Normalkah Naik Turunnya Berat Badan Bayi Mama? Cek di Sini

Ternyata, ada alasannya mengapa bayi mama bisa bertambah berat badan dengan cepat dalam satu waktu

3 Maret 2021

Normalkah Naik Turun Berat Badan Bayi Mama Cek Sini
Pexels/Laura Garcia

Semua orangtua pasti mengharapkan bayinya tumbuh dengan sehat. Bukan hanya sekadar gemuk dan menggemaskan, tetapi juga bertumbuh-kembang sesuai dengan tahapan usianya. Bayi yang terlalu gemuk dan besar berisiko mengalami obesitas. Sementara bayi yang terlalu kecil dan kurus, juga berisiko tidak bisa bertumbuh-kembang secara optimal.

Naik turunnya berat badan bayi adalah hal yang normal. Tetapi senormal apakah itu? Berikut Popmama.com merangkum serba-serbinya naik turunnya berat badan bayi baru lahir, dilansir dari What to Expect:

Berapa Berat Badan Rata-Rata Bayi Baru Lahir?

Berapa Berat Badan Rata-Rata Bayi Baru Lahir
Pixabay/Engin_Akyurt

Menurut WHO, berat lahir rata-rata bayi usia 0 bulan adalah sekitar 2,5 kg hingga 4,3 kg untuk bayi laki-laki. Sedangkan untuk bayi perempuan, lebih ringan, yaitu 2,4 kg hingga 4,2 kg. 

Berat, panjang, dan tinggi badan bayi baru lahir ini bervariasi, tergantung pula dari genetik orangtuanya. Jika bayi mama tampak mungil, bukan berarti ia tidak sehat. Juga bukan berarti tumbuh kembangnya terhambat. Asalkan berat dan tinggi badan bayi masih sesuai dengan acuan pertumbuhan WHO sesuai jenis kelaminnya, berarti si Kecil tumbuh normal.

Editors' Picks

Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Berat Badan Bayi?

Faktor Apa Saja Memengaruhi Berat Badan Bayi
Pexels/Pixabay

Ada beragam faktor yang memengaruhi berat badan bayi, antara lain:

  • Pola makan dan berat badan sang Mama saat sebelum dan selama kehamilan
  • Kesehatan prenatal sang Mama
  • Berat lahir orangtua
  • Usia mama
  • Jenis kelamin bayi
  • Urutan kelahiran bayi (sulung, tengah, bungsu)
  • Bayi yang dilahirkan kembar cenderung lebih kecil
  • Ras bayi

Penurunan Berat Badan pada Bayi, Wajarkah?

Penurunan Berat Badan Bayi, Wajarkah
Pixabay/Free-Photos

Selama ini, kita beranggapan indikator bayi yang sehat adalah yang berat badannya terus bertambah seiring waktu. Padahal, faktanya, setelah pulang dari rumah sakit, bayi mama akan kehilangan berat badan sekitar lima hingga 10 persen dari berat lahir awalnya. 

Mengapa hal ini terjadi? Ini dikarenakan bayi kehilangan sebagian kecil cairan tubuhnya dan ini adalah hal yang normal. Karena bayi belum membutuhkan banyak asupan makanan, maka berat badan yang hilang itu belum kembali dengan segera. 

Tidak perlu khawatir, Ma. Dalam waktu sekitar lima hari, berat badannya akan naik lagi. Dalam waktu sepuluh hingga 14 hari, ia akan kembali ke berat badan lahirnya, bahkan lebih. 

Penyebab Penurunan Berat Badan yang Terlalu Drastis pada Bayi

Penyebab Penurunan Berat Badan Terlalu Drastis Bayi
Freepik/Nadyaskobeleva

Jika penambahan berat badan bayi mama kurang dari empat ons yang disarankan per minggu, Mama perlu melakukan tindakan untuk mencari tahu apa yang menghambat kenaikan berat badannya dan bagaimana memperbaiki masalahnya. 

Beberapa masalah umum yang menyebabkan penurunan berat badan bayi atau hambatan kenaikan berat badan bayi, antara lain:

  • Bayi kurang makan (menyusu) sehingga penambahan berat badannya kurang optimal. Cobalah meningkatkan pemberian makan menjadi delapan hingga 10 kali per hari. 
  • Bayi kurang mendapatkan lemak dari ASI karena tidak menyelesaikan menyusu sampai habis pada satu payudara. Pastikan ia menyelesaikan satu kali menyusu pada satu payudara hingga 10 sampai 15 menit.
  • Bayi tidak bisa makan dengan efektif karena lidah atau bibir yang terikat, belum tahu caranya mengoordinasikan otot rahangnya, atau lelah dan frustrasi saat mencoba menyusu.
  • Produksi ASI yang tidak maksimal sehingga bayi pun kurang makan. Jika ini terjadi, cobalah lebih sering menyusui si Kecil untuk merangsang lebih banyak lagi produksi ASI. 

Berat Badan Bayi Naik Sangat Cepat Dalam Satu Waktu, Kenapa Ya?

Berat Badan Bayi Naik Sangat Cepat Dalam Satu Waktu, Kenapa Ya
Freepik/cookie_studio

Selain penurunan berat badan atau hambatan pertambahan berat badan, bayi yang berat badannya naik begitu cepat dalam satu waktu mungkin mengejutkan Mama. JIka hal ini terjadi dalam satu minggu, si Kecil mungkin sedang berada dalam fase growth spurts atau lonjakan pertumbuhan. 

Growth spurts terjadi pada bayi antara usia tujuh hingga 10 hari, dan terjadi lagi ketika bayi menginjak usia tiga minggu hingga enam minggu. Growth spurts ditandai dengan nafsu makan bayi yang meningkat lebih dari biasanya, serta lebih rewel dari sebelumnya. 

Apabila bayi mama mengalami pertambahan berat badan terlalu banyak dan menunjukkan gejala makan berlebihan selama lebih dari seminggu, atau sebaliknya, saat berat lahir bayi belum kembali saat ia berusia dua minggu, mengalami penurunan berat badan yang drastis, tampak lesu dan tidak responsif, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Itu dia informasi seputar berat badan bayi baru lahir. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjadi acuan mama dalam memantau pertumbuhan bayi, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.