Dos and Donts: Pertolongan Pertama Pada Bayi

Bayi terjatuh, terkena panas, atau bibirnya sobek? Ini hal pertama yang harus Mama lakukan

12 November 2018

Dos and Donts Pertolongan Pertama Bayi
Pixabay/3dman_eu

Walaupun Mama telah menjaga si Kecil sepenuh hati, kecelakaan mungkin saja terjadi. Apalagi dengan keingintahuan bayi yang amat tinggi terhadap keadaan di sekitarnya.

Terjatuh, melepuh akibat terkena benda panas, mata kemasukan benda asing, bisa jadi dialami si Kecil. Walaupun mungkin anak Mama belum pernah mengalaminya (dan semoga tidak pernah), namun tak ada salahnya Mama mengetahui pertolongan pertama yang harus Mama lakukan, jika terjadi hal-hal berikut ini. 

Yuk, kita simak satu per satu.

1. Benjol besar di kepala akibat terjatuh

1. Benjol besar kepala akibat terjatuh
Pixabay/StockSnap

Kepala dipenuhi oleh pembuluh darah. Walaupun Mama tak perlu terlalu khawatir, namun saat terbentur, pembuluh darah bisa pecah, mengeluarkan banyak darah pada luka, dan bahkan memunculkan benjolan sebesar telur ayam. 

Don'ts

  • Mengompres benjolan dengan menyentuhkan kulit dan es secara langsung. Hal ini bisa jadi merusak kulit.
  • Mengoleskan salep pada luka terbuka untuk mengempiskan benjolan.

Dos 

  • Bungkus es dengan handuk atau baju tipis.
  • Letakkan es pada benjolan selama dua menit dan lepaskan selama dua menit, selama setengah jam.
  • Alihkan perhatian si Kecil dengan menyusuinya atau mengajaknya bermain, sambil memerhatikan hal-hal lain yang harus dilakukan selama 24 jam ke depan, apalagi jika terbentur di bagian belakang kepala.
  • Salep yang mengandung zat aktif Heparin Sodium untuk menghilangkan memar seperti Thrombophop Gel untuk mencegah pembekuan darah di bawah kulit, juga bisa Mama oleskan di bagian yang benjol, dengan catatan, tidak ada luka terbuka di sana.

2. Kulit bayi melepuh

2. Kulit bayi melepuh
Pixabay/ColiN00B

Dont's

Meletakkan es, mentega, odol pada bagian yang melepuh atau terbakar, bahkan mengoleskan salep tanpa petunjuk dari dokter.

Dos

Rendam bagian yang melepuh atau terbakar di air matang yang dingin.

Jika keadaaan tak memungkinkan untuk perendaman, kompres bagian tersebut dengan es terbungkus handuk atau baju, hingga bayi tak merasa kesakitan, biasanya sekitar 30 menit.

Editors' Picks

3. Mata bayi kemasukan benda asing

3. Mata bayi kemasukan benda asing
Pixabay/Tookapic

Don'ts

  • Berusaha mengeluarkannya dengan tangan Mama.
  • Memberi obat tetes tanpa rekomendasi dokter.
  • Menekan mata bayi yang terpejam dengan tisu atau sejenisnya.
  • Mengeluarkan benda asing jika benda itu terletak di pupil mata, agar tak tergores.

Dos

Cuci tangan Mama, basahi kapas dengan air bersih, dan perlahan usap di mata bayi agar benda asing tersebut keluar. Hal ini hanya berlaku jika benda terlihat di ujung mata bayi, atau di bawah kelopak mata (misalnya terdapat pasir atau bulu mata). 

Cara lainnya adalah dengan menuangkan sedikit demi sedikit air minum dari botol, yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh, ke mata bayi.

Lakukan semua hal ini dengan bantuan orang lain yang dapat memegangi tubuh dan tangan si Kecil ya Ma. Jika tak berhasil juga dan keadannya meresahkan, lebih baik segera bawa bayi ke dokter.

4. Bibir sobek

4. Bibir sobek
Pixabay/Wanderson91

Saat terjatuh kala belajar berjalan, bisa jadi muka bayi mendarat di lantai. Bibir bisa jadi sobek akibat terantuk gigi. Walaupun luka ini juga akan mengeluarkan banyak darah, namun luka di bibir tak berbahaya dan lebih cepat sembuh dibandingkan luka di bagian lain.

Dos

Memberikan es batu langsung di bibir yang terluka.

Pada anak yang lebih besar dan sudah bisa makan es, berikan es loli untuk mempercepat penyembuhan lukanya.

Tapi Mama harus berjaga-jaga. Jika luka tetap terbuka dan mengeluarkan darah secara terus menerus selama 10 menit, segera bawa si Kecil ke dokter.

5. Duri atau serpih kayu menyisip di kulit

5. Duri atau serpih kayu menyisip kulit
Pixabay/Webandi

Don'ts

Mengeluarkan serpih dengan kuku Mama. Karena bisa jadi infeksi karena kotor atau tidak steril.

Dos

Cuci bagian tersebut dengan air dan sabun.

  • Kompres dengan es agar bagian tersebut menjadi baal, dan keluarkan duri atau serpih yang masuk sepenuhnya dengan jarum atau peniti yang telah disterilkan menggunakan alkohol atau api.
  • Jika terdapat serpihan yang menyembul di luar kulit, gunakan pinset yang juga telah disterilkan dengan alkohol atau api.
  • Jika serpihan ini sulit sekali dikeluarkan, selama beberapa hari berikutnya, rendam bagian tersebut di dalam air sabun yang hangat tiga kali sehari, masing-masing selama 15 menit untuk membantu tubuh mengeluarkan benda asing dengan sendirinya.
  • Bawa si Kecil ke dokter jika luka seperti ini membengkak atau memerah. 
  • Hal terakhir yang harus Mama ingat: jangan panik dalam menangani si Kecil ya Ma. Tetaplah tenang agar si Kecil juga tenang dan mudah ditangani.

Bersikap tetap tenang di dalam segala situasi akan menguntungkan Mama dan si Kecil. Sikap tenang, bisa membantu Mama berpikir lebih jernih dan melakukan pertolongan pertama dengan benar.

Jadi, tarik napas dan obati si Kecil, ya!

Baca juga: Obat-obatan yang harus ada di kotak P3K Mama