Cara Komunikasi dengan Baik saat Cemas, Anak Perlu Pelajari Ini

Cara ini dapat dilakukan saat ingin berbicara di depan umum

28 November 2021

Cara Komunikasi Baik saat Cemas, Anak Perlu Pelajari Ini
Pexels/Suzy Hazelwood

Gangguan kecemasan merupakan sebuah perasaan gugup, cemas dan gelisah yang berlebihan dan tidak dapat dikendalikan pada saat berhadapan atau berada di dalam kondisi tertentu.

Gangguan kecemasan ini biasanya kerap terjadi pada orang dewasa, namun bukan berarti tidak dapat terjadi pada anak-anak khususnya remaja. Pada saat mengalami situasi dan kondisi seperti ini, tentunya tubuh harus dapat survive.

“Cara sederhana dalam meminimalisir kecemasan yaitu kita perlu memahami bahwa kecemasan hanya pikiran and tidak merepresentasikan kenyataan. Coba untuk fokus pada kehidupan saat ini, dan mencoba berdamai pada sesuatu hal yang tidak pasti. Hal terpenting adalah belajar menerima kenyataan, dan berhenti untuk membandingkan diri kita dengan orang lain” ujar Tara de Thouars selaku Psikolog Klinis dalam webinar 17 Tahun TALKINC berdiri, membantu Generasi Milenial dan Z Buka Imajinasi Tanpa Batas pada Kamis (25/11/2021)

Hal ini terjadi untuk menghindari adanya sebuah 'ancaman'. Maka tubuh akan memproses agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Salah satunya pada saat berkomunikasi.

Terkadang di saat ingin berkomunikasi terutama pada orang baru ataupun saat ingin melakukan public speaking sering kali seseorang mengalami kecemasan yang terlalu berlebihan.

Berikut ini Popmama.com sudah merangkum cara berkomunikasi yang baik saat dilanda kecemasan menurut Erwin Parengkuan selaku CEO dan Founder dari TALKINC.

1. Take a breath

1. Take a breath
Dok. TALKINC

Pada saat mengalami kecemasan, otak akan sulit memproses segala informasi dan akan membuat tubuh dan pikiran menjadi beku karena merasa bingung harus melakukan tindakan seperti apa.

Selain itu, pada saat ini terjadi sering kali munculnya pemikiran-pemikiran yang terlalu berlebihan. Sehingga membuat kita menjadi lebih sulit mengontrol dan semakin membuat tingkat kecemasan menjadi meningkat.

Untuk mengatasi hal tersebut, tentunya langkah pertama yang harus dilakukan adalah menarik nafas terlebih dahulu. Dengan menarik nafas tentunya akan mengalirkan oksigen menuju ke otak ke seluruh tubuh.

Hal ini karena otak pun dapat berpikir jernih dan tenang sehingga dapat membuat kita tahu dan dapat memutuskan untuk melakukan tindakan seperti apa.

Lakukanlah sebanyak tiga kali dan fokus pada pernapasan dan jangan memikirkan hal yang mengganggu terlebih dahulu saat mengambil nafas.

Editors' Picks

2. Memberikan senyum dari hati

2. Memberikan senyum dari hati
Pexels/Kat Smith

Langkah kedua yang dapat dilakukan adalah mulai belajar tersenyum dari hati. Secara sadar maupun tidak, dengan tersenyum sebenarnya dapat meningkatkan suasana hati menjadi lebih positif.

Dengan tersenyum secara tulus dan dari hati, akan membantu kita dalam mengeluarkan emosi-emosi serta membantu dalam mengeluarkan berbagai tekanan yang terdapat di dalam diri kita.

Tentunya hal ini sangat bermanfaat karena membantu mengurangi tingkat kecemasan, terutama pada saat ingin berkomunikasi.

3. Fokus pada role

3. Fokus role
Pexels/Porapak Apichodilo

Langkah selanjutnya adalah dapat berfokus pada role dan tujuan sebelumnya. Pikirkanlah apa tujuan kita ingin berkomunikasi, apa yang yang dicapai, dengan siapa berkomunikasi serta untuk apa pendapat tersebut harus di utarakan.

Dengan begitu, tentang akan membuat kita menjadi fokus pada satu tujuan yakni tujuan mengapa dilakukannya komunikasi tersebut. Ketika sudah merasa fokus tentunya akan membantu mengurangi adanya tingkat kecemasan yang dialami sebelumnya.

Selain itu, dengan fokus pada role kita juga akan meningkat level awareness yang ada di dalam diri. Hal ini tentunya membantu kita dalam mengetahui tugas kita selanjutnya harus melakukan apa.

4. Perhatikan benefit yang akan diberikan pada orang lain

4. Perhatikan benefit akan diberikan orang lain
Dok. TALKINC

Cara terakhir yang harus diperhatikan adalah manfaat yang ingin diberikan. Kita harus memikirkan, manfaat apa yang ingin diberikan, insight apa yang ingin diberikan pada lawan bicara. Selain itu, jangan pula berikan insight yang bersifat umum dan itu-itu saja.

Hal ini karena berarti akan membuat pemikiran bahwa kita sebelumnya tidak mencari referensi, tidak melakukan research terhadap pembicaraan pada audiens dan lawan bicara terlebih dahulu dan tidak memperhatikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan. 

Maka dari itu, ada baiknya untuk memperhatikan dan melakukan research terlebih dahulu sebelum berkomunikasi.

Nah, itulah cara yang dapat dilakukan dalam berkomunikasi saat dilanda perasaan cemas. Adanya empat langkah ini tentu akan membuat kita dapat melakukan self-reflection dan self-evaluation terhadap diri.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.