7 Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut pada Anak Remaja

Bau mulut bisa memengaruhi kehidupan sosial dan psikis anak remaja lho, Ma

21 Oktober 2021

7 Penyakit Menyebabkan Bau Mulut Anak Remaja
Freepik/nakaridore

Bau mulut merupakan masalah umum yang dapat terjadi pada siapa saja. Perempuan, laki-laki, orangtua, anak-anak, bahkan remaja juga bisa mengalaminya.

Walaupun umum terjadi, bau mulut bisa menyebabkan kerugian bagi penderitanya. Apalagi pada anak remaja.

Anak remaja sedang di masa senang berteman dan membentuk kelompok. Jika ia memiliki bau mulut dan membuat teman-temannya tidak nyaman dengan hal itu, hubungan mereka bisa renggang.

Ia sendiri juga menjadi tidak percaya diri. Belum lagi jika menjadi bahan perbincangan teman-temannya, ini bisa membuatnya stres.

Oleh karena itu, bau mulut pada anak remaja perlu segera diatasi, Ma. Namun, Mama perlu tahu penyebab bau mulut anak remaja mama terlebih dahulu, ya.

Bau mulut pada anak remaja umumnya terjadi akibat kebersihan mulut yang kurang baik, dehidrasi, dan memakan makanan berbau tajam seperti bawang. Untuk mengatasinya, Mama bisa mengajarkan anak cara membersihkan mulut yang baik dan benar.

Namun, bau mulut pada anak remaja juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu lho, Ma. Perlu bantuan medis untuk mengatasi bau mulutnya jika begini.

Nah, apa saja ya penyakit yang bisa menyebabkan bau mulut pada anak remaja?

Yuk, simak 7 penyakit yang menyebabkan bau mulut pada anak remaja yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini, Ma.

1. Gingivitis

1. Gingivitis
Freepik/cookie_studio

Gingivitis atau radang gusi adalah penyakit radang pada gusi yang menyebabkan gusi bengkak akibat infeksi bakteri. Tanda anak mama mengalami penyakit gusi ini adalah adanya pembengkakan, kemerahan, atau pendarahan pada gusinya.

Penyakit ini dapat terjadi akibat kebersihan mulut yang kurang baik, Ma. Sisa makanan dan plak bakteri gigi bisa menumpuk di gigi dan lidah. Inilah yang menyebabkan karies dan penyakit periodontal seperti gingivitis.

Dilansir dari laman ncbi.nlm.nih.gov, peradangan jaringan gusi dan periodontal menciptakan sumber khas untuk bau mulut. Penyakit periodontal yang berkaitan dengan plak juga bisa meningkatkan keparahan bau mulut.

Gingivitis sebenarnya merupakan penyakit gusi yang paling ringan, tapi sering diabaikan. Padahal kalau tidak ditangani, tak hanya bau mulut, gingivitis bisa menyebabkan kondisi serius seperti gigi terlepas, lho.

2. Periodontitis

2. Periodontitis
Freepik/wayhomestudio

Periodontitis adalah infeksi gusi yang merusak gigi, jaringan lunak, dan tulang penyangga gigi. Dilansir dari laman ncbi.nlm.nih.gov, penyakit ini juga merupakan penyakit periodontal yang bisa terjadi akibat kebersihan mulut yang kurang baik, Ma.

Jika anak mama mengalami gingivitis, tapi tak diobati, radang gusinya bisa menjadi periodontitis, lho. Nah, penyakit inilah yang nantinya bisa membuat gigi anak mama terlepas jika tak kunjung disembuhkan.

Sebagai penyakit periodontal yang berkaitan dengan plak, periodontitis menciptakan bau mulut bagi penderitanya. Selain itu, beberapa tanda lain anak mama mengalami periodontitis adalah:

  • Nyeri saat mengunyah
  • Jarak antara satu gigi dan gigi lainnya terasa renggang
  • Gusi menyusut
  • Gusi terasa lunak jika dipegang
  • Keluar nanah dari batas gigi dan gusi
  • Gigi goyang atau terlepas

Editors' Picks

3. Sinusitis

3. Sinusitis
Freepik/jcomp

Dilansir dari laman ncbi.nlm.nih.gov, selain penyakit periodontal, masalah sistem pernapasan juga bisa menjadi penyebab bau mulut lho, Ma. Salah satunya adalah sinusitis.

