Ini Tips untuk Mama agar Bisa Mengatasi Konflik Anak dan Guru

Mama harus menjadi detektif, negosiator, dan hakim yang bisa menyelesaikan masalah mereka

25 Februari 2020

Ini Tips Mama agar Bisa Mengatasi Konflik Anak Guru
Pixabay/Jeftymatricio1

Apa yang dapat Mama lakukan ketika si Anak pulang dari sekolah dan mengeluh tentang gurunya? Apakah memang si Guru melakukan tindakan tidak menyenangkan kepada anak mama? Atau ini hanya sekadar salah paham saja? 

Hal yang paling penting untuk diingat adalah guru senantiasa dilatih untuk memiliki rasa peduli, berdedikasi tinggi, serta memiliki kemampuan menangani anak-anak. Meski demikian, masing-masing guru memiliki gayanya sendiri dalam mengajar di kelas, oleh karena itu anak-anak perlu belajar bagaimana beradaptasi dengan guru-guru tersebut.

Beberapa guru mungkin memiliki sifat yang ramah serta sabar, namun anak-anak juga perlu belajar dari beberapa guru yang memiliki sifat tegas dan berani memberi tantangan. 

Tetapi jika si Anak memberi tahu Mama bahwa ia disalahkan ataupun diperlakukan secara tidak adil oleh gurunya di sekolah, tentunya Mama harus menyelidiki perlakuan guru tersebut. 

Namun alangkah baiknya jika Mama menentukan sikap-sikap berikut, seperti yang telah Popmama.com rangkum:

1. Cari tahu permasalahan sebenarnya yang terjadi

1. Cari tahu permasalahan sebenar terjadi
Unsplash/Eye for Ebony

Si Anak mungkin benar-benar jujur atas apa yang ia ceritakan, tetapi itu tidak berarti ia menyampaikan keseluruhan cerita yang sebenarnya terjadi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan sebanyak mungkin keseluruhan cerita. Mama bisa menanyai si Anak tentang kronologi peristiwa sehingga guru menyalahkan atau menegur si Anak.

Penting sekali untuk mengajukan pertanyaan yang membuat si Anak memikirkan keseluruhan cerita yang terjadi, bukan hanya bagian ketika ia merasa disalahkan saja.

Selanjutnya, Mama perlu mendengarkan versi guru sebelum menentukan siapa yang salah. Temui guru si Anak dan ajukanlah pertanyaan yang bersifat tidak menuduh kepadanya.

Editors' Picks

2. Latihlah mental si Anak

2. Latihlah mental si Anak
Pexel/ErikSantos

Seperti halnya orangtua, guru juga merupakan manusia, tidak peduli seberapa lama pun ia sudah mendidik anak-anak dan seberapa sibuknya, ia juga memiliki masalah pribadi yang dapat menghabiskan tingkat kesabarannya.

Dengan demikian, Mama perlu mendorong si Anak untuk belajar cara menghadapi guru-guru yang kerap menyalahkannya dan situasi yang penuh tekanan secara positif.

Sehingga ia akan belajar bagaimana mengatasi tantangan dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun si Anak juga perlu mengetahui mengapa guru tersebut menyalahkannya agar ia bisa mengintropeksi diri menjadi lebih baik.

3. Libatkanlah orang lain

3. Libatkanlah orang lain
Unsplash/Amy Hirschi

Jika Mama memang merasa bahwa guru memperlakukan si Anak dengan tidak adil dan ia juga tidak menerima permintaan komunikasi yang diajukan, maka sudah sepatutnya Mama perlu melibatkan orang lain dengan pangkat yang lebih tinggi di sekolah.

Mulailah dengan mengirim email kepada kepala sekolah, yang berisi permintaan pertemuan untuk mengatasi masalah si Anak dan guru. Bantuan mediasi ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah antara anak dan guru. Ingat, jangan mendendam dan awasi kondisi anak setelah penyelesaian disepakati. 

Semoga masalah ini segera selesai ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.