Apakah Bayi Kembar Harus Tidur di Kamar yang Sama?

Memisahkan bayi kembar akan memengaruhi ikatan emosional mereka, benarkah?

17 Juni 2021

Apakah Bayi Kembar Harus Tidur Kamar Sama
Freepik/freepic.diller

Memiliki bayi kembar adalah sebuah anugerah yang membahagiakan bagi keluarga. Tentu saja mengasuh bayi kembar memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi orangtua baru.

Ada banyak pertanyaan yang melintas di kepala orangtua mengenai pengasuhan bayi kembar agar mereka bisa bertumbuh sebagaimana mestinya dengan kepribadian mereka masing-masing yang tercipta unik. 

Salah satu hal yang seringkali ditanyakan oleh orangtua adalah tentang bagaimana bayi kembar menjalani hari-hari mereka. Mulai dari yang paling dasar yaitu apakah bayi kembar harus tidur di kamar yang sama  ez? Apakah dampaknya pada perkembangan emosional dan keterikatan mereka? 

Kali ini Popmama.com akan merangkum penjelasannya, dilansir dari Kidspot:

Bolehkah Bayi Kembar Tidur di Ranjang yang Sama?

Bolehkah Bayi Kembar Tidur Ranjang Sama
Pixabay/valneyribeirojr

Penelitian menunjukkan bahwa cara teraman menidurkan bayi kembar di rumah adalah di ranjangnya masing-masing. Tetapi pada kondisi tertentu, bayi kembar boleh tidur dalam satu ranjang yang sama untuk alasan kepraktisan. Misalnya saat bepergian dan tempat tidur bayi yang terpisah tidak tersedia. 

Jika bayi kembar harus tidur di ranjang yang sama, pastikan mereka tidak berbagi selimut atau bantal yang sama. Idealnya, gunakan kantong tidur untuk setiap bayi yang sudah tidak lagi dibedong untuk mencegah bahaya.
 

Editors' Picks

Keuntungan Tidur di Kamar yang Sama untuk Bayi Kembar

Keuntungan Tidur Kamar Sama Bayi Kembar
Pixabay/juanluis

Dengan tidur di kamar yang sama, orangtua akan lebih mudah merawat kedua bayi kembar. Memberi makan, menidurkan bayi, atau pun menjaga bayi menjadi lebih mudah di saat bersamaan karena jarak bayi yang berdekatan. Selain itu, lebih sedikit ruang yang dibutuhkan karena semua kebutuhan bayi kembar berada pada satu ruangan. 

Tingkat kecemasan pun dapat dikelola dengan baik. Menenangkan satu bayi yang cemas saja rasanya cukup kewalahan ya, Ma, apalagi jika dua bayi kembar mengalami kecemasan bersama-sama di malam hari. 

Kekurangan Tidur di Kamar yang Sama untuk Bayi Kembar

Kekurangan Tidur Kamar Sama Bayi Kembar
Freepik/yanadjana

Bayi kembar pun punya pola tidur yang berbeda. Yang satu mungkin lebih mudah ditidurkan, sementara yang lainnya lebih lama terjaga. Bayi yang sedang tidur bisa merasa terganggu ketika sang Orangtua merawat yang belum tidur. Hal ini dapat menyebabkan perubahan perilaku pada bayi yang lebih mapan. Di sisi lain, bayi yang lebih mapan mungkin akan protes jika melihat saudaranya mendapat perhatian lebih sementara ia tidak. 

Lahir dan Tumbuh Bersama-sama, Kebutuhannya Berbeda

Lahir Tumbuh Bersama-sama, Kebutuhan Berbeda
Pixabay/FreeWorld

Banyak orangtua merasa berkewajiban menjaga anak kembar mereka agar tetap dekat. Memisahkan anak kembar di ruangan yang berbeda terasa seperti bertentangan dengan tanggungjawab untuk menjaga hubungan dekat mereka. Meskipun secara teori hal ini terdengar adil dan masuk akal, tetapi kenyataannya berbagi kamar tidak selalu ideal lho, Ma.

Ada berbagai masalah tidur dan perilaku yang berbeda pada setiap anak kembar. Satu anak mungkin lebih terjaga ketimbang lainnya. Sementara yang lainnya lebih mudah menangis atau kurang sabar sehingga membutuhkan lebih banyak perhatian. 

Pada sebagian kasus, anak kembar lebih tenang jika terpisah karena lebih mudah mengasuh dan memenuhi kebutuhan mereka yang berbeda-beda jika ada sedikit ruang fisik di antara mereka. 

Jadi 1 Kamar atau 2 Kamar?

Jadi 1 Kamar atau 2 Kamar
Pixabay/1035352

Alokasi kamar adalah hal yang perlu mendapat pertimbangan khusus dan matang dari orangtua. Terutama menimbang ketersediaan ruang dan apa yang cocok untuk keluarga. 

Pada masa bayi baru lahir, kebanyakan bayi kembar berbagi kamar dengan orangtua. Tempat teraman bagi semua bayi adalah tidur di ranjangnya sendiri, di kamar orangtua mereka, selama 6-12 bulan pertama kehidupan.

Beberapa poin ini dapat menjadi pertimbangan:

  • Seperti apa tata letak rumah, jumlah, dan ukuran kamar tidur di rumah 
  • Bisakah memasukkan dua tempat tidur bayi dan perabotan lainnya ke dalam satu ruangan?
  • Amati perilaku bayi kembar mama. Apakah mereka lebih tenang atau lebih rewel ketika bersama dan terpisah?
  • Pertimbangkan energi yang diperlukan untuk mengasuh dua bayi dalam ruangan yang berbeda. Mungkin tampak baik-baik saja dalam tahap perencanaan, tetapi apakah ideal dalam praktiknya?

Itulah jawaban dari pertanyaan mengenai apakah bayi kembar harus tidur di tempat yang sama. Semoga artikel ini menginspirasi Mama dalam mempertimbangkan kenyamanan tidur bayi kembar mama dan juga mengelola pengasuhan orangtua. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.