Urutan Proses Puber Anak Perempuan, Usia Berapa Menstruasi Pertama?

Jangan panik jika anak perempuan terlambat mendapat menstruasi pertamanya ya, Ma

23 Juni 2019

Urutan Proses Puber Anak Perempuan, Usia Berapa Menstruasi Pertama
Pexels.com

Time flies so fast ya, Ma. Tak terasa, tiba-tiba anak perempuan Mama sudah memasuki usia puber. Tak menunggu lama, di tahun ke-8 gadis kecil Mama bisa saja mulai menunjukkan perubahan drastis yang tentu saja Mama wajib tahu.

Untuk lebih detail tentang urutas proses puber anak perempuan, yuk Mama baca rangkuman dari Popmama.com berikut ini.

1. Payudara mulai tumbuh di usia 8 tahun

1. Payudara mulai tumbuh usia 8 tahun
Pexels.com

Jangan kaget kalau anak perempuan Mama sudah mengalami pertumbuhan payudara di usianya yang ke-8, karena memang pubertas pada anak perempuan bisa berawal di tahun tersebut. Atau jika memang belum waktunya, Mama bisa menunggu sampai usia mereka 13 tahun memasuki fase pertama ini.

Pertumbuhan payudara ini ditandai dengan berkembangnya kuncup payudara dan persiapan pertumbuhnan saluran air susu. Kemudian saat kuncup payudara mulai membesar, beberapa anak perempuan akan merasakan sakit atau tidak nyaman, seperti ada benjolan di bawah puting, dan gatal di bagian dada.

Nah, jika biasanya Mama hanya memberi kaos dalam sebelum memakaikan baju luar, di fase ini Mama bisa mulai mengajak si Anak memilih mini set, atau bra kecil sesuai ukurannya. Payudara yang mulai tumbuh juga butuh perlakuan khusus ka, Ma?

2. Tumbuh bulu ketiak dan rambut kemaluan

2. Tumbuh bulu ketiak rambut kemaluan
Pexels.com

Di sela proses puber ini, si Anak akan mendapati bulu-bulu halus mulai tumbuh di daerah ketiaknya. Tak berselang lama, tumbuh pula rambut kemaluan. Nah, di fase ini, Mama harus ekstra perhatian pada si Anak. Pasalnya, bau badan juga ikut menghantui nih, Ma.

Jangan segan untuk mengingatkan anak perempuan mama untuk selalu membersihkan kedua area tersebut saat mandi. Selain itu, pastikan juga si Anak mengganti baju dan celana dalam, setidaknya 2 kali dalam sehari. Hal ini untuk menghindari area vital jadi lembap.

Kebersihan alat vital ketika rambut kemaluan sudah mulai tumbuh sangatlah penting. Celana dalam harus terjaga tetap kering, agar tak tumbuh bakteri yang membahayakan. Selain itu, pakaian yang kering akan menghindarkan anak dari bau tak sedap.

Editors' Picks

3. Perubahan fisik

3. Perubahan fisik
Pexels.com

Dalam proses puber ini, tubuh anak perempuan juga mengalami perubahan menjadi lebih proposional, menuju tinggi badan yang ideal. Di fase ini, tinggi tubuh anak akan melesat cepat, dengan penambahan maksimal 9 cm per tahun, dengan total 20-25 cm sepanjang masa puber berlangsung.

Tidak hanya tinggi dan berat badan, bentuk jari kaki dan jari tangan anak perempuan juga akan mengalami perubahan di masa puber mereka. Dan satu lagi, pada umumnya anak perempuan akan lebih banyak memiliki lemak dibanding anak laki-laki.

4. Menstruasi pertama di usia 10 tahun

4. Menstruasi pertama usia 10 tahun
Pexels.com

Jadi kunci utama masa puber, menstruasi pertama pada anak terjadi dua tahun setelah payudara mulai tumbuh. Nah, jika anak Mama tumbuhn payudara di usia 8 tahun, maka kemungkinan mereka akan mendapat menstruasi pertama di usia 10 tahun. Usia ini wajar kok, Ma.

Kebanyakan anak perempuan memang mulai mendapat menstruasi pertama pada usia 12 tahun. Jika anak Mama belum kunjung mendapat menstruasi pertamanya setelah 14 tahun, Mama bisa coba konsultasikan dengan dokter atau spesialis endrokin.

5. Puncak masa puber

5. Puncak masa puber
Pexels.com

Meski merupakan fase utama dari masa puber anak perempuan, tapi menstruasi bukan merupakan puncaknya. Pada umumnya anak perempuan selesai mengalami masa puber pada usia 14 tahun. Selain perubahan fisik yang sudah dijabarkan di atas, pada masa puber ini anak perempuan Mama akan mulai mengalami mood swing.

Ada baiknya Mama sering mengajak ngobrol si Anak sejak sebelum masa puber mereka dimulai. Jangan menjadikan obrolan soal rambut kemaluan dan menstruasi jadi tabu antara Mama dan si Gadis.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!