16 Tips Agar Mama Tetap Dekat dengan Anak Perempuan Pra Remaja

Saat pra remaja anak sangat membutuhkan peran Mama sebagai pendampingnya, lho!

18 April 2021

16 Tips Agar Mama Tetap Dekat Anak Perempuan Pra Remaja
thehealthymommy.com

Apakah Mama sedang mengalami masa-masa bingung menentukan pola asuh yang tepat untuk anak perempuan mama yang memasuki usia remaja?

Memang sedikit membuat kaget melihat putri kecil yang dulu manis kini menjadi sedikit pemarah. 

Saat memasuki usia pra remaja, tepatnya usia 12 tahun, anak perempuan bisa menjadi anak yang pemurung, mendramatisir sesuatu secara berlebihan, egois, hanya fokus dengan teman, lebih tertutup, sering memasang muka masam, sering berbicara di belakang, dan suka merendahkan orangtua.

Namun, tentu saja mereka nantinya tetap bisa tumbuh menjadi anak yang baik, berpikir dewasa, penuh kasih sayang, dan menyenangkan. Akan tetapi, mungkin saat ini Mama memang harus ekstra kuat dan sabar menghadapi perubahan yang manantang dari aspek balita ke remaja. 

Di usia 12 tahun, anak perempuan akan dibanjiri perubahan hormon, sibuk menata ulang pola pikirnya, dan berusaha menemukan jati dirinya serta lingkungan yang cocok untuknya.

Sehingga terkadang ia mendahulukan dunianya daripada keluarga dan tugas sekolahnya.

Jika sudah seperti ini, tidak tahu anak masih membutuhkan figur Mama atau tidak. Sebab, ia sibuk menjadikan dirinya dewasa dan mandiri. 

Namun, jika Mama dapat menerima situasi tersebut dan menyesuaikan pola asuh, ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan Mama dengan si Anak sebelum ia memasuki usia remaja. 

Untuk melewati hari-hari sulit menghadapi anak perempuan usia 12 tahun, kali ini Popmama.com memberikan beberapa tips parenting yang dapat Mama terapkan pada anak perempuan pra remaja agar lebih menyenangkan.

1. Bersedia untuk berubah

1. Bersedia berubah
duna.cl

Mama tidak bisa terus-menerus menerapkan pola asuh yang sama seperti yang dilakukan saat si Anak masih kecil. Hal tersebut tidak efektif. Jika dia mulai tidak sabar dan marah, itu adalah sinyal untuk Mama agar menyesuaikan pola asuh dan lebih mendengarkannya. Situasi tersebut sama seperti ketika Mama sedang ingin si Anak mendengarkan apa yang mama ucapkan. Gimana rasanya jika apa yang Mama sampaikan tidak didengarkan dan dituruti oleh anak? Pastinya jengkel dan menyebalkan. Nah ini juga Ma yang dirasakan oleh anak, mereka ingin Mama lebih mendengarkannya. Jika suatu saat Mama ingin didengar, pasti anak mama pun akan menurutinya. 

2. Fokus pada hubungan, bukan pada disiplin

2. Fokus hubungan, bukan disiplin
freepik.com

Mama mungkin tidak akan dihormati oleh anak jika ia merasa tidak ada hubungan yang dekat dengan Mama. Mendisiplinkan anak yang bertujuan peduli dan dekat dengan anak akan membuatnya mendorong Mama untuk pergi jauh dari hidupnya. Padahal di usia tersebut, anak masih sangat membutuhkan sosok Mama dalam hidupnya. 

Temukan kesempatan agar tetap bisa terus berhubungan baik dengan anak, seperti peluk dia saat ingin pergi ke sekolah. Lalu sapa dia dengan senyuman saat ia pulang ke rumah dan kembali beri ia pelukan. 

