Tak dapat dipungkiri bahwa belajar dapat menyebabkan stres dan tertekan, tak terkecuali David.
Ia aktif ikut kontes spelling bee (mengeja) dan geo bee (geografi) sejak kelas 5 SD.
Ia juga sibuk mengambil kelas mata kuliah selama musim panas. Hal tersebut ia lakukan sejak sebelum kelas 10. David sudah ambil 2 kelas kuliah dari University of Washington dan satu dari Johns Hopkins University.
Salah satu cara David untuk menghilangkan stres akibat kesibukannya yakni dengan bermain badminton.
Lelaki keturunan Surabaya ini biasanya habiskan waktu 5 jam untuk bermain di lapangan badminton. Tak hanya bermain, David pun mengikuti berbagai turnamen badminton.
"Walaupun saya main badminton lama setiap harinya, itu tetap seru buat saya. Jadi cara yang baik buat istirahat dari stres kehidupan akademik saya," tutur David.
David mengaku harus mengurangi kegiatan badmintonnya ketika ia masuk kuliah nanti. Namun, ia mengatakan masih tetap akan terus berlatih badminton.
Semoga kisah david dapat menginspirasi anak mama. Tak hanya itu, semoga Mama dan Papa juga dapat mengambil teladan dari kedua orangtua David yang tidak menekan anaknya dalam masalah pendidikan. Sebab, lebih baik dibimbing dan didampingi daripada menekan. Semangat!