5 Metode Terpopuler Melatih Bayi Tidur Sendiri

Mana metode yang menurut Mama paling efektif?

8 September 2022

5 Metode Terpopuler Melatih Bayi Tidur Sendiri
unsplash.com/tjsocoz

Siklus tidur bayi mengalami perubahan-perubahan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor hormon pertumbuhan hingga suasana lingkungan di sekitar dapat mengacaukan jam tidur dan kenyenyakan tidur bayi. 

Meskipun begitu, seiring bertambahnya usia, bayi harus dilatih agar siklus tidur konsisten sehingga ia bisa mendapatkan tidur berkualitas untuk menunjang tumbuh-kembang yang optimal. Tak hanya itu, melatih bayi tidur bukan hanya menyoal tidur nyenyak sepanjang malam, melainkan juga membiasakan bayi pergi tidur mandiri.

Berikut ini Popmama.com merangkum beberapa metode melatih bayi tidur sendiri yang populer, yang bisa menjadi alternatif untuk diterapkan pada si Kecil, dilansir dari Today's Parent:

1. Metode Ferber

1. Metode Ferber
Freepik/freepic.diller

Metode ini menerapkan cara meletakkan bayi di tempat tidurnya, kemudian orangtua meninggalkan kamar dan tunggu sampai beberapa waktu tertentu (misalnya lima menit). Kemudian orangtua bisa masuk dan menemui bayi sambil memberinya afirmasi positif seperti, "Mama mencintaimu," atau memberikan sentuhan yang menenangkan. Semua hal ini dilakukan tanpa perlu menggendong bayi keluar dari tempat tidurnya. 

Dalam metode Ferber, orangtua dapat menambah jeda waktu untuk mengecek kondisi bayi. Dari lima menit, menjadi 10 menit, 15 menit, dan seterusnya, sampai bayi tertidur. Ketika bayi terbangun, orangtua dapat memulai metode ini dari awal lagi. 

Editors' Pick

2. Cry It Out (CIO)

2. Cry It Out (CIO)
Pexels/Sarah Chai

Metode Cry It Out (CIO) adalah metode pelatihan tidur yang dianggap kontroversial karena metode ini berprinsip menghentikan perilaku menangis dengan tidak memberikan tanggapan. Orangtua yang melakukan metode ini akan meletakkan bayi di tempat tidurnya, mengucapkan selamat malam, kemudian meninggalkan kamar begitu saja.

Metode ini memang cukup sulit, apalagi jika bayi masih membutuhkan beberapa kali makan di tengah malam. Namun, banyak orangtua yang menjalani metode CIO ini mengatakan bahwa bayinya memang sering menangis selama beberapa hari, tetapi hanyalah tangisan yang pendek. Seiring berjalannya waktu, bayi mulai terbiasa, dan setiap malam akhirnya tangisannya semakin berkurang.

3. Metode kursi

3. Metode kursi
Freepik/kjpargeter

Metode kursi adalah metode pelatihan tidur dengan tahapan-tahapan yang cukup panjang dan membutuhkan disiplin dari pihak orangtua. Orangtua mempersiapkan bayi tidur, tetapi alih-alih meninggalkan kamar, orangtua duduk di kursi di sebelah tempat tidur bayi. Ketika bayi sudah mulai tertidur, orangtua bisa meninggalkan kamar. Namun, setiap kali bayi bangun, orangtua kembali duduk di kursi sampai bayi tertidur kembali. 

Secara bertahap dalam beberapa hari, pindahkan kursi semakin menjauh, sampai orangtua keluar dari ruangan. 

4. Angkat, letakkan, diamkan

4. Angkat, letakkan, diamkan
Pexels/Rene Asmussen

Untuk bayi berusia di bawah tujuh bulan, pendekatan 'angkat, letakkan, diamkan' bisa diterapkan karena metode ini tidak memberi bayi banyak bantuan untuk tertidur. Orangtua bisa berdiri di samping tempat tidur, menenangkannya, menepuk-nepuk untuk meyakinkan bayi bahwa ia aman. 

Pilihan lain adalah membiarkan bayi rewel sebentar. Ketika bayi mulai semakin rewel, angkat untuk menenangkan, kemudian letakkan kembali sebelum mereka tertidur. 

5. Mengurangi waktu rutinitas tidur

5. Mengurangi waktu rutinitas tidur
Pexels/John Finkelstein

Metode yang satu ini tidak menerapkan cara khusus. Orangtua dapat melakukan cara apapun yang digunakan untuk membantu bayi tertidur, misalnya mengayun atau menyusui. Tetapi perlahan-lahan mengurangi durasi waktunya, sampai berhasil tidak melakukannya sama sekali. 

Metode ini bagus untuk meminimalisir tangisan. Tetapi banyak orangtua yang merasa kesulitan mempertahankannya. Harus ada gol yang terlihat di akhir. Misalnya selama seminggu atau dua minggu, agar tindakan dan progres tampak nyata. 

Tiap orangtua dan bayi adalah unik dengan kondisinya masing-masing. Oleh karenanya, tidak ada satu metode yang bisa bekerja dengan sempurna pada satu bayi yang bisa diterapkan pada bayi yang lain. Jangan berhenti untuk mencoba berbagai metode yang sekiranya paling sesuai dengan kondisi orangtua dan bayi. Niscaya, bayi akan dapat tidur mandiri dengan kualitas yang optimal.

Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca juga:

The Latest