Sempatkan waktu Mama untuk berbaring di tempat tidurnya dan berdiskusi bagaimana ia menjalani harinya. Waktu sebelum tidur adalah saat yang paling tepat untuk mengobrol karena mereka tidak terganggu oleh hal-hal lain dan bersedia untuk membuka hatinya. Dengan hal seperti ini mungkin Mama akan menemukan alasan mengapa anak pulang telat atau hal-hal lainnya. Jadi Mama tak perlu mendisiplinkannya.

3. Anak pra remaja biasanya menginginkan kebebasan

3. Anak pra remaja biasa menginginkan kebebasan
id.depositphotos.com

Sudah sewajarnya usia 12 tahun adalah waktu anak perempuan mama lebih menginginkan banyak kebebasan. Jika Mama bersikeras untuk mengontrol semua pilihannya, maka Mama akan membuat anak mama melakukan pemberontkan dan hal-hal buruk lainnya. 

Mama dapat memberinya kebebasan untuk mengambil keputusan. Mungkin suatu saat ada kalanya ia membuat keputusan yang salah. Begitulah cara manusia berlajar. 

Namun, tentu saja di usia 12 tahun anak bisa jadi belum siap untuk membuat segala keputusan dalam hidupnya. Mama bisa tetap menjalankan figur orangtua. Bantu anak mengambil keputusan dengan memberikan beberapa pertimbangan yang baik. Ingat, membantu mengambil keputusan bukan memutuskan segala hal untuk anak.

4. Buat jadwal untuk quality time bersama anak 

4. Buat jadwal quality time bersama anak 
Freepik

Sempatkan waktu untuk quality time bersama anak, setidaknya satu kali dalam seminggu. Mama bisa menghabiskan waktu untuk makan siang bersama atau berjalan-jalan bersama ketempat yang menyenangkan. 

Manfaatkan waktu quality time Mama untuk menjalin hubungan dengan anak mama. Lakukan beberapa percakapan untuk mengenal lebih jauh tentang anak mama saat ini.

Tetapi Mama tidak harus selalu melakukan percakapan yang mendalam. 

Hargai dan nikmati apa yang mereka utarakan, serta tak lupa untuk dengarkan, dengarkan, dengarkan. Jangan sampai malah Mama yang terlalu memberi banyak nasihat.

Semakin banyak memberi banyak nasihat maka anak mama akan merasa bahwa orangtuanya tidak percaya dengan kemampuannya untuk mencari tahu sendiri.

Lebih baik ajukan pertanyaan yang bagus dan berempati.

5. Tumbuhkan rasa empati dan cobalah untuk melihat sesuatu dari sudut pandang anak 

5. Tumbuhkan rasa empati cobalah melihat sesuatu dari sudut pandang anak 
siragainesville.com

Saat Mama mulai mendengarkan cerita si Anak, mungkin cerit sedih yang diutarakan tidak terasa seperti masalah besar dan menyedihkan untuk Mama, tetapi coba deh Mama lihat dari sudut pandang anak-anak. Bisa jadi baginya itu terasa seperti akhir dari dunia.

Misalnya anak perempuan mama merasa kram saat menstruasi atau kakinya terluka akibat terjatuh, dan ketika itu ia mendramatisir secara berlebih rasa sakit yang dialaminya, Mama dapat menunjukkan rasa empati terhadapnya.

Dia ingin Mama menciumnya dan membuatnya lebih baik, bahkan hal tersebut pun berlaku saat jika dia tidak yakin apa yang mengganggunya dan bagaimana mengungkapkan rasa sakitnya dalam kata-kata.

6. Mama harus menyadari bahwa anak perempuan 12 tahun biasanya menyimpan kecemasan tentang masa remaja

6. Mama harus menyadari bahwa anak perempuan 12 tahun biasa menyimpan kecemasan tentang masa remaja
Freepik/Lovelove56

Sebuah studi menemukan bahwa anak laki-laki berusia 12 tahun menantikan masa remajanya, seperti kekuatan, kekuasaan, kemandirian, dan prestise yang akan mereka kembangkan. 

Di sisi lain, anak perempuan 12 tahun takut akan menghadapi masa remaja, takut akan menstruasi, kerentanan baru mereka terhadap pria, dan tekanan untuk berpenampilan cantik dan menarik.

Kebanyakan anak-anak perempuan merasakan kecemasan tersebut namun tidak tahu bagaimana caranya untuk mengungkapkan.

Mama dapat mulai sadari kekhawatiran putri mama dan coba ajak ia berbicara. Mama juga dapat memberi solusi dari pandangan mama tentang hal-hal yang menjadi kekhawatirannya.

Setelah itu biar anak mama berpikir sendiri. Bisa jadi hal solusi dari Mama benar-benar dapat membantunya meminimalisir kecemasan yang dihadapi.

7. Pastikan anak tidur 9 jam setiap malam. Ini wajib! 

7. Pastikan anak tidur 9 jam setiap malam. Ini wajib 
Freepik

Penyebab utama kemurungan di kalangan anak yang memasuki usia remaja adalah kurangnya waktu tidur. Penelitian menunjukkan bahwa mereka membutuhkan waktu tidur minimal sembilan jam.

Jika anak mama tidak bangun dengan sendirinya (tanpa alarm dan panggilan bangun dari Mama), berarti meraka tidak tidur lebih awal untuk mendapatkan waktu istirehat yang cukup. 

Namun, diusia remaja adalah masa-masa yang sulit untuk tidur tepat waktu.

Kebanyakan anak pra remaja mulai merasa lebih sulit untuk tertidur di malam hari. Tetapi ketika anak-anak begadang, hormon stres mereka seperti kortisol muncul, yang membuat lebih sulit untuk tidur.

Masalahnya adalah kortisol tetap berada di dalam sistem dan membuatnya gelisah keesokan harinya. Itu juga berkontribusi pada depresi, kecemasan, dan penambahan berat badan. 

Dalam hal ini, Mama dapat membantu membuat anak lebih cepat tertidur. Mama dapat mengajak anak mama untuk melakukan latihan relaksasi atau Mama bisa mencoba melakukan yoga bersama anak. 

Selain itu, agar anak dapat tertidur tepat waktu, Mama dapat membantunya mengotrol menggunakan alat elektronik, seperti handphone, televisi, dan komputer.

Sebab, sebuah penelitian menjelaskan tidak mengontrol penggunaan layar telepon, komputer dan tv dalam satu atau dua jam sebelum tidur dapat menekan melatonin dan membuat manusia tetap terjaga. Maka secara alami akan tidur lebih lama.

Editors' Picks

8. Batasi penggunaan komputer dan handphone 

8. Batasi penggunaan komputer handphone 
yourteenmag.com

Ketika memasuki usia pra remaja, anak perempuan sudah kehilangan minat untuk permainan pura-pura seperti barbie dan permainan lainnya yang mengisi masa anak-anak mereka. Banyak dari mereka mulai menghabiskan lebih banyak waktu di komputer atau handphone dan terkadang dua hal tersebut dapat membuat kecanduan.  

Sebagai langkah pertama, Mama sebaiknya membatasi obrolan komputer hanya pada teman-teman yang ia kenal, dan pada jam-jam setelah pekerjaan rumah selesai.

Selain membatasi untuk mengobrol secara daring dengan teman-temannya, Mama juga harus membatasi anak dalam bermain game online. Produser game sangat cerdas dalam membuat permainan dan membuat anak yang bermain ketagihan secara fisik dan berpikir harus terus memainkannya. Di sini peran Mama sangat penting, Mama bisa mengatur waktu untuk anak-anak dalam bermain game.

9. Dukung bakat anak perempuan Mama

9. Dukung bakat anak perempuan Mama
kidadl.com

Dukung anak mama dalam bidang apapun yang benar-benar dapat ia lakukan dan ia minati. Tempat dimana anak mama merasa kompeten dalam bidang tersebut dan mendorong dirinya untuk belajar lebih jauh. 

