Seberapa Banyak Garam yang Boleh Dikonsumsi Bayi?

Awas, Ma, garam yang tersembunyi dalam makanan instan juga bisa membahayakan bayi

20 Januari 2021

Seberapa Banyak Garam Boleh Dikonsumsi Bayi
Pexels/monicore

Untuk menambah rasa pada masakan, diperlukan tambahan bumbu penyedap. Bukan melulu MSG, takaran garam dan gula yang tepat pun bisa memberikan rasa sedap pada masakan. Namun, berbeda pada makanan bayi, Ma.

Pada bayi di bawah usia satu tahun, para ahli kesehatan menyarankan untuk membatasi makanan yang mengandung garam karena ginjalnya yang masih belum bisa mengatasinya. Tetapi, garam dalam makanan bayi bukan hanya berbentuk garam meja atau garam dapur saja lho, Ma. Bisa saja tersembunyi dalam makanan-makanan lain yang tak disadari. 

Lalu, seberapa banyak sih garam yang boleh dikonsumsi bayi? Berikut Popmama.com merangkum informasinya, dilansir dari Children Nutrition:

Sodium, Natrium, dan Garam

Sodium, Natrium, Garam
Pixabay/andreas160578

Jika bicara soal garam, mungkin dalam beberapa makanan kemasan Mama tidak akan menemukan kata 'garam' di dalam keterangan bahannya. Tetapi Mama biasanya menemukan kata 'sodium' dalam label keterangan bahannya. Yap, sodium adalah nama kimia dari garam. 

Nama lain dari garam yang perlu Mama ketahui adalah natrium klorida. Ketiga nama ini digunakan secara bergantian dan Mama perlu waspada akan ketiga nama ini karena seringkali tidak diketahui masyarakat umum padahal jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, bisa membahayakan kesehatan bayi. 

Editors' Picks

Seberapa Banyak Garam yang Dibutuhkan Bayi?

Seberapa Banyak Garam Dibutuhkan Bayi
Freepik/8photo

Bayi hanya membutuhkan sedikit garam, bahkan kurang dari 1 gram per hari. Jumlah ini adalah takaran untuk bayi hingga mereka mencapai usia satu tahun, dan hanya 2 gram per hari setelahnya. Selama enam bulan pertama kehidupan, kebutuhan nutrisinya terpenuhi melalui ASI. 

Begitu bayi mulai disapih dan konsumsi ASI-nya berkurang, bayi akan mendapatkan garam tambahan yang dibutuhkan tubuhnya dari makanan. Tetapi saat inilah bayi cenderung mengonsumsi garam lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuhnya. 

Penyebab Bayi Makan Terlalu Banyak Garam tanpa Disadari

Penyebab Bayi Makan Terlalu Banyak Garam tanpa Disadari
Freepik/user12914223

Banyak makanan yang tanpa diketahui orangtua ternyata mengandung banyak garam, walaupun rasa asinnya tidak terlalu kentara. Misalnya roti, kerupuk, cake, dan keju. Makanan-makanan ini tinggi garam karena memang garam dibutuhkan sebagai bagian dari resep. Selain itu daging olahan seperti ham, kornet, dan sosis juga punya rasa yang sangat asin berasal dari garam. 

Sereal yang seringkali diandalkan sebagai makanan instan yang praktis disajikan, nyatanya juga mengandung sebagian besar garam. Bahkan meski yang rasanya tawar. 

Mama juga harus menghindari kecap, kaldu blok, saus kemasan, saus kaleng atau botol yang dipasarkan untuk makanan keluarga, karena cenderung sarat dengan garam.

Penting untuk tidak menambahkan garam ke apa pun yang Mama masak dari awal, meskipun menurut Mama rasanya hambar. Rasa adalah pengalaman yang sangat berbeda bagi bayi mama. 

Makanan-makanan yang Rendah Garam

Makanan-makanan Rendah Garam
Freepik/Jcomp

Walau tampaknya mustahil menghindari garam dalam makanan-makanan yang dikonsumsi setiap hari, Mama bisa meminimalkan jumlahnya lewat konsumsi makanan-makanan yang rendah garam seperti berikut ini:

  • Buah-buahan dan sayur-sayuran segar
  • Pasta
  • Nasi
  • Kentang
  • Daging sapi yang dimasak tawar, tanpa tambahan butter
  • Daging ayam segar yang dimasak rumahan, tanpa tambahan garam dan butter
  • Ikan-ikanan yang dimasak tanpa lapisan tepung atau dikalengkan
  • Telur
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Susu, krim, dan yoghurt

Apa yang Terjadi apabila Bayi Makan Terlalu Banyak Garam?

Apa Terjadi apabila Bayi Makan Terlalu Banyak Garam
Freepik/poravute

Jika kita terlalu banyak makan garam, ginjal akan memprosesnya dan akan mengeluarkannya melalui urine. Tetapi karena ginjal bayi belum matang, maka tidak bisa menangani kelebihan garam dalam jumlah besar sekaligus. 

Selain itu, asupan garam yang terlalu banyak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi sehingga membuat si Kecil berisiko lebih besar terkena penyakit jantung dan stroke seiring bertambahnya usia. 

Akibat terlalu banyak makan garma di masa kanak-kanak telah dikaitkan juga dengan osteoporosis karena mengganggu penyerapan kalsium, asma, obesitas, dan juga beberapa jenis kanker. 

Menyapih adalah saat ketika bayi harus merasakan berbagai rasa dan tekstur. Ini adalah petualangan bagi si Kecil, sekaligus pembelajaran. Karena itu penting memperkenalkan sebanyak mungkin rasa yang berbeda. 

Tak masalah sesekali mencicipi sesuatu yang asin selama porsinya terkontrol dan tidak membahayakan kesehatannya dalam waktu jangka panjang, melainkan bisa memberinya pengalaman belajar tentang makanan baru. 

Semoga informasi mengenai batasan konsumsi garam untuk bayi ini bisa mencerahkan ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.