Sungai Barito di Kