Agar Sehat, Ini Pentingnya Mengajarkan Anak Cara Mengunyah yang Baik

Faktanya, proses pencernaan sebetulnya dimulai dari mulut, bukan dari perut lho, Ma

17 April 2019

Agar Sehat, Ini Penting Mengajarkan Anak Cara Mengunyah Baik
Pixabay.com/BenKerckx

Memperhatikan gizi dan nutrisi anak, terutama di masa tumbuh kembangnya merupakan salah satu kewajiban orangtua. Namun, sebenarnya tak hanya itu saja lho, Ma. Ada hal penting lain yang tak boleh dilupakan selain menyediakan makanan yang sehat untuk anak, yakni mengajarkan mereka bagaimana cara mengunyah dengan benar. 

Banyak yang berpikir, mengunyah adalah keterampilan yang membutuhkan seperangkat gigi yang baik. Meski tidak sepenuhnya salah, tetapi faktanya gusi yang kuat menjadi dasar bagaimana seseorang dapat mengunyah dengan baik. Artinya, bayi pun juga dapat mulai mengunyah dengan baik saat mereka berusia sembilan bulan. Secara bertahap dapat meningkatkan keterampilan tersebut setelah giginya tumbuh. 

Meski tampak sepele, sebenarnya hal tentang mengunyah ini tak boleh diremehkan begitu saja. Faktanya, proses pencernaan di tubuh manusia sebenarnya tidak dimulai dari perut, melainkan di mulut. Sebab, dengan mengunyah yang baik, air liur di mulut akan membantu memecah makanan menjadi partikel kecil. Dengan ukuran yang lebih kecil inilah proses pemecahan makanan dan penyerapan nutrisi lebih baik bagi tubuh.

Lantas, bagaimana cara mengajarkan bayi dan anak cara mengunyah yang baik? Simak panduan yang dilansir dari parentcircle.com berikut ini.

1. Mengenalkan beragam tekstur makanan

1. Mengenalkan beragam tekstur makanan
Freepik/user3802032

Keterampilan mengunyah dapat dimulai dengan memperkenalkan berbagai makanan kepada anak. Berikan anak kesempatan untuk mengenal berbagai variasi makanan dengan tekstur dan konsistensi berbeda yang sesuai dengan tahapan usianya. Untuk itulah, memberikan MPASI yang beragam sangatlah penting.

Mama bisa mulai dengan puree untuk bayi usia 6 bulan. Kemudian bubur saring untuk usia 7-8 bulan karena bubur saring mulai punya tekstur yang lebih kasar ketimbang puree. Barulah di usia 9-10 bulan, si Kecil bisa diperkenalkan bubur tim yang teksturnya lebih kasar lagi. 

Selain itu, memberikan camilan berupa buah potong juga dapat melatih indra perasa dan kemampuan anak mengunyah makanan padat. Pilih buah yang empuk, misalnya pepaya atau labu, sebagai latihan awal.

2. Memberikan contoh mengunyah yang baik

2. Memberikan contoh mengunyah baik
Freepik/Bearfotos

Bayi akan meniru apapun yang dilakukan orangtuanya. Jadi, tunjukkan pada anak bagaimana cara Mama untuk mengunyah makanan di depannya.

Lakukan beberapa gerakan yang melibatkan latihan motorik. Mama bisa menunjukkan proses mengunyah menggunakan bibir, lidah, pipi, rahang dan mulut sebagai agar bayi melihat langsung cara mengunyah yang bervariasi.

Editors' Picks

3. Biasakan makan bersama keluarga

3. Biasakan makan bersama keluarga
Freepik/bearfotos

Pada anak yang lebih besar, salah satu cara terbaik untuk menanamkan kebiasaan makan yang baik adalah saat makan bersama keluarga. Dalam rutinitas bersama ini, anak akan melihat bagaimana cara orang yang lebih tua terlibat dalam acara makan. Mulai dari memilih makanan sehat, meniru cara makan yang sopan, dan bagaimana cara mengunyah yang baik.

4. Ajarkan mengunyah dalam hitungan sampai 15 hitungan

4. Ajarkan mengunyah dalam hitungan sampai 15 hitungan
Freepik/arkom46

Latihan mengunyah efektif lainnya yang dapat diajarkan adalah dengan games. Mama bisa mengajak anak mengunyah makanan selama 15 kali hitungan. Jika 15 hitungan sudah selesai, barulah masuk ke suuapan berikutnya. Mama juga bisa menciptakan nyanyian sendiri untuk games ini.

Lewat games ini, Mama juga dapat mengajar anak cara menggigit dan mengunyah makanan beberapa kali di satu sisi mulut dan kemudian beralih ke sisi lain. Acara makan pun jadi lebih menyenangkan.
 

5. Jangan terburu-buru menghabiskan makanan

5. Jangan terburu-buru menghabiskan makanan
Freepik/Rawpixel.com

Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan orangtua tanpa sadar adalah menyuruh anak untuk segera menghabiskan makanannya. Dengan demikian anak sudah dapat dipastikan anak tidak dapat mengunyah makanannya dengan baik. Karenanya, pastikan ada waktu cukup untuk makan dan ajari anak untuk mengelola waktu makannya secara efisien. Anak-anak idealnya membutuhkan waktu minimal 10 menit untuk menghabiskan makanan kecil atau camilan dan 30 menit untuk makanan besar.

Mengajari anak-anak mengunyah makanan membutuhkan upaya, kesabaran, dan disiplin. Namun tak perlu khawatir, Ma. Dengan menerapkan cara di atas, Mama akan lebih mudah untuk melakukannya.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!