5 Tips Mengubah Kebiasaan Ngemil Remaja agar Lebih Sehat

Coba untuk menerapkannya secara perlahan ya, Ma

29 Maret 2021

5 Tips Mengubah Kebiasaan Ngemil Remaja agar Lebih Sehat
Pexels/Andrea Piacquadio

Anak remaja mama mungkin sangat menyukai camilan, kudapan yang dapat disantap di kala santai dan pada sela-sela jadwal makan utama. Kondisi tersebut merupakan suatu hal yang wajar, tetapi orangtua perlu memerhatikan apakah kebiasaan ngemil mereka sehat atau tidak. 

Hal ini karena camilan yang masuk ke dalam tubuh turut berpengaruh pada kesehatan. Jadi, perlu bagi Mama untuk menerapkan kebiasaan ngemil yang bergizi seimbang agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. 

Biasanya, camilan hadir dalam kemasan instan dengan kalori yang cukup tinggi. Selain itu, perasa dalam camilan berupa gula atau garamnya juga cenderung berlebihan sehingga bisa saja memicu adanya kelebihan berat badan hingga gangguan kesehatan lainnya. 

Mama pasti tidak ingin hal tersebut terjadi para remaja tersayang, bukan? Dalam mengatasinya, yuk simak beberapa tips ngemil sehat dari Popmama.com yang bisa diterapkan pada remaja. 

1. Jangan terlalu memaksa remaja

1. Jangan terlalu memaksa remaja
Pexels/Cotton Bro

Ketika Mama ingin mengarahkan remaja yang gemar ngemil untuk beralih ke makanan sehat, sebaiknya jangan terlalu mengekang mereka. Jadi, jangan langsung melarang atau memaksa remaja. 

Sebaliknya, ciptakanlah rasa nyaman dalam diri mereka dengan memperbolehkan ngemil. Namun, camilan yang dimakan haruslah makanan sehat dan porsinya tidak berlebih sehingga tetap aman bagi kesehatan.

Cobalah cara ini dengan perlahan, ya. Mulai dari memberi pengertian tentang camilan yang sehat beserta alasannya. Kemudian, arahkan remaja dalam memilih makanan. Misalnya, ajarkan mereka memilih camilan yang rendah kalori atau sediakanlah buah-buahan segar untuk ngemil, Ma. 

Editors' Picks

2. Bentuk kebiasaan ngemil yang baik

2. Bentuk kebiasaan ngemil baik
Pexels/Andrea Piacquadio

Cara lain yang dapat Mama lakukan, yaitu bentuklah kebiasaan ngemil remaja yang baik. Misalnya, mengajarkan remaja untuk berperan aktif dengan cara terlibat langsung dalam memilih jenis camilan yang sehat. 

Selain itu, arahkan remaja untuk fokus saat menyantap camilannya. Sebisa mungkin, hindari untuk ngemil sekaligus melakukan aktivitas lain, seperti menonton TV atau menggunakan gadget. Hal ini karena bisa menyebabkan remaja ngemil berlebihan secara tidak sadar. 

Ajarkan remaja untuk benar-benar menikmati camilan yang dikonsumsi. Dengan cara fokus pada rasa serta tekstur makanan. Lalu, kunyahlah camilan dengan perlahan agar lebih cepat kenyang dan jauh lebih puas. Jadi, remaja mama terhindar dari ngemil dalam porsi berlebihan dan mereka juga dapat menahan diri untuk ngemil di waktu lain yang sebenarnya tidak perlu. 

3. Perhatikan jenis makanan dan waktu konsumsinya

3. Perhatikan jenis makanan waktu konsumsinya
Pexels/Daria Shevtsosa

Ajarkan remaja untuk memerhatikan jenis makanan yang dipilih saat ngemil. Usahakan mereka menyantap camilan yang bergizi. Hindari camilan instan yang berkalori dan berlemak tinggi, serta jelaskan pula apa bahayanya agar remaja mama paham.

Selain itu, ajarkan remaja memilih waktu makanan dengan tepat. Aturlah jadwal makan utama dan waktu ngemil mereka. Misalnya, kesepakatan untuk mengonsumsi makanan berat sebanyak 3 kali dalam sehari dan hanya boleh ngemil makanan sehat saat pagi dan sore hari. 

4. Arahkan remaja untuk berolahraga

4. Arahkan remaja berolahraga
Pexels/Pixabay

Hal penting yang dapat berperan dalam kebiasaan ngemil sehat, ialah aktivitas fisik seimbang. Jadi, arahkan remaja untuk melakukan olahraga secara rutin, Ma. 

Olahraga yang dilakukan juga tidak harus berat, lho. Remaja dapat melakukan jogging atau bersepeda minimal selama 15-30 menit sehari. 

Selain dapat membakar kalori atau lemak berlebih yang jahat, olahraga rutin juga berdampak baik bagi tubuh. Remaja akan merasa lebih bugar dan sehat. 

5. Kelola stres untuk menghindari nafsu makan berlebih

5. Kelola stres menghindari nafsu makan berlebih
Pexels/Gustavo Fring

Perlu diketahui bahwa stres dapat memicu remaja untuk ngemil secara berlebihan, Ma. Hal ini karena ketika stres, tubuh akan mengeluarkan hormon bernama kortisol.

Hormon kortisol ini dapat meningkatkan nafsu makan dan bisa menyebabkan kebiasaan makan yang buruk. Jadi, sebaiknya Mama mengajarkan remaja untuk mengelola stres mereka dengan baik. 

Misalnya, dengan menghindari pemicu stres, mengarahkan remaja selalu berpikir positif, mengajarkan remaja bersikap terbuka, hargai setiap perasaan yang mereka utarakan, dan segera tanggapi agar lebih tenang.

Itulah 5 tips yang bisa orangtua terapkan dalam mengubah kebiasaan ngemil dan pola makan sehat bagi remaja. Semoga dapat bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.