Saat anak beranjak remaja, perlahan tapi pasti terjadi perubahan dalam dirinya. Entah itu dalam hal fisik hingga perilakunya. Salah satu yang umum terjadi adalah lambat laun anak membangun privasinya, semakin asyik dengan dunia dan teman-temannya sendiri serta menganggap orangtua adalah orang dewasa yang menyebalkan karena hobi mengatur dirinya.
Perasaan-perasaan ini sangat wajar dirasakan oleh anak yang beranjak remaja. Semakin bertambah umur di fase remaja, 'benteng' yang dibangunnya semakin tinggi dan berjarak dengan orangtua. Anak pra-remaja hingga remaja ini menganggap dirinya sudah mampu dan tidak mau diperlakukan seperti anak kecil, padahal sebetulnya mental mereka belum sematang itu untuk dilepas sendirian.
Salah satu wujud dari 'benteng' yang dibangun anak jelang remaja adalah perilaku menjaga jarak dari orangtua. Anak remaja cenderung malas jika harus mengobrol dengan orangtua. Padahal, di masa-masa inilah orangtua perlu menggali lebih dalam perasaan anak yang masih labil, serta menanamkan pemahaman-pemahaman penting soal menjaga diri, tanggung jawab dan merancang masa depan.
Sedang berada dalam masalah ini? Berikut Popmama.com merangkum beberapa perubahan perilaku yang terjadi pada fase anak remaja, dilansir dari understood.org.
