Saatnya Mengamankan Bayi dari 6 Titik Berbahaya di Rumah, Ma!

Perhatikan hal-hal berikut ini, khususnya saat Kecil mulai belajar berjalan ke sana sini

28 Februari 2020

Saat Mengamankan Bayi dari 6 Titik Berbahaya Rumah, Ma
Freepik/katemangostar

Tak terasa, setelah berhasil menegakkan kepalanya, belajar mengangkat badan, serta merangkak, kini akhirnya si Kecil mulai berdiri dan belajar berjalan. 

Artinya, sudah waktunya Mama memperhatikan keadaan di dalam ruangan. Adakah benda-benda yang bisa ia raih dan menimpanya? Apakah kabel elektronik aman terlindungi dari jangkauannya? Bagaimana dengan barang pecah belah di atas meja yang rendah?

Mama perlu ingat, benda-benda yang ukurannya biasa bagi Mama, adalah hal yang luar biasa bagi si kecil. Toilet yang tingginya hanya sekitaran lutut Mama, bisa jadi setinggi dada bagi si Kecil. Membuatnya mirip wadah porselen raksasa dengan air di dasarnya.

Anak tangga, yang hanya membutuhkan sedikit energi bagi Mama untuk menaikinya, bagi si Kecil bisa jadi seperti panjatan yang cukup menantang untuk dilalui, tanpa perhitungan sama sekali.

Jadi, ini saatnya bagi Mama untuk menilik titik-titik di rumah, yang memiliki potensi bahaya cukup besar bagi si Kecil. Berikut beberapa area yang harus Mama berikan perhatian lebih, berdasarkan panduan yang dirilis oleh laman What to Expect:

1. Segala bentuk sudut dan tepian di tembok, tangga, meja, lemari

1. Segala bentuk sudut tepian tembok, tangga, meja, lemari
Freepik/katemangostar

Meja mungil yang dilapisi oleh kaca di atasnya bisa jadi tampak berkelas saat diletakkan di ruang tamu atau ruang keluarga Mama. Namun, Mama harus ingat bahwa si Kecil yang baru tertatih-tatih melangkah, bisa jadi terjatuh dengan kepala membentur sudut tajam.

Untungnya, pelindung sudut dan tepian dari silikon mudah didapatkan bahkan di toko online. Demikian juga dengan pelindung tepian yang tajam. Pelindung seperti ini setidaknya akan menahan benturan agar tidak melukai si kecil. 

Namun, Mama tetap harus waspada, kalau-kalau saja si Kecil mengalami cedera di bagian kepala karena terantuk benda-benda keras.

2. Cairan berbahaya serta obat-obatan

2. Cairan berbahaya serta obat-obatan
Freepik

Mama perlu amat berhati-hati dengan hal yang satu ini. Jauhkan cairan berbahaya dari jangkauan si Kecil. Contohnya segala jenis cairan pembersih. Juga obat-obatan berbentuk pil dengan warna yang menggoda mata si Kecil. 

Jangan pernah berpikir meja atau rak yang tinggi tak akan bisa dijangkau oleh si Kecil. Apalagi jika ia anak yang aktif dan gemar memanjat. Letakkan segala hal yang berbahaya semacam itu di dalam laci yang bisa Mama kunci.

3. Tangga dan pintu

3. Tangga pintu
Pexels/Gerritt Tisdale

Batasi si Kecil agar ia tak menaiki tangga di rumah dengan memasang pagar yang memang dibuat untuk menghalangi tangga. Biasanya pembatas semacam ini dipasang di bagian bawah tangga dan atas tangga. Laman What to Expect menyarankan, agar Mama memasang pembatas di bagian bawah dengan menyisakan dua atau tiga anak tangga agar si Kecil bisa berlatih naik dan turun tangga dengan aman, tentunya di bawah pengawasan Mama.

Sementara itu, berikan perhatian lebih pada pintu yang mengarah ke ruang kerja dengan bahaya terkait peralatan elektronik. Letakkan pengunci tambahan di bagian atas. Mama juga bisa memasang pengaman di pegangan pintu agar sulit dibuka oleh si Kecil.

Editors' Picks

4. Jendela, gorden, dan tali kerainya

4. Jendela, gorden, tali kerainya
Freepik/Freepic.diller

Pastikan si Kecil tak bisa memanjat ke arah jendela dan terjungkal ke luar. Apalagi jika terdapat sofa yang memunggungi jendela, misalnya. Untuk menghindari hal ini, Mama bisa memasang pengaman jendela agar tak bisa terbuka lebar. Pengaman seperti ini memiliki dua ujung. Satu disekrupkan ke bingkai dan satu lagi ke daun jendela. Di antaranya terdapat semacam pengikat yang membatasi lebar bukaan jendela.

Jika Mama menggunakan kerai, pastikan talinya tak bisa diraih oleh si Kecil. Bahaya tercekik bisa mengintainya jika Mama membiarkan talinya begitu saja. Pendekkan tali dengan cara menyimpulnya di bagian atas. 

5. Kompor, peralatan elektronik, dan benda panas lainnya

5. Kompor, peralatan elektronik, benda panas lainnya
Pixabay/Republica

Walaupun sebisa mungkin Mama menjauhkan si Kecil dari kompor, namun kakinya akan membawa ia ke manapun ia melangkah, termasuk dapur. Jadi, Mama juga perlu memperhatikah beberapa hal di dapur, terkait keamanan si Kecil.

Saat memasak, jika kompor mama memiliki beberapa tungku untuk memasak, gunakan yang letaknya di bagian belakang, agar si Kecil terhindar dari bahaya saat tangannya menggapai-gapai kompor. Jika Mama kompor Mama hanya memiliki dua tungku masak, sebisa mungkin putar pegangan panci menjauhi tepian kompor agar si Kecil tak bisa meraihnya.

Tersedia pula pengaman yang bisa dipasang di tombol kompor agar si Kecil tak bisa memutarnya. Selain itu, pastikan peralatan dapur lainnya berada jauh dari tepian meja dapur. Pastikan pula peralatan elektronik tak terhubung dengan listrik dengan mencopot colokannya.

6. Kamar mandi dan tempat-tempat licin lainnya

6. Kamar mandi tempat-tempat licin lainnya
Pexels/Pixabay

Bagi si Kecil, toilet bisa jadi tempat yang asik untuk melemparkan mainnya agar berenang di air. Hati-hati pula jika ia berniat memanjatinya untuk mengambil mainannya yang dijatuhkan ke dalam. Gunakan pengunci pada tutup toilet, agar si Kecil tak bisa membukanya. 

Mama perlu berhati-hati pula terhadap lantai yang basah dan licin. Pengaman pintu juga bisa digunakan pada pintu menuju toilet agar si Kecil tak bisa melewatinya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.