Atas kejadian brutal ini, pelaku segera dibekuk oleh pihak kepolisian nasional Thailand.
Kolonel Polisi Noppadon Tiammetha, kepala kantor polisi Pathumwan di Bangkok, mengatakan kepada The Associated Press bahwa pelaku mempunyai lima dakwaan yang diajukan terhadapnya: pembunuhan berencana, percobaan pembunuhan, kepemilikan senjata api tanpa izin, membawa senjata api di tempat umum tanpa izin, dan menembak di depan umum tanpa izin.
Polisi menemukan bahwa pelaku menggunakan pistol kosong dan pistol plastik, kemudian menyesuaikannya dengan peluru asli sebelum menjalankan aksinya.
Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dan orangtua diharapkan agar dapat mengawasi perilaku dan tontonan anak yang sekiranya mengandung unsur kekerasan agar anak tidak mencontohnya, serta pentingnya peranan orangtua dalam kehidupan sehari-hari anak agar orangtua tahu apa yang sedang menjadi kegelisahan anak.
Baca juga: