Tiap manusia hidup dengan memiliki emosi yang berbeda-beda. Rasa sedih, kecewa dan juga gembira memang ada pemicunya, tetapi segala emosi yang dirasakan datangnya secara naluriah.
Merupakan hal yang sangat wajar bila anak punya antusiasme tinggi yang menimbulkan ekspresi bahagia dan kegembiraan yang membuncah. Khususnya pada anak usia TK. Mereka berlari ke sana-kemari dalam pesta, menjerit kegirangan tatkala mendapatkan hadiah dan sebagainya.
Tetapi, perilaku ini biasanya semakin berkurang saat anak menginjak usia sekolah dasar (sekitar usia 6-12 tahun). Ini dikarenakan semakin besar anak mulai belajar mengendalikan diri. Lalu, bagaiman a jika anak Mama masih belum bisa mengendalikan perasaan gembiranya atau overexciting meski ia sudah terbilang cukup besar untuk hal itu?