Apakah passion anak mama menari? menyanyi? menulis? menggambar? atau merakit suatu barang? apapun pilihannya berikan dukungan penuh untuknya.

Perlu diperhatikan bahwa hal-hal yang dipilih adalah sesuatu yang benar-benar keinginannya sendiri bukan paksaan dari Mama ataupun Papa. 

10. Ajak anak mama berolahraga

10. Ajak anak mama berolahraga
stocksy.com/Gillian Van

Olahraga teratur memiliki manfaat luar biasa, mulai dari menggerakkan metabolisme, membantu menyeimbangkan hormon yang tidak teratur, hingga membantu agar mudah tertidur di malam hari. 

Ajak anak Mama untuk melakukan aktivitas fisik setiap hari, seperti bersepeda, lari di sekitar rumah, atau yoga. Akan tetapi, biasanya kalau Mama tidak memulainya terlebih dahulu untuk berolahraga, biasanya anak mama juga tidak akan berolahraga. Jadi, yuk olahraga juga Ma!

Anggap itu sebagai cara untuk tetap dekat dengan anak sekaligus menjadikan diri Mama lebih sehat.

11. Bicarakan tentang hubungan dan seks

11. Bicarakan tentang hubungan seks
medium.com

Di usia 12 tahun, putri mama haus akan informasi tentang cinta dan seks. Membicarakan tentang hubungan percintaan dan seks dengannya tak membuat ia melakukan hal tersebut, Ma.

Faktanyam penelitian menunjukkan bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Anak-anak yang tidak memiliki koneksi kuat dengan orangtua untuk belajar tetang sex akan mencari informasi tentang percintaan dan sex di tempat yang salah.  

12. Jangan mengambil tindakan sendiri atas apa yang ia kerjakan

12. Jangan mengambil tindakan sendiri atas apa ia kerjakan
goodtherapy.org

Anak perempuan di usia 12 tahun terkenal mulai bersikap seperti orangtua, "Kamu tidak mengerti!".

Cobalah untuk tidak merasa sakit hati karena ucapannya tersebut. Dia bukan kesal dengan Mama kok, ini tentang hormon dan emosinya saja yang kacau.

Dia mungkin sedang merasa ketakutan dan ketikamanan yang sangat besar, serta ingin menyelesaikan masalahnya sendiri agar terlihat mandiri. 

Jika sudah di situasi seperti ini, Mama bisa menahan diri, tarik nafas, dan diam dulu sejenak.

Jangan sampai emosi Mama terlepas, sebab itu akan membuat anak jauh dari Mama. 

13. Bersikaplah sopan, lakukanlah setenang mungkin yang bisa Mama lakukan

13. Bersikaplah sopan, lakukanlah setenang mungkin bisa Mama lakukan
amightygirl.com

Jangan bereaksi berlebihan saat anak meninggikan suaranya kepada Mama saat emosi atau histeris akan suatu hal.

Dia akan sangat senang dan berterima kasih jika Mama tidak ikut berteriak, walaupun ia belum bisa mengungkapkannya pada saat itu.

Hal ini bukan menyarankan agar Mama membiarkan anak-anak memperlakukan orangtua dengan tidak hromat.

Tetapi menyarankan agar Mama bertindak dengan penuh cinta dan terhubung dengan empati bukan kemarahan. 

Jika Mama merasa mulai terpancing emosi di saat situasi tersebut, jangan mengeluarkan kata-kata, tunggu sampai Mama bisa lebih tenang.

Saat sudah tenang, Mama bisa mulai berbicara kembali dengan langsung mengingatkannya, "Kita tidak berbicara seperti itu di rumah ini satu sama lain" kemudian pastikan untuk menambahkan, "Kamu pasti sangat kesal sampai berbicara seperti itu kepada Mama. Apa yang terjadi, sayang?"

Ingat, jika Mama tidak mencontohkan pengendalian diri yang baik, Mama tidak bisa mengharapkannya perilaku baik juga darinya, dan yang lebih buruk kemungkinan Mama akan tidak dihormati olehnya.

Jika Mama tetap tenang menghadapi putri mama yang sedang emosi dan berusaha memahami keadaan anak lebih dulu, anak mama akan menyelesaikan perasaan kesal lebih dekat dengan Mama dan dia akan cenderung tidak melakukan serangan seperti itu lagi di lain waktu.

14. Ingatlah bahwa anak-anak seusia ini memiliki perasaan yang kuat dan mereka membutuhkan bantuan untuk mengatasinya

14. Ingatlah bahwa anak-anak seusia ini memiliki perasaan kuat mereka membutuhkan bantuan mengatasinya
mygbhp.com

Jika Mama bisa tetap tenang dan mendengarkan apa yang terjadi di balik kekesalan anak, hal tersebut dapat digunakan sebagai kesempatan Mama untuk lebih dekat dengan si Anak.

Tetapi jika Mama ikut meninggikan suara dan minta dihormati saat anak mama kesal dan berteriak, hal tersebut akan membuat anak jauh dari Mama. 

Anak-anak yang berteriak tidak tahu apa yang harus dilakukan saat perasaan kacau menghampirinya. Jika Mama bisa berempati terhadap situasi tersebut dan mengingatkan mereka tentang siapa mereka sebenarnya, maka akan tercipta celah untuk Mama membantu mereka mengelola perasaan mereka. 

15. Jangan berhenti dekat secara fisik 

15. Jangan berhenti dekat secara fisik 
parentmap.com

Secara fisik, anak putri mama memang sudah tumbuh besar menjadi wanita, tetapi dia tetap gadis kecil dan masih membutuhkan kedekatan secara fisik dari Mama.

Jika Mama merasa tidak nyaman melakukan pelukan, coba bicarakan baik-baik dengan anak mama.

Tapi jangan sampai menahan sentuhan fisik yang dibutuhkan semua manusia. Jangan sampai anak mama mencari cinta di tempat lain. 

16. Tidak ada orangtua yang sempurna

16. Tidak ada orangtua sempurna
innerrainbowproject.com

Tidak ada orangtua yang sempurna. Dalam seminggu, mungkin setiap orangtua melakukan kesalahan dalam pola asuh terhadap anaknya jika mereka mulai berteriak.

Namun, Mama bisa mulai berkomitmen untuk tetap tenang daripada membuat situasi semakin panas. 

Mama harus mengatur emosi diri sendiri dahulu karena anak-anak belum memiliki kedewasaan untuk melakukan hal tersebut, Mereka mengandalkan Mama untuk bertindak dewasa sekaligus ingin belajar dari Mama bagaimana cara mengelola emosi. 

Sebaliknya, jika Mama marah ketiaka anak marah, mereka akan terluka, disalahpahami, dan merasa terasingkan. Lalu anak-anak pun akan terus berteriak kepada Mama dan mulai menjauh dari Mama. 

Emosi dan amarah yang sering muncul sehari-hari dan tak terhindarkan menjadi kesempatan untuk mengajari anak-anak begitu banyak pelajaran, seperti bagaimana memproses emosi mereka, bagaimana memperbaiki keretakan emosional, bagaimana memecahkan masalah, sehingga mereka dapat mempercayai Mama.

Yang terpenting, Mama bahkan mengakhiri interaksi yang sulit dengan hubungan yang lebih kuat.

Itulah 16 tips yang dapat Mama lakukan agar tetap dekat dengan anak-anak. Mengasuh anak adalah pekerjaan yang berat dan emosional, apalagi saat anak mulai memasuki usia pra remaja dan remaja.

Mungkin situasi ini akan membuat Mama merasa tidak adil karena harus banyak bersabar dan memahami anak, tetapi begitulah cara mengasuh. Semangat terus ya Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.