Sinusitis adalah penyakit radang pada dinding sinus. Sinus yang sehat menghasilkan lendir untuk melembapkan rongga sinus dan hidung serta menyaring dan membersihkan bakteri atau partikel lain dalam udara yang dihirup.

Sinusitis bisa disebabkan oleh virus sehingga lendir yang dihasilkannya lebih banyak dan mengakibatkan hidung tersumbat. Kemudian, bakteri dapat berkembang di rongga sinus dan menyebabkan infeksi.

Nah, kalau anak mama mengalami sinusitis, ia bisa mengalami masalah bau mulut. Itu dikarenakan lendir yang tadinya menyumbat, lalu turun ke tenggorokan, sudah terpapar oleh bakteri.

Mama bisa mengetahui anak menderita sinusitis jika ia mengalami gejala:

  • Hidung tersumbat selama lebih dari 10 hari
  • Batuk dan pilek tidak kunjung sembuh
  • Ingus berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Daerah dahi dan pipi terasa nyeri
  • Terasa ada lendir yang tertelan
  • Demam
  • Mata dan hidung terlihat bengkak

4. Flu

4. Flu
Freepik/master1305

Mama pasti sudah tahu penyakit flu itu bagaimana. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang paru-paru, hidung, dan tenggorokan.

Flu bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Anak yang menderita flu biasanya akan mengalami demam, menggigil, batuk, pilek, nyeri otot, pusing, dan kelelahan.

Jika anak mama sedang sakit flu, Mama bisa merasakan bahwa mulutnya bau. Bagaimana bisa begitu, ya?

Dilansir dari laman foothillspediatricdentist.com, ketika saluran hidung anak tersumbat karena flu, anak mama akan bernapas lewat mulut. Nah, bernapas lewat mulut bisa membuat mulutnya menjadi kering sehingga ia tidak punya cukup air liur untuk membersihkan mulutnya dari bakteri.

Inilah yang membuat anak mengalami bau mulut ketika sakit flu, Ma.

5. Radang amandel

5. Radang amandel
Freepik

Radang amandel atau tonsilitis adalah radang pada dua bantalan jaringan berbentuk oval di belakang tenggorokan akibat infeksi virus atau infeksi bakteri. Biasanya, gejalanya meliputi demam, tenggorokan bengkak, kesulitan menelan, kedinginan, dan hidung tersumbat.

Dilansir dari laman foothillspediatricdentist.com, radang amandel juga bisa menyebabkan bau mulut pada anak lho, Ma. Alasannya sama seperti flu, yaitu anak cenderung bernapas lewat mulut ketika hidungnya tersumbat.

6. Alergi

6. Alergi
Freepik

Dilansir dari laman wearebitesize.com, alergi juga bisa menyebabkan anak mama mengalami bau mulut. Lebih tepatnya, bau mulut disebabkan oleh post nasal drip atau kondisi lendir mengalir dari hidung ke tenggorokan ketika alergi.

Pasalnya, lendir dan sekresi yang mengalir ke tenggorokan dan lidah tersebut merupakan sumber makanan bakteri. Aktivitas bakteri ini mengeluarkan gas yang berbau tidak sedap dan menyebabkan bau mulut.

7. GERD

7. GERD
Freepik

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau disebut juga asam lambung adalah penyakit pencernaan dikarenakan asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan.

Apakah anak mama pernah mengeluh sakit perut terutama pada bagian atas, merasa ada cairan yang naik ke atas lambung atau kerongkongan, nyeri panas di dada, dan muntah? Jika iya, bisa jadi ia menderita GERD, Ma.

Dilansir dari laman healthline.com, anak mama bisa mengalami bau mulut juga lho, ketika menderita GERD. Pasalnya, sfingter esofagus bagian bawahnya mengalami kelainan sehingga tetap terbuka ketika makanan sudah ditampung di lambung.

Kondisi ini membuat asam lambung atau makanan yang tidak tercerna bisa mengalir kembali ke kerongkongannya. Nah, refluks asam inilah yang menyebabkan bau mulut, Ma.

Itulah 7 penyakit yang menyebabkan bau mulut pada anak remaja, Ma. Jika anak mama mengalami bau mulut karena penyakit-penyakit seperti yang telah disebutkan di atas, lebih baik segera konsultasikan ke dokter.

Dengan begitu, penyakitnya teratasi, bau mulutnya pun menghilang. Anak mama jadi bisa bermain dengan leluasa lagi dengan teman-temannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.