Tips Membantu Anak Remaja agar Tidak Boros Memakai Uang

Hati-hati jangan biarkan anak mama menghabiskan uang sembarangan!

25 November 2021

Tips Membantu Anak Remaja agar Tidak Boros Memakai Uang
Freepik/lockstudio

Memasuki usia remaja berarti anak-anak menjadi lebih bebas dalam beraktivitas, termasuk memakai uangnya. Jika sebelumnya anak-anak tidak dibiarkan memegang uangnya sendiri, kini di masa pra dewasa ini mereka dapat merasakan hal tersebut. 

Sayang sekali kebebasan dan keinginan yang anak-anak miliki kurang diimbangi dengan pengambilan keputusan yang tepat juga kritis. Menyebabkan mereka mengembangkan sifat impulsif dan boros dalam memakai uang yang mereka miliki. 

Anak-anak remaja yang mulai bermain bersama sahabat-sahabatnya dapat membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang belum tentu dibutuhkan selama bermain. 

Anak remaja mama menyukai perasaan bahagia yang mereka dapatkan dari belanja secara impulsif dan rasa kepuasan yang instant. Melakukannya berulang kali membuat mereka menjadi pribadi yang boros. Mereka suka menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang menyenangkan, meskipun harganya cukup mahal. 

Kebiasaan buruk si Anak ini perlu Mama tanggapi dengan baik. Sebab ketika dewasa nanti anak remaja perlu memiliki kemampuan mengatur uang yang baik. 

Bagaimana ya caranya? Temukan beberapa tips yang dapat membantu anak mengatur uang di Popmama.com

1. Mengapa anak remaja bersikap boros?

1. Mengapa anak remaja bersikap boros
Freepik/asier_relampagoestudio

Sebelum membahas tips membantu anak mengatur uang, Mama sebaiknya memahami terlebih dahulu sifat-boros yang dialami oleh anak remaja. 

Para peneliti mengatakan bahwa korteks prefrontal di otak manusia belum sepenuhnya berkembang sebelum manusia berusia 20 tahun ke atas. Korteks ini membantu kita membuat keputusan dan mengontrol perilaku-perilaku yang impulsif. 

Maka tidak heran jika anak remaja di bawah 20 tahun memiliki kontrol keputusan yang buruk. Otak mereka belum mendukung perkembangan pengambilan keputusan. Anak remaja membutuhkan pemikiran yang panjang hanya untuk mengambil sebuah keputusan.

Selama masa-masa ini, anak remaja kembali melakukan eksplorasi mengenai dirinya. Menemukan dimana dunia mereka dan hal-hal apa yang menjadi kesukaan mereka. 

Dalam tahap pencarian jati diri ini ditambah kemampuan pengambilan keputusan yang rendah membuat anak remaja rentan melakukan hal yang salah, seperti melakukan tindakan yang boros, membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan dan lainnya. 

Faktanya anak-anak memiliki pengeluaran yang besar merupakan salah satu caranya memperoleh relasi sosial. Mereka tidak ragu mengeluarkan uang untuk game mobile di smartphonenya sebagai caranya berinteraksi dan bermain bersama teman-teman.  

2. Ajak anak berbicara mengenai uang sejak kecil

2. Ajak anak berbicara mengenai uang sejak kecil
moms.com

Salah satu alasan utama mengapa anak remaja mama bertindak boros dan belum dapat mengatur uangnya dengan baik, karena mereka belum memahami hakikat penggunaan uang. 

Mengutip dari Verywellfamily.com, hampir sekitar 69% dari orangtua ragu berbicara mengenai uang dengan anak-anak, sedangkan hanya sekitar 23% dari orang tua saja yang mau membicarakan mengenai uang secara rutin dengan anak-anak. 

Ada alasan orangtua khawatir berbagi informasi mengenai uang dapat menyebabkan anak stres atau anak dapat membocorkan mengenai keuangan informasi keluarga mereka kepada orang lain. 

Mama dapat mulai berbicara mengenai uang bersama anak membahas situasi finansial, bagaimana cara menggunakan uang yang baik, manajemen uang yang baik, dan pentingnya kemampuan mengatur finansial 

Informasi ini anak-anak butuhkan agar dapat lebih memahami penggunaan dan managemen keuangan dalam skala kecil. Oh ya, gunakan juga bahasa yang mudah anak pahami sehingga dapat dimengerti dengan baik. 

Editors' Picks

3. Bantu anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan

3. Bantu anak membedakan antara kebutuhan keinginan
Freepik

Salah satu hal penting yang perlu Mama bicarakan dengan anak remaja mengenai uang ialah kemampuan untuk mengetahui apa kebutuhan mereka dan mengapa mereka perlu mengeluarkan uang pada kebutuhan tersebut. 

