Penting! 6 Cara Mengatasi Kulit Wajah Terbakar Untuk Remaja Laki-Laki

Masalah kulit di wajah remaja sebaiknya tidak dianggap sepele

23 Desember 2020

Penting 6 Cara Mengatasi Kulit Wajah Terbakar Remaja Laki-Laki
istock/Lazy_Bear

Kita semua pastinya tahu jika paparan sinar matahari mengandung vitamin D yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Ternyata di lain sisi, sinar matahari dapat menjadi berbahaya. Terpapar sinar UV matahari terus-menerus dapat menyebabkan kondisi yang disebut kulit terbakar. 

Tanpa disadari, kulit wajah terbakar sering sekali terjadi pada anak remaja laki-laki mama, apalagi jika mereka sering beraktivitas di tempat yang terbuka.

Biasanya ini ditandai dengan kemerahan, bengkak, juga terasa perih pada area wajah. Sayangnya tidak sedikit dari anak remaja laki-laki yang menganggap hal tersebut sebagai masalah yang sepele.

Padahal sebenarnya kondisi tersebut menandai kerusakan pada DNA dalam kulit mereka.

Kulit wajah terbakar dapat menimbulkan kerusakan pada kulit yang parah, seperti melepuh, mengelupas, bahkan kanker kulit. Aduh berbahaya ya, Ma.

Dalam upaya membantu anak mengatasi kulit terbakar, Popmama.com mau berbagi 6 cara untuk mengatasi masalah kulit wajah remaja laki-laki yang terbakar. Simak infromasi yang diberikan sebaik-baiknya ya!

1. Kompres Dingin

1. Kompres Dingin
bestproducts.com

Pada dasarnya, kulit terbakar atau sunburn tergolong sebagai peradangan pada kulit. Dan cara termudah untuk mengatasi peradangan ialah dengan mendinginkan area yang terkena peradangan. 

Mama dapat mengopres area kulit wajah anak yang terbakar dengan kompres handuk dingin selama 10 sampai 15 menit. Kompres handuk dingin dapat dibuat dengan cara menyelupkan handuk ke dalam air es. Cara lain yang dapat kamu lakukan ialah menggunakan es batu yang telah dibungkus handuk atau kain.

Perlu diingat, sebaiknya hindari menempelkan langsung es batu pada area kulit anak remaja yang terbakar. Mengapa? Sebab penggunaan es secara langsung dapat membuat kerusakan pada kulit bertambah parah. 

 

2. Pengobatan dari bahan alami

2. Pengobatan dari bahan alami
https://aradbranding.com/trade/where-aloe-vera-suppliers-are-headed-in-the-next-five-years/

Selain melalui kompres, bahan-bahan alami juga dapat menjadi salah satu cara mengobati kulit terbakar. Beberapa bahan alami yang dapat kamu gunakan diantaranya ialah lidah buaya ataupun teh kamomil. 

Gel lidah buaya dikenal sangat bermanfaat mengatasi peradangan dan penyakit pada kulit, salah satunya dapat mengobati kulit terbakar. Oleskan gel lidah buaya pada area kulit wajah yang memerah akibat terbakar. Gel lidah buaya membantu melembabkan dan menyejukkan kulit. 

Teh kamomil juga sangat berkhasiat untuk menenangkan kulit yang terbakar akibat sinar matahari. Pertama-tama, Mama dapat menyeduh teh kamomil dan membiarkannya dingin. Jika sudah rendam handuk atau lap di dalamnya dan tempelkan pada area kulit wajah yang terbakar. Perhatikan, hindari cara ini jika anak remaja mama memiliki alergi terhadap serbuk sari. 

Editors' Picks

3. Berikan obat-obatan yang sesuai

3. Berikan obat-obatan sesuai
shopee.co.id

Jika tadi kita telah membahas pengobatan menggunakan bahan-bahan alami, kini beralih ke cara pengobatan yang lebih umum. 

Obat-obat oles seperti kortikosteroid (dengan anjuran dokter) dapat digunakan pada area kulit wajah yang terbakar. Selain itu, gunakan juga obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan paracetamol jika timbul rasa nyeri dan perih pada kulit yang terbakar.

Krim hidrokortison juga dapat menjadi pilihan, khususnya bila kulit wajah terasa nyeri. Krim hidrokortison membantu mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit wajah anak remaja laki-laki mama. 

3. Menggunakan pelembab

3. Menggunakan pelembab
Freepik

Penggunaan pelembab membantu meringankan peradangan yang terjadi pada kulit yang terbakar. Pelembab bekerja meredakan luka bakar yang terjadi, juga melembabkan kulit agar tidak menjadi kering. Terutama jika anak remaja laki-laki mama merasa perih pada beberapa bagian di kulit wajahnya.

Banyak dari pelembab ini Mama temukan dengan mudah di apotik terdekat tanpa membutuhkan resep dokter. Pelru diperhatikan, Mama sebaiknya menghindari pembelian produk dengan bahan berakhiran "-caine", seperti benzocaine. Sebab bahan tersebut dapat menimbulkan rekasi alergi dan iritasi pada kulit. 

5. Perbanyak konsumsi air

5. Perbanyak konsumsi air
Pixabay/Baudolino

Air sangat dibutuhkan oleh kulit. Maka tidak heran jika banyak meminum air dapat membantu mengatasi kulit yang terbakar. 

Air berperan meningkatkan elastisitas kulit juga membantu proses regenerasinya. Air juga membantu menghidrasi kulit dan menyembuhkan peradangan pada kulit dengan cepat. Tidak hanya itu, mengonsumsi banyak air membuat kulit jadi tidak mudah kering dan dapat mengganti cairan tubuh yang hilang ketika berada di tempat yang terpapar terik sinar matahari. 

Selain dari air putih, anak remaja juga dapat memenuhi kebutuhan cairannya dengan banyak mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak cairan, seperti semangka, belimbing, ataupun jeruk. 

6. Lindungi agar tidak terkena sinar matahari

6. Lindungi agar tidak terkena sinar matahari
sheknows.com

Pada dasarnya, kulit terbakar yang terjadi pada anak remaja disebabkan akibat paparan dari sinar matahari. Mengetahui hal tersebut, sebaiknya Mama dan si Anak remaja mengurangi paparan sinar matahari agar tidak memperburuk peradangan kulit yang terjadi. 

Selama berada dalam proses penyembuhan, lindungi kulit anak agar tidak terpapar dari sinar matahari. Ini dapat dilakukan dengan membatasi aktivitas yang tidak begitu penting di luar rumah.

Jika tidak dapat, ingatkan anak untuk memakai topi ataupun payung agar melindungi kulitnya dari paparan sinar matahari.

Jika kulit terbakar tidak kunjung sembuh dan menunjukkan reaksi peradangan yang bertambah parah, ada baiknya kamu segera memeriksakan anak ke dokter kulit yang terpercaya. Dokter dapat memberikan solusi dan rekomendasi pengobatan yang lebih efektif. Semoga bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.