Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan 3 Minggu: Perhatikan Tumbuh Giginya!

Seperti apa perkembangan bayi usia 7 bulan 3 minggu? Sekarang, Mama susah deh pergi meninggalkannya

17 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan 3 Minggu Perhatikan Tumbuh Giginya
Qsota

Sebagian besar gigi bayi tumbuh di usia empat hingga tujuh bulan. Biasanya gigi susu muncul satu di gigi atas dan satu di gigi bawah. Saat tumbuh gigi ini, biasanya bayi banyak mengeluarkan air liur dan mengeluarkan suara-suara aneh sebagai caranya beradaptasi dengan munculnya benda asing di mulutnya.

Untuk meringankan rasa tak nyaman, Mama bisa memberikannya benda atau makanan dingin untuk dikulum. Antara lain, teething karet atau pun menggunakan food feeder yang diisi buah halus yang didinginkan. 

Di usia 7 bulan 3 minggu ini, bayi mama mulai menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran jika terpisah dari Mama. Hal ini wajar, karena ia mulai memahami dunia di sekitarnya. Tak heran jika ia menangis saat tak bisa melihat kehadiran Mama di sekitarnya. Fase ini cukup berat dilewati karena si Kecil bakal terus menempel pada Mama.

Jika Mama memang harus berpisah sejenak darinya, sebelumnya persiapkan dahulu mental bayi mama. Peluk dan cium dia sebelum pergi dan katakan Mama akan segera kembali. Ia mungkin tak memahami perkataan Mama, tetapi perhatian yang diberikan dapat membuatnya tenang sampai Mama kembali.
 

Kehidupan Orangtua: Berpisah Sejenak dari si Kecil

Kehidupan Orangtua Berpisah Sejenak dari si Kecil
Freepik/Oleg Baliuk

Banyak ibu yang merasa buruk karena meninggalkan bayinya demi kesenangan dirinya sendiri. Tetapi, sebetulnya tak masalah sesekali melakukannya. Bukan hanya untuk relaksasi Mama, tetapi juga untuk kebaikan si Kecil. Kok bisa?

Begini, Ma, berpisah sejenak dari Mama akan melatih si Kecil menyesuaikan diri dengan orang lain dan melatihnya bersosialisasi. Apalagi jika anak punya kecenderungan kecemasan berlebih saat terpisah dari Mama. 

Saat punya waktu khusus ini, manfaatkan untuk melakukan hal yang santai. Tak perlu lama-lama kok, Ma. Satu jam saja cukup. Mama bisa menonton film, latihan yoga dan meditasi atau pun sekadar olahraga ringan sekitar rumah.

Editors' Picks

Saat Mulai Makan, Hati-hati Bahaya Tersedak pada Bayi

Saat Mulai Makan, Hati-hati Bahaya Tersedak Bayi
blog.chw.org

Saat bayi mengonsumsi makanan padat, apalagi finger food, Mama perlu waspada akan terjadinya tersedak. Tersedak bisa jadi fatal karena jalan napas tersumbat benda asing. 

Tanda-tanda bayi tersedak adalah batuk, kesulitan bernapas, mengeluarkan suara yang tak biasa, kulitnya berubah kemerahan atau kebiruan hingga kehilangan kesadaran.

Jika si Kecil masih bisa menangis atau batuk, berarti jalan napasnya tidak tersumbat sepenuhnya. Namun jika kulitnya berubah kemerahan atau kebiruan, tampak panik bahkan kehilangan kesadaran, segera larikan ke IGD.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, berikan makanan yang sesuai dengan kemampuan menelannya. Misalnya: bubur saring, mashed potato yang halus atau pun finger food yang aman. Jangan pernah membiarkan si Kecil makan sendirian tanpa diawasi ya, Ma. Selain itu, jauhkan ia dari benda-benda berukuran kecil.

Tersedak merupakan salah satu penyebab kematian pada bayi. Untuk itu, setiap orang tua dan pengasuh perlu berlatih tentang infant CPR.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!