Anak remaja perlu mengetahui apakah uang mereka digunakan untuk hal-hal yang dibutuhkan atau hanya keinginan semata. Mereka perlu memiliki kemampuan membedakan apa yang menjadi kebutuhan dan perlu dibeli dan mana yang tidak.

Mengetahui mana yang penting dapat membantu anak mengatur uang dengan tidak menggunakannya pada hal-hal yang kurang mereka butuhkan saat itu. Daripada membelinya, lebih baik menyimpan uang tersebut untuk kebutuhan di masa mendatang. 

4. Ubahlah sifat boros menjadi pelajaran berharga

4. Ubahlah sifat boros menjadi pelajaran berharga
Freepik/Drobotdean\

Mama dan Papa sesungguhnya tidak dapat mengontrol semua pengeluaran uang anak remaja. Memang seringkali anak bersikap boros dalam menggunakan uangnya, dan di sinilah kamu perlu menyeimbangi kebebasan mereka dengan batasan dan pelajaran yang dapat kamu petik. 

Melansir dari parents.com, Jen Hemphill, seorang host dari podcast Her Dinero Matters mengatakan bahwa lebih baik anak remaja belajar mengenai finansial di usianya agar mereka dapat memahami dan menggunakannya ketika dewasa kelak, bahkan jika motivasi mereka saat ini berjangka pendek dan berpusat pada kepuasan sementara. 

Jen juga menyarankan bagi orangtua membiarkan anak-anak mengalami kegagalan mengatur keuangan ketika mereka masih berada dalam perlindunganmu. Jadi Mama dan Papa dapat memberitahu anak apa yang salah dan bersama mencari solusi yang tepat. 

Mama perlu menetapkan batasan uang yang anak remaja terima. Berikan anak sejumlah uang untuk kebutuhan hidup mereka (seperti membeli makanan di sekolah atau pakaian baru), dan sisanya dapat anak mama gunakan untuk apapun yang mereka sukai. 

Ketika anak remaja mama bersikap boros dengan mengeluarkan banyak uang untuk sesuatu yang tidak mereka butuhkan, hingga kehabisan uang untuk membeli hal yang penting. Di sanalah anak-anak dapat memetik pelajaran berharga dalam menggunakan uang. 

5. Ingatkan anak remaja untuk menyimpan uang

5. Ingatkan anak remaja menyimpan uang
Freepik/Alexander-safonov

Kesalahan yang sering anak lakukan dalam mengatur uang ialah kebiasaan menghabiskan uang yang diberikan tanpa menyimpan sedikit pun. 

Menyimpan uang atau menabung membantu anak memiliki uang lebih, bahkan ketika mereka tidak membutuhkannya. 

Menabung juga membantu anak untuk mempersiapkan hal-hal penting di masa depan, seperti membeli keperluan sekolah, main bersama teman, membeli hal-hal yang berhubungan dengan hobi, atau bahkan ha;-hal krusial di masa depan.

6. Ajak mereka untuk menghasilkan uang sendiri

6. Ajak mereka menghasilkan uang sendiri
Freepik/wirestock
Ilustrasi

Anak-anak remaja tentunya ingin mendapat kebebasan menggunakan uang tanpa perlu dibatasi kedua orangtua. Cara yang tepat bagi mereka bukanlah merengek meminta tambahan uang, tetapi mencoba mencari uang sendiri. 

Meskipun masih kecil, tidak ada halangan lho untuk anak remaja memulai mencari uang. Faktanya ada banyak hal yang dapat anak remaja mama lakukan untuk memperoleh uang sendiri. 

Dengan maraknya aplikasi jual-beli online saat ini, mudah sekali bagi anak remaja untuk menjual benda-benda lama yang sudah tidak terpakai ke toko online. Seperti menjual baju, mainan, atau sepatu lama mereka. Ini lebih baik daripada membiarkannya tersimpan tidak terpakai di gudang. 

Selain mencoba berjualan online, anak-anak juga dapat mencari lomba atau kompetisi sesuai kesukaan dan hobi mereka. Dari sini anak remaja mama dapat memperoleh uang ketika mereka berhasil meraih kemenangan. Selain menghasilkan uang, cara ini juga membantu mengasah kemampuan dan daya juang anak. 

Terakhir, anak remaja juga dapat membuat sesuatu dan mencoba menjualnya kepada orang terdekat, teman atau keluarga mereka. Seperti membuat kerajinan tangan yang lucu, membuat hiasan di rumah, atau juga membuat kue dan makanan yang sedang viral. 

Itulah beberapa tips dan cara yang bermanfaat bagi anak remaja agar lebih dapat menghargai uang dan terhindar dari sikap boros. Semoga berguna ya, Ma, 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.