Diduga Penculikan, 2 Anak Asal Depok Dibawa Kabur oleh Polisi Gadungan

Untungnya, salah satu korban sempat menelpon Mamanya sehingga bisa diketahui keberadaannya

15 Mei 2020

Diduga Penculikan, 2 Anak Asal Depok Dibawa Kabur oleh Polisi Gadungan
Pexels/Flora Westbrook

Dua bocah asal Depok, Jawa Barat diduga menjadi korban penculikan. Keduanya diketahui telah dijemput dan dibawa pergi oleh seorang pria yang belakangan diketahui ialah polisi gadungan. 

Hal ini pertama diketahui oleh sang Mama, Ina pada Kamis (14/5/2020) siang.

Anak sulungnya, A (13th), menelpon tengah dibawa kabur seseorang tak di kenal yang mengaku sebagai polisi. 

Padahal saat itu, A sedang pergi ke sekolah untuk mengantarkan rapor. Dalam pengakuannya, korban bersama satu orang temannya sedang dibawa pelaku menggunakan sepeda motor. 

Berikut kronologis lengkap yang telah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber. 

Editors' Picks

1. Minta pertolongan melalui media sosial

1. Minta pertolongan melalui media sosial
Pexels/Kaboompicscom

Setelah korban mengabari sang Mama melalui telpon, pelaku berinisial I kemudian menyita kedua handphone milik korban dan terus memacu laju motornya. 

Kemudian, AZ, selaku adik A melacak posisi A lewat aplikasi. Terakhir, posisi korban terlacak sedang berada di Jalan Ciputat Raya.

AZ pun berinisiatif meminta pertolongan. Melalui Facebook milik almarhum Papanya, AZ mencari bantuan untuk melacak penculik kakaknya. AZ juga mengirimkan lokasi terakhir kakaknya yang didapat dari aplikasi itu.

Ia menuliskan, “Ini A anaknya Pak L. Bang A diculik. No hpnya. 0812xxxx. Ini beneran. Ibu UU sudah pingsan. Bukan bercanda, ribet. Tolongin dong teman-teman Alm. L yang intel dan polisi. Tolong bantuin. Pliss ini urgent hubungi 08122xxx. Plis.” 

Tanggapan di Facebook beragam. Ada yang tak percaya alhmarhum mengunggah, ada yang menanyakan kondisi Ina, dan menyarankan untuk menghapus akun Facebook almarhum L.

“Azzam kangen ayah, ya? Tadi tante sampai kaget ngabari semua teman ayah kalau abang diculik. Jangan lagi becanda gitu ya, Sayang. Kalau kangen Ayah, kalian berdoa ya,” tulis salah satu rekan pada kolom komentar.

Rekan-rekan alhmarhum pun tak langsung percaya dengan unggahan tersebut. 

2. Dibawa kabur orang tak dikenal yang mengaku polisi

2. Dibawa kabur orang tak dikenal mengaku polisi
Pexels/Rosemary Ketchum

Awal mula dugaan penculikan ini terjadi saat korban bersama temannya sedang bermain di kawasan Taman Merdeka, Depok, Jawa Barat.

Selang beberapa lama, pelaku berinisial I mendatangi mereka seolah-olah merek melakukan kesalahan karena berkerumun di luar rumah pada masa PSBB.

Padahal, saat itu mereka hanya berdua. Kemudian, kedua anak dipaksa mengikutinya ke kantor polisi untuk karantina selama 2 minggu. Kedua anak ini pun diminta naik ke atas sepeda motor I.

Kemudian I mengaku dia akan mendatangi keluarga dan pihak RT/RW rumah korban. Namun, bukannya kembali ke rumah korban, pelaku justru menyampaikan akan membawa dua anak itu ke Jakarta Pusat.

3. Kedua korban penculikan selamat

3. Kedua korban penculikan selamat
Pexels/Juan Pablo Serrano

Polisi pun membenarkan peristiwa dugaan penculikan dengan modus polisi gadungan ini. Pelaku juga sudah berhasil diamankan.

Kedua korban dinyatakan selamat dan pada Kamis petang sudah bertemu dengan orangtua masing-masing.

Mengutip laman Kompas, Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama Iptu Dimas Arki Jatipratama mengungkapkan, penangkapan polisi gadungan yang membawa kabur dua anak itu berawal dari kecurigaan polisi.

Saat kabur menggunakan sepeda motor, I diberhentikan polisi karena berboncengan tiga dengan dua korban dan tidak memakai masker. 

"Jadi ketangkep di check point, nah ditanya, 'Kamu ngapain bertiga-tiga?'. Nah, ceritalah si kecil ini (korban) kan, ketahuanlah di situ," jelasnya.

Karena bertindak mencurigakan, I dibawa ke Mapolsek Kebayoran Lama untuk dimintai keterangan. Kemudian, kasus ini pun dilimpahkan ke Polres Metro Depok karena awal mula kejadian berada di wilayah Depok, Jawa Barat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.