Tangkal Efek Negatif Internet, Yuk Ajarkan Anak Literasi Digital

Penting agar anak bisa tetap aman di dunia maya

23 Juli 2020

Tangkal Efek Negatif Internet, Yuk Ajarkan Anak Literasi Digital
Unsplash/Volodymyr Hryshchenko

Dunia internet merupakan tempat yang bebas karena bisa diakses oleh siapa pun dan kapan pun. Tak terkecuali anak remaja Mama yang sudah mengerti teknologi. 

Tidak semua hal yang ada di internet bisa menimbulkan efek positif. Mengutip laman verywellfamily, sebuah fakta daei Norton Online Family Report menunjukkan, hampir 62% anak di seluruh dunia memiliki pengalaman negatif secara online.

Sebanyak 4 dari 10 pengalaman negatif yang dialami anak-anak di internet tersebut melibatkan sesuatu serius, seperti cyberbullying (perundungan) atau dihubungi oleh orang asing.

Penelitian lain menunjukkan 74% anak-anak yang memiliki akun media sosial telah mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, bahkan kejam.

Untuk itu, orangtua perlu tahu apa yang anak-anak hadapi di internet sehingga mereka menggunakan teknologi dengan aman. Mama dan Papa juga perlu memberikan literasi digital.

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan pengertian literasi digital dan mengapa literasi digital menjadi hal yang penting bagi remaja, Ma.

1. Literasi digital menjadi tanggung jawab orangtua

1. Literasi digital menjadi tanggung jawab orangtua
Unsplash/dole777

Literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan sehingga dapat memanfaatkannya secara sehat, bijak, dan cerdas. 

Dalam hal ini, Mama dan Papa bertanggungjawab memberikan literasi digital pada anak agar aktivitas online mereka tetap aman. 

Mengingat adanya beragam jenis kejahatan yang mungkin saja menimpa anak, seperti cyberbullying (perundungan), hatespeech (ujaran kebencian), hingga sexting (saling bertukar teks ataupun gambar yang berhubungan dengan aktivitas seksual). 

2. Mengapa literasi digital merupakan hal penting?

2. Mengapa literasi digital merupakan hal penting
Unsplash/Robin Worrall

Sebagian besar sekolah saat ini memiliki kebijakan untuk membawa perangkat elektronik (seperti smartphone atau laptop) sendiri. Jadi, kebutuhan akan literasi digital menjadi semakin penting, Ma.

Penggunaan teknologi tidak lagi terbatas pada rumah, tetapi dengan cepat berubah menjadi suatu kebutuhan.

Terlebih, anak-anak akan menggunakan teknologi, internet dan media sosial di tingkat pendidikan selanjutnya dan kemudian dalam perjalanan karier mereka.

Untuk itu, anak-anak harus melek secara digital. Berikut alasan literasi digital sangat penting bagi anak:

Editors' Picks

3. Membantu jejak digital anak lebih positif

3. Membantu jejak digital anak lebih positif
Unsplash/Josh Rose

Membuat jejak kaki secara digital sangatlah mudah. Setiap unggahan ke Instagram atau Twitter, dan setiap posting blog, anak-anak meninggalkan jejak digital.

Unggahan dalam bentuk tulisan, foto, maupun video tersebut mereka tinggalkan secara online dan dapat dengan mudah pula ditemukan oleh guru, sekolah, maupun perusahaan. 

Salah satu cara untuk memastikan anak meninggalkan jejak digital yang baik adalah dengan mengajari mereka cara menggunakan media sosial dan platform online. Jadi, literasi digital bisa membantu anak untuk menciptakan reputasi online yang positif.

4. Membantu anak untuk cermat saat menerima informasi

4. Membantu anak cermat saat menerima informasi
Unsplash/William Iven

Salah satu aspek terpenting dari literasi digital adalah kemampuan untuk membuat konten. Dengan kata lain, hal apa saja yang dibagikan dan siapa saja yang berinteraksi dengan anak-anak secara online?

