Jika Sering Rewel, Cek 5 Tanda Bayi Mengalami Separation Anxiety

Jika si Bayi mengamuk saat mama pamit pergi padanya, artinya perkembangan otaknya sedang berlangsung

26 Februari 2020

Jika Sering Rewel, Cek 5 Tanda Bayi Mengalami Separation Anxiety
Pixabay/Pinkpig0416

Bagi beberapa Mama, tidur di kamar yang terpisah dengan bayi memang menjadi pilihan terbaik. Cara ini dipercaya dapat membuat anak tumbuh lebih mandiri, berani, dan tidak manja. Apa bayinya tidak ketakutan tidur sendiri? Ternyata itu bukan masalah, Ma. Mungkin karena sudah terbiasa juga ya untuk tidak tidur di samping Mama.

Nah, walau beberapa anak sudah terbiasa tidur sendiri, namun entah kenapa tiba-tiba anak menangis kalau ditinggal Mama. Apa anak Mama pernah mengalami ini? Jika ya, mungkin ia sedang mengalami separation anxiety atau rasa khawatir saat ditinggal Mama.

Hal ini sebenarnya sangat normal terjadi dalam tumbuh kembang anak, Ma. Namun tidak ada salahnya jika Mama mengenali tanda-tanda anak mengalami separation anxiety.

Mama mau tahu apa saja tandanya? Yuk, simak penjelasan Popmama.com berikut ini:

1. Pola tidur bayi terganggu

1. Pola tidur bayi terganggu
Freepik/Freephoto

Sangat normal jika bayi mengalami separation anxiety hingga menggangu tidurnya. Biasanya anak akan lebih sering terbangun dan menangis mencari Mama. Bahkan untuk anak yang tidur bersama Mama, ia masih bisa bangun tidur menangis mencari.

“Perkembangan besar ini umumnya terjadi ketika bayi berusia 9 sampai 18 bulan. Itu artinya, semua telah berubah bagi bayi, dan dia butuh Mama untuk menenangkannya kembali, khususnya di malam hari,” ujar Sarah Ockwell-Smith, sleep expert.

2. Bayi menjadi bangun lebih cepat

2. Bayi menjadi bangun lebih cepat
Freepik/A3pfamily

Masalah separation anxiety, juga membuat bayi bangun tidur lebih cepat dan kesulitan untuk tidur kembali, kecuali jika ditemani Mama.

Walau fase ini sangat melelahkan (bagi bayi dan Mama), namun separation anxiety adalah pertanda baik. Maksudnya, berarti anak memiliki kedekatan yang baik dengan Mama, dan itu tanda psikis yang kuat bahwa anak akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri dan mandiri.

Editors' Picks

3. Bayi menangis jika diasuh oleh orang lain

3. Bayi menangis jika diasuh oleh orang lain
Freepik/Indylooker

Ini masalah terberat untuk Mama yang sering menitipkan anak di daycare atau diasuh orang lain, meski di rumah sendiri. Saat anak mengalami separation anxiety, biasanya ia tidak mau ditinggal Mama dan dibiarkan bersama orang lain selain Mama.

“Coba gunakan essential oil sebagai parfum selama 4 sampai 6 minggu. Kemudian minta orang lain yang mengasuh si Bayimenggunakannya juga. Dengan begitu, anak bisa merasakan ‘aroma’ mama kapan pun ia menghirup wangi essential oil tersebut,” saran Sarah.

4. Bayi menangis ketika ditinggal sendiri

4. Bayi menangis ketika ditinggal sendiri
Freepik/Jcomp

Baru semenit Mama meninggalkan si Kecil, namun ia sudah menangis sedih sekali. Itu bahkan tidak hanya terjadi di malam hari. Bayi yang mengalami separation anxiety biasanya tidak suka ditinggal sendiri sepanjang hari.

“Jangan memaksakan anak untuk bisa mandi. Ide meninggalkan bayi sendiri untuk berapa lama pun tidak akan membantunya lebih mandiri di usia ini,” jelas Sarah.

Ciri lain bayi mengalami separation anxiety adalah ia tidak hanya mau ada di dekat Mama, tetapi juga mau lebih sering digendong, dan lebih manja.

5. Bayi tidak suka main sendirian

5. Bayi tidak suka main sendirian
Freepik/Peoplecreations

Jangankan tidur sendirian, main sendirian saja dia bisa menangis tersedu-sedu, Ma. Tandanya adalah bayi bisa tidak memedulikan main favoritnya, demi bisa bermanjaan dengan Mama.

Bayi mau Mama ikut bermain dengannya, dan ia akan selalu memastikan Mama tidak pernah meninggalkannya.

Nah, sekarang Mama tahu tanda-tanda anak sedang mengalami separation anxiety. Nikmati saja masa-masa ini, Ma. 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.