5 Cara Mengolah MPASI Tahu yang Enak, Bikin si Kecil Doyan Makan

Yuk, pelajari caranya, dijamin si Kecil doyan dan asupan proteinnya terpenuhi dengan baik

17 September 2019

5 Cara Mengolah MPASI Tahu Enak, Bikin si Kecil Doyan Makan
wikipedia.org/ Fireworks

Saat mulai masuk masa MPASI, bayi perlu diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan. Tujuannya untuk memperkenalkan rasa dan tekstur makanan yang beranekaragam. Mulai dari yang halus hingga yang renyah, tetapi masih dapat dicerna.

Namun, seringkali orangtua kebingungan memilih bahan makanan apa yang bisa diolah hari ini menjadi menu MPASI si Jagoan Kecil. Padahal bahan-bahan di sekitar kita saja bisa kok disajikan menjadi MPASI yang penuh gizi. Salah satunya adalah tahu. 

Tahu adalah produk olahan kedelai yang bergizi tinggi. Dilansir dari The Spruce, dalam 100 gram tahu atau sekitar 1/2 cangkir penyajian mengandung 11 gram protein dan 100 kalori. Sebagai perbandingan, 100 kalori daging sapi cincang mengandung 8,9 gram protein dan 100 kalori keju hanya mengandung 6,2 gram protein. 

Jadi, tak ada salahnya memasukkan tahu dalam menu rutin MPASI si Kecil bukan, Ma? Bingung bagaimana cara mengolahnya? Popmama.com punya tips mengolah tahu yang sangat mudah dan dijamin bayi Mama menyukainya.

1. Tahu kukus

1. Tahu kukus
Upload.wikimedia.org

Tahu sudah mempunyai citarasa gurih yang nikmat tanpa perlu banyak bumbu. Mama bisa menyajikannya dengan cara mengukusnya begitu saja. Pastikan mencuci bersih tahu sebelum mengukusnya, kemudian sajikan pada si Kecil dengan potongan-potongan kecil yang mudah dikunyah agar bayi tidak tersedak.

2. Tahu lapis renyah

2. Tahu lapis renyah
karylskulinarykrusade.com

Cara kedua ini bisa Mama terapkan untuk MPASI bayi berusia delapan bulan. Gulirkan tahu dalam remahan tepung roti atau sereal yang telah dihancurkan hingga semua bagiannya terlapisi. Kemudian panggang dalam oven atau goreng dengan minyak kanola. Rasanya gurih dengan sensasi renyah yang pasti disukai si Kecil.
 

3. Campuran smoothies

3. Campuran smoothies
delish.com

Tahu bisa dijadikan campuran smoothies untuk menambah nilai gizi tanpa mengubah rasa lho, Ma. Tambahkan 1/4 cangkir potongan tahu sutra ke dalam jus buah dan blender sampai halus. Teksturnya yang telah menyatu dengan jus buah, mudah ditelan dan dicerna bayi.
 

Editors' Picks

4. Pengganti daging

4. Pengganti daging
Freepik/Topntp26

Tahu sangat lazim digunakan sebagai pengganti daging karena jika dikeringkan teksturnya menyerupai. Mama bisa mencincang halus tahu dan mengurangi kadar airnya dengan cara dipanggang di dalam oven sampai kering. Taburkan ke dalam saus, bubur atau sup MPASI bayi. Mama bisa juga menumbuknya dan menjadikannya seperti daging burger. 

5. Campuran saus

5. Campuran saus
Pexels/Pixabay

Mencampurkan tahu ke dalam saus cocolan bisa menambah rasa dan gizi lho, Ma. Mama bisa membuat bechamel sauce dengan tambahan tahu sutra yang dihaluskan. Tidak mengubah rasa, tetapi meningkatkan kandungan protein. Sajikan bechamel saus bersama spaghetti atau sebagai saus cocolan untuk stik roti panggang dan sayuran rebus.

Tips Memilih Tahu untuk MPASI

Tips Memilih Tahu MPASI
Pixabay/621hjmit

Secara umum, ada tujuh jenis tahu yang umum dijual di Indonesia: tahu sutra, tahu kuning, tahu putih, tahu pong, tahu susu, tahu air dan tahu kulit. Konsistensi dan tekstur yang beragam ini sangat menarik untuk dieksplorasi dengan MPASI bayi. 

Pastikan membilas tahu terlebih dahulu dengan air matang sebelum mengolahnya menjadi apapun masakan Mama. Tahu dapat disimpan dalam wadah berisi air di dalam kulkas hingga 7 hari dan ganti airnya setiap hari. 

Waspada Risiko Alergi

Waspada Risiko Alergi
Freepik/Zilvergolf

Tahu merupakan produk kedelai yang mana memiliki risiko bagi bayi yang punya alergi kedelai atau kacang-kacangan. Untuk mengetahui risiko alergi, Mama bisa memperkenalkannya sebagai menu tunggal dan lihat reaksinya di tubuh bayi. Alergi kedelai biasanya muncul berupa gatal-gatal kemerahan dan kesulitan bernapas. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum memutuskan memberikan tahu kepada si Kecil.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!