Semakin banyak anak-anak yang sudah memiliki handphone pribadi. Mama merasa ini waktu yang tepat. Anak sudah "cukup besar", mulai butuh komunikasi mandiri, atau sekadar tidak ingin anak mama merasa tertinggal dari teman-temannya.
Tapi jarang disadari, satu keputusan kecil ini bisa mengubah cara anak berpikir, belajar, dan bersosialisasi dalam jangka panjang.
Data dari Bank Digital KPAI menunjukkan bahwa sebagian besar anak diizinkan menggunakan handphone selain untuk belajar (79%) dan anak memiliki handphone sendiri (71,3%).
Usia di bawah 13 tahun adalah fase krusial dalam perkembangan anak, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Mereka belum sepenuhnya mampu menyaring informasi, mengendalikan emosi, dan membedakan mana yang aman atau berbahaya. Saat handphone masuk terlalu cepat, risikonya bukan hanya soal screen time yang berlebihan.
Berikut Popmama.com jelaskan 7 alasan tidak memberikan handphone ke anak di bawah 13 tahun.