Setiap artikel, foto, dan video yang mereka posting, bagikan, atau komentari bisa menggambarkan tentang diri mereka secara tidak langsung. Pastikan mereka mempelajari cara mengelola dan membuat konten.

Selain itu, anak-anak harus dapat membedakan antara konten berkualitas dan konten yang dipertanyakan kebenarannya.

Maka, penting untuk orangtua mengajarkan pentingnya memverifikasi informasi di internet sebelum mereka menganggap itu benar atau faktual. Hal ini sangat penting sebelum agar mereka terhindar dari informasi tidak benar (hoax) yang beredar di dunia maya. 

5. Mengetahui fungsi teknologi dan memanfaatkannya dengan bijak

5. Mengetahui fungsi teknologi memanfaatkan bijak
Unsplash/Annie Spratt

Saat anak-anak mendapatkan sebuah perangkat teknologi baru, bekerjasamalah dengan mereka untuk mempelajari semua seluk beluk perangkat.

Ajari anak-anak cara menggunakan teknologi dengan baik dan cara memanfaatkannya secara bijak bagi kehidupan.

Demgan mengetahui bagaimana cara mengeksplorasi teknologi dan bereksperimen dapat membuat anak lebih mudah untuk beradaptasi dengan teknologi berikutnya yang mungkin saja lebih canggih.

Anak pun akan menganggap teknologi menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dipelajari. Bukan sesuatu yang membuat frustasi karena termasuk hal baru atau masih asing.

6. Ajari anak tetap aman saat berada di dunia maya

6. Ajari anak tetap aman saat berada dunia maya
Unsplash/Jon Tyson

Setelah mengetahui pentingnya literasi digital bagi anak-anak. Mama perlu segera menerapkannya agar aktivitas buah hati tetap aman di dunia maya. 

Pastikan anak mengetahui hak mereka dan juga tahu cara menghormati hak orang lain secara online

Jika seseorang menindas mereka atau melecehkan mereka dengan cara tertentu, anak harus memberi tahu orang dewasa yang tepercaya.

Untuk itu, Mama perlu mengajari anak-anak dengan beberapa pedoman umum tentang cara menangani cyberbullying (perundungan) apabila mereka mengalaminya.

Anak juga harus memperlakukan orang lain dengan hormat secara online. Selain tidak melakukan cyberbullying, anak hak menghormati hak semua orang atas privasi.

Misalnya, tidak boleh berbagi informasi, foto, atau video tentang orang lain tanpa izin. Anak juga perlu menghargai pekerjaan yang dibagikan orang lain secara online.

Hal ini berarti tidak boleh mengunduh musik, video, kertas, buku, dan sebagainya tanpa. Selain itu, ajari anak untuk tidak meretas akun media sosial orang lain, menyamar sebagai orang lain secara online, atau mengirim spam.

Jelaskan juga peraturan dan kebijakan setiap media sosial, seperti Instagram dan Twitter yang hanya diperuntukkan bagi anak yang telah busia 13 tahun. Beri pengertian dan lakukan pengawasan setiap aktivitas onlinenya. 

7. Perilaku orangtua sebagai cerminan diri anak

7. Perilaku orangtua sebagai cerminan diri anak
Unsplash/Victoria Heath

Namun, sebelum mengajari anak literasi digital, sebaiknya Mama memiliki pengetahuan tentang teknologi, internet, dan media sosial yang tepat terlebih dahulu. 

Cobalah perhatikan baik-baik perilaku diri sendiri. Berapa banyak waktu yang Mama habiskan untuk online? Apakah pernah membuat komentar kasar secara online?

Pahami bahwa penggunaan teknologi Mama dapat memengaruhi perilaku anak-anak. Jika tidak ingin anak-anak mengikuti hal buruk, pastikan diri Mama juga mencontohkan hal yang baik. 

Patuhi juga peraturan yang telah orangtua dan anak-anak sepakati. Sebagaimana Mama ingin mereka menaati peraturan yang dibuat di rumah. 

Itulah beberapa informasi penting mengenai literasi digital yang perlu orangtua ketahui. Semoga Mama dan Papa bisa lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi bagi anak, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.