Penyebab dan Cara Mengatasi Berat Badan Anak yang Susah Naik

Berat badan ideal harus disertai pertambahan tinggi badan yang optimal lho, Ma!

22 Juli 2021

Penyebab Cara Mengatasi Berat Badan Anak Susah Naik
Unsplash/Ben Wick

Setiap anak memiliki pertumbuhan yang berbeda-beda. Beberapa anak mungkin mengalami pertumbuhan yang cepat, namun ada juga yang mempunyai pertumbuhan lambat. Anak yang berusia 10-12 tahun biasanya memiliki pertumbuhan yang stabil. Begitu pula dengan perkembangan berat badannya yang akan berjalan perlahan.

Mungkin Mama merasa khawatir, karena berat badan si Kecil yang susah naik dan merasa si Kecil terlalu kurus. Tapi, yang perlu Mama ingat adalah berat badan ideal harus disertai dengan pertumbuhan tinggi badan yang optimal.

Pada anak usia 10-12 tahun, berat badan anak akan bertambah sekitar 3-3,5 kg per tahun. Sedangkan tinggi badannya akan bertambah sekitar 6 cm per tahun.

Memasuki usia 10 tahun, anak perempuan akan memiliki berat badan ideal rata-rata 33 kg dengan tinggi badan sekitar 137 cm. Pada usia 12 tahun, tinggi badannya akan naik secara signifikan menjadi 150 cm dan berat badannya akan bertambah menjadi 42 kg.

Sedangkan anak laki-laki rata-rata memiliki berat badan ideal 32 kg dengan tinggi badan 140 cm.

Saat memasuki usia 12 tahun, tinggi badannya menjadi 147 cm dan berat badannya akan naik menjadi 41 kg. Baru saat memasuki usia 14 tahun, tinggi badan anak laki-laki akan naik secara signifikan.

Menurut dr. Andreas Christian Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, Dokter Spesialis Anak dari  Mayapada Hospital Bogor BMC, menyebutkan ada beberapa alasan yang menyebabkan berat badan anak susah naik pada usia 10 tahun.

Antara lain adalah asupan gizi dan nutrisi yang kurang lengkap, pengeluaran energi terlalu banyak atau aktif berlebih, dan saluran pencernaan tidak lancar.

Nah, untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi berat badan anak yang susah naik, berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan dr. Andreas. Yuk kita simak, Ma!

Editors' Picks

1. Meningkatkan asupan gizi dan nutrisi anak

1. Meningkatkan asupan gizi nutrisi anak
Unsplash/Vitolda Klein

Mama perlu memperhatikan asupan gizi dan nutrisi anak. Beberapa komponen nutrisi yang penting untuk dipenuhi adalah protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hingga serat.

Selain untuk pertumbuhan berat dan tinggi badan, asupan gizi ini juga berperan dalam pembentukan otot tulang, pematangan seksual anak, hingga perkembangan otak.

Mama bisa memberikannya protein hewani seperti daging, telur, dan susu. Namun, apabila si Kecil mulai bosan, Mama bisa memberikannya protein nabati misalnya dari kacang-kacangan.

Selain itu, Mama juga harus memperhatikan asupan lain seperti gula, lemak, dan natrium. Apabila ketiga zat tersebut dikonsumsi secara berlebihan, dapat berdampak pada masalah kesehatan lain.

2. Jadwal makan yang teratur

2. Jadwal makan teratur
Unsplash/Providence Doucet

Selain mendorong anak untuk selalu makan makanan yang bergizi, Mama juga harus selalu memastikan si Kecil untuk makan secara teratur tiga kali sehari.

Mama juga perlu memberikannya makanan tambahan atau camilan sehat pada pagi hari dan sore hari, atau sebelum tidur.

Penting juga lho Ma, untuk mendorong anak memilih makanan yang tepat saat ia diluar rumah. Atau Mama juga bisa memberikannya bekal makanan sehat sebagai alternatif.  

3. Memberikan suplemen makanan

3. Memberikan suplemen makanan
Unsplash/Freestocks

Apabila anak memiliki kondisi kesehatan khusus, dan tumbuh kembanganya tidak berlangsung sebagaimana mestinya, Mama perlu memberikan suplemen makanan untuk memenuhi kebutuhan harian anak yang tidak ia dapatkan dari makanan utamanya.

Terdapat beberapa jenis vitamin yang dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan dan melengkapi nutrisi anak, antara lain:

  • Vitamin A, untuk mendukung proses tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
  • Vitamin B kompleks, membantu anak lebih berenergi dan meningkatkan nafsu makan.
  • Vitamin C, untuk membantu penyerapan zat besi dari makanan yang masuk ke tubuh.
  • Vitamin D, berfungsi meningkatkan penyerapan kalsium dan menjaga daya tahan tubuh.

Pemberian suplemen ini sebaiknya sesuai dengan rekomendasi dokter ya, Ma. Agar suplemen yang diberikan benar-benar bermanfaat untuk pertumbuhan anak. Apabila pemberian suplemen tidak tepat, justru akan mengganggu kesehatan anak.

Oleh karena itu, sebaiknya Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan suplemen makanan pada anak.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi berat badan anak yang susah naik pada usia 10 tahun. Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.