Perhatikan Penyebab Broken Home dan Dampaknya pada Anak Remaja

Kehancuran keluarga bisa menyebabkan hal buruk pada anak

21 April 2021

Perhatikan Penyebab Broken Home Dampak Anak Remaja
yourteenmag.com

Istilah broken home sudah tak asing lagi untuk didengar. Banyak orang yang menganggap broken home adalah keadaan di mana oangtua bertengkar hebat hingga berakibat perceraian. Padahal broken home lebih luas dari itu.

Broken home adalah situasi atau keadaan rumah di mana sudah tidak ada lagi cinta, kasih sayang, dan kepedulian di dalamnya. 

Keadaan rumah runyam tersebut bisa bedampak buruk untuk anak, apalagi anak remaja yang sedang di masa pertumbuhan, perumahan hormon dan emosi, serta sudah paham akan situasi dan keadaan. 

Kali ini, Popmama.com membagikan infromasi lebih jauh mengenai penyebab broken home dan dampaknya untuk anak remaja. Simak yuk, Ma!

Penyebab Broken Home

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hancurnya keadaan sebuah rumah, seperti, perceraian orangtua, kematian salah satu orangtua, dan kesalahpahaman di antara anggota keluarga. 

1. Perceraian orangtua 

1. Perceraian orangtua 
iamexpat.nl

Ini adalah hal yang sering menjadi penyebab broken home. Hal-hal yang biasa menyebabkan perceraian antara lain, masalah keuangan, seksual, kesalahpahaman, pernikahan dini, kehamilan remaja, pendidikan, masalah kesehatan, dll.

Perceraian ini mungkin akan menyedihkan bagi orangtua, karena rasa cintanya tak bisa dipertahankan. Namun, kesedihan tersebut pun dirasakan oleh anak. Bahkan bukan hanya kesedihan, tetapi perceraian bisa juga mendatangkan kehancuran untuk anak. 

Saat orangtua berceria, salah satu dari mereka pasti meninggalkan rumah, bahkan situasi paling parah kedua-duanya meninggalkan rumah dan anak akan menjadi sendiri di rumah. 

2. Kematian 

2. Kematian 
psychiatryadvisor.com

Ditinggalkan salah satu orangtua pasti membuat seluruh anggota keluarga sedih, termasuk anak. Apalagi juka sudah ditinggal salah satunya, keluarga menjadi hancur, Kesedihan akan bertubi-tubi menghantam anak. 

Kematian jelas mengurangi kekuatan keluarga. Salah satu orangtua menjadi memiliki tanggung jawab ganda menjadi papa sekaligus mama.

Saat sudah menjadi orangtua tunggal, Mama atau Papa mungkin akan lebih sibuk karena menjalani peran ganda sehingga waktu untuk anak menjadi berkurang dan parahnya bisa menghilang. 

Situasi lainnya yang dapat menghancurkan keadaan keluarga akibat kematian yaitu saat orangtua yang ditinggalkan mencari pasangan baru sampai melupakan anak. 

Editors' Picks

3. Kesalahpahaman di antara anggota keluarga 

3. Kesalahpahaman antara anggota keluarga 
cafemom.com

Kesalahpahaman antar anggota keluarga juga bisa menjadi penyebab broken home. Alasannya mungkin berbeda satu sama lain.

Alasan yang paling umum biasanya adalah penyalahgunaan obat-obatan, minum alkohol, perilaku buruk, dan melakukan hal-hal memabukkan lainnya oleh ayah, anak laki-laki atau anggota lainnya.

Kemudian muncul kesalahpahaman, kehancuran dan kemarahan, yang pada akhirnya menyebabkan putusnya hubungan dirinya dengan keluarga.

Dampak Broken Home pada Anak 

Keluarga yang retak dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Bayi dan anak kecil kemungkinan mengalami sedikit efek negatif dari kerusakan rumah tangga tetapi anak yang lebih tua dan remaja mungkin mengalami beberapa masalah dalam fungsi sosial, emosional dan pendidikan mereka.

1. Emosi 

1. Emosi 
Pexels/Pixabay

Setelah perceraian, anak-anak dari usia prasekolah hingga remaja akhir dapat mengalami gangguan perkembangan emosi. 

"Anak-anak dari segala usia mungkin tampak bersedih atau tertekan, keadaan ini dapat berlangsung selama beberapa tahun setelah orangtua anak berpisah," ucap Dr. Lori Rappaport Ph.D., Psikolog. 

Selain itu, beberapa anak yang lebih tua mungkin menunjukkan sedikit reaksi emosional terhadap perceraian orangtua mereka dan memendam perasaan negatif mereka.

Keadaan seperti ini menyulitkan orangtua, guru, dan terapis untuk membantu anak memproses perasaannya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan.

2. Akademik 

2. Akademik 
Freepik

Jika kerusakan keluarga terjadi pada anak remaja, hal tersebut berdampak pada akademiknya. Sebab, usia remaja adalah masa di mana anak-anak mulai mempelajari banyak hal yang lebih serius serta sudah memiliki tanggung jawab atas pelajaran-pelajarannya. 

Tekanan emosional dari perceraian dapat menghambat kemajuan akademis anak.

Selain itu, perubahan gaya hidup dan ketidakstabilan keluarga yang hancur juga dapat berkontribusi pada pendidikan yang buruk untuk anak. 

Ketidakstabilan tersebut meliputi, faktor keuangan untuk biaya sekolah, faktor sumber daya manusia yang biasanya menemaninya belajar, dan rutinitas di rumah yang tidak konsisten. 

3. Sosial 

3. Sosial 
Freepik/Sewcream

Saat keluarga sudah hancur, anak-anak mungkin mengalami kecemasan dan sulit untuk percaya dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, kerusakan keluarga membuat anak menjadi bertindak agresif lalu melakukan perilaku penindasan.

Keadaan broken home memang membawa dampak yang buruk pada perkembangan anak. Itulah penyebab broken home dan dampaknya pada anak. Semoga keluarga Mama tetap utuh, ya! sehingga anak mama tak merasakan keadaan sulit. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.