia bayi dan balita. Bagaimana tidak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa pneumonia masih menjadi penyakit infeksi yang paling mematikan untuk anak berusia di bawah lima tahun.

Di tengah kewaspadaan kita terhadap virus corona, sayangnya penyakit pneumonia pada bayi juga masih cukup banyak dialami oleh anak-anak, termasuk bayi.

Lalu apa sebenarnya pneumonia dan apa saja penyebab pneumonia pada bayi?

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya khusus untuk Mama:

Fakta Pneumonia pada Bayi

Fakta Pneumonia Bayi
Unsplash/Brytny.com

Dikutip dari laman IDAI, pneumonia pada bayi adalah radang paru-paru akut yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, misalnya bakteri atau virus, yang bisa terjadi pada bayi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan sekitar 800.000 anak Indonesia terkena pneumonia. Menurut IDAI, setiap 20 detik, satu dari enam orang anak meninggal karena pneumonia.

Tak hanya di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 melaporkan hampir enam juta anak balita meninggal dunia, dan 16 persennya meninggal karena pneumonia.

Hal tersebut tentu sangat memprihatinkan, karena pneumonia sebenarnya adalah penyakit yang dapat dicegah.

Editors' Picks

Penyebab Pneumonia pada Bayi

Penyebab Pneumonia Bayi
Freepik/Shutter2u

Menurut situs Baby Center, ada dua jenis pneumonia, yaitu yang disebabkan oleh bakteri dan yang disebabkan oleh virus. Bayi biasanya terkena pneumonia dari respiratory syncytial virus (RSV).

American Lung Association mengatakan ada lima penyebab utama pneumonia, yaitu:

  • Bakteri,
  • virus,
  • mycoplasma,
  • penyebab infeksi lainnya (seperti jamur, termasuk pneumocystis),
  • berbagai bahan kimia.

Ada banyak sekali jenis bakteri dan virus yang bisa menyebabkan pneumonia, namun yang paling sering menjadi penyebab adalah:

  • Bakteri
    • Pneumokokus (Streptococcus pneumonia)
    • HiB (Haemophilus influenza type b)
    • Stafilokokus (Staphylococcus aureus)
  • Virus
    • Rhinovirus
    • Respiratory syncytial virus (RSV)
    • Virus influenza
    • Virus campak (morbili)

Gejala Pneumonia pada Bayi

Gejala Pneumonia Bayi
Freepik/Zurijeta

Berikut ini adalah gejala pneumonia pada bayi yang disebabkan oleh bakteri:

  • Demam tinggi,
  • napas cepat (frekuensi napas cepat pada bayi 2-12 bulan adalah 50 kali per menit),
  • batuk,
  • tidak tampak sakit parah,
  • kurang nafsu makan,
  • sulit bernapas,
  • detak nadi lebih cepat,
  • muntah,
  • diare,
  • leher kaku (jarang terjadi),
  • sakit pada bagian abdominal.

Sedangkan gejala pneumonia pada bayi akibat virus adalah:

  • Diawali dengan tanda seperti sakit flu yang semakin lama semakin parah,
  • demam,
  • batuk,
  • napas berbunyi,
  • napas cepat,
  • lemah,
  • muntah,
  • diare.

Cara Mencegah dan Mengatasi Pneumonia pada Bayi

Cara Mencegah Mengatasi Pneumonia Bayi
Freepik/Mrsiraphol

WHO mengatakan ada 3 langkah utama untuk menanggulangi pneumonia, yaitu proteksi, pencegahan, dan tata laksana yang tepat. Langkah tersebut adalah:

  • Proteksi

Langkah ini termasuk memberikan ASI eksklusif, nutrisi yang cukup, menjauhkan dari asap rokok dan polutan lainnya, dan hidup bersih juga higienis.

  • Pencegahan

Pneumonia bisa dicegah dengan memberikan imunisasi lengkap, yang dapat menurunkan angka kejadian hingga 50 persen. IDAI telah merekomendasikan pemberian imunisasi PCV untuk anak usia dua bulan hingga lima tahun.

  • Tata laksana yang tepat

Dimulai dari deteksi dini gejala pneumonia, hingga memberikan pengobatan yang cepat dan tepat jika bayi mengalami pneumonia.

Itulah tadi informasi mengenai pneumonia pada bayi. Jangan lupa memberikan imunisasi lengkap untuk si Kecil ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.