Anak Suka Bangun Siang, 8 Efek Samping Berada Terlalu Lama di Ruang AC

Sebaiknya anak-anak tidak terlalu lama ya berada di ruangan ber-AC

13 Oktober 2020

Anak Suka Bangun Siang, 8 Efek Samping Berada Terlalu Lama Ruang AC
parenting.firstcry.com

Cuaca akhir-akhir ini sulit sekali untuk diprediksi. Satu hari dapat terasa sangat panas meskipun berada di musim penghujan. Suhu seperti itu sangatlah tidak nyaman bukan? Tubuh akan terasa gerah dan panas. Tapi tenang saja, masalah seperti ini dapat diatasi dengan diam di ruang ber-AC yang nyaman. 

Udara yang sejuk dan menyegarkan tubuh membuat siapa saja betah berlama-lama di sana. Tak jarang anak-anak meminta kamarnya dipasang AC agar tetap segar meski suhu di luar sangatlah panas. 

Namun tahukah Mama kalau berada di tempat dengan penyejuk ruangan tidaklah sehat? Faktanya AC dapat memberikan berbagai efek negatif dan masalah bagi tubuh. Salah satu contohnya ialah membuat kulit menjadi kering.

Mama penasaran apa saja masalah kesehatan yang lainnya? Popmama.com akan menjawab rasa penasaranmu melalui pembahasan 8 efek samping ketika berada di tempat ber-AC terlalu lama. Simak dengan baik ya, Ma!

1. Mata Kering

1. Mata Kering
Pexels/Kush Kaushik

Ketika anak-anak beraktivitas dengan AC yang menyala, lama-kelamaan mereka akan merasa matanya menjadi kering. Ini sebenarnya disebabkan oleh AC itu sendiri. 

AC dalam ruangan dapat menyerap kelembapan dalam tubuh, termasuk kelembapan mata. Membuat pengelihatan menjadi samar-samar, merasa perih, bahkan meninggalkan sensasi terbakar. 

Jika anak remaja mama sudah memiliki mata kering, sebaiknya ia tidak terlalu sering berada di tempat ber-AC karena akan membuat matanya terasa lebih gatal dan menyebabkan iritasi. 

Ternyata bukan hanya mata, berada di ruangan ber-AC juga dapat merusak kulit dan rambut, membuatnya menjadi kering.

2. Masalah pernapasan

2. Masalah pernapasan
medicaldaily.com

Beraktivitas di dalam ruangan yang lengkap dengan AC tidak hanya merusak mata dan kulitmu. Passalnya ini juga dapat menganggu sistem pernapasan. Berada cukup lama di tempat tersebut dapat menyebabkan masalah di hidung dan tenggorokan. 

Udara yang dikeluarkan AC tidak sepenuhnya bersih, terdapat kuman dan mikroorganisme penyebab gangguan pernapasan yang bersirkulasi di dalamnya. Kuman yang masuk dan menginfeksi dapat menyebabkan tenggorokan kering, rinitis, bahkan penyumbatan pada hidung. 

Mengutip dari globalnews.ca, para peneliti di Louisiana State Medical Center melakukan tes terhadap AC di dalam mobil. Mereka menemukan terdapat 8 jenis jamur yang tumbuh pada 22 dari 25 mobil sampel.

3. Dehidrasi

3. Dehidrasi
Freepik/jcomp

Kemungkinan kamu terkena dehidrasi di ruangan ber-AC lebih tinggi daripada berada di ruangan dengan ventilasi alami. Ini terjadi karena AC biasanya menyerap kelembapan ruangan lebih dari yang diperlukan. Bersamaan dengan itu, ia juga menyerap kelembapan dari tubuh.

Menyebabkan tubuh menjadi kekurangan cairan. Sayangnya, tanpa kamu sadari udara dingin di sana seolah membuatmu merasa terlalu dingin dan segar untuk minum air. Padahal kondisi tubuhmu sangat memerlukan air guna menjaganya tetap terhidrasi. 

Editors' Picks

4. Asma dan alergi

4. Asma alergi
Pixabay/InspiredImages

AC dapat menimbulkan terjadinya serangan asma juga alergi. Terutama jika alat tersebut tidak dibersihkan secara teratur. 

Berada di tempat dengan penyejuk ruangan juga dapat memperburuk kondisi penderira asma. Polusi udara yang terdapat di dalam AC jika tidak dibersihkan dapat berputar di dalam ruangan sebelum akhirnya terhirup masuk ke dalam tubuh. 

Ada baiknya Mama membiasakan membersihkan AC agar menjaga udara yang dikeluarkan AC selalu bersih dan tidak mengandung banyak polusi. 

5. Menyebabkan munculnya penyakit

5. Menyebabkan muncul penyakit
Freepik/Kjpargeter

Memasang AC membuat udara menjadi sangat sejuk, juga membuat tubuh menjadi sangat lelah. Perhatikan, bisa jadi ini pertanda anak akan sakit. 

Mereka yang terkena udara dari AC lama-kelamaan akan mudah terkena beragam penyakit. Mulai dari sakit kepala kronis juga kelelahan. Kurangnya asupan udara segar mendatangkan penyakit iritasi selaput lendir dan kesulitan bernapas, membuat tubuh rentan tertular pilek, flu, dan penyakit lainnya.

Ruangan yang ber-AC biasanya membuat ruangan tertutup rapat mencegah suhu udara rendah tidak pergi keluar. Ini menjebak virus-virus mikroba di dalam ruangan.

AC juga mengeringkan  saluran pernapasan dan saluran lendir di dalamnya. Sehingga menyebabkan risiko terkena virus menjadi lebih besar. 

6. Sakit kepala

6. Sakit kepala
Freepik

Berada di ruang ber-AC lama-kelaman akan menimbulkan pusing kepala dan migrain. Mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh AC yang menyebabkan dehidrasi. Ketika kekurangan cairan, tubuh akan merasa pusing karena otak tidak menerima asupan oksigen dalam air. 

DI samping itu, AC yang tidak pernah atau jarang dibersihkan secara konsisten dapat menurunkan kualitas udara yang dihasilkan. Ini dapat membuat kepala menjadi pusing ketika masuk ke dalam tubuh. 

Hal serupa juga dapat terjadi ketika anak keluar-masuk dari ruang ber-AC atau langsung terkena panas matahari setelah lama berdiam di tempat dengan penyejuk ruangan. 

7. Lesu dan malas

7. Lesu malas
www.socastsrm.com
anak malas

Berada di tempat yang sejuk dan dingin memang terasa nyaman. Namun ini bukan berarti kita akan melakukan berbagai aktivitas dengan semangat. Nyatanya, berada di ruang ber-AC membuat anak remaja menjadi lebih malas dan lesu. 

Ruangan ber-AC menurut studi dapat mempengaruhi orang-orang di dalamnya menjadi lesu dan malas. Suasana ruangan AC terasa dingin juga nyaman. Dengan mudahnya itu membuat anak-anak cepat mengantuk. Bukannya beraktivitas dengan semangat, kebanyakan anak malah akan tertidur pulas di tempat dengan penyejuk ruangan. 

8. Ketidakmampuan berhadapan dengan panas

8. Ketidakmampuan berhadapan panas
Freepik

Mereka yang banyak menghabiskan waktu di ruangan ber-AC akan kehilangan kemampuan untuk berhadapan dengan suhu temperatur yang panas. 

Hal ini umumnya terjadi karena stres tubuh ketika ia berpindah dari tempat yang dingin dan sejuk ke tempat yang terik dan panas.

Intoleransi terhadap panas ini dapat meningkatkan kematian ketika gelombang panas datang sebagaimana yang dilansir dari globalnews.ca.

Itulah 8 dampak buruk anak suka bangun kesiangan bagi kesehatan. Kini Mama tahu bahayanya berada di ruangan AC dalam waktu yang lama.

Jika anak mama senang berada di ruang ber-AC, Mama perlu mengubah kebiasaan buruknya ini. Mulai ganti AC di rumah dengan ventilasi udara alami yang lebih menyehatkan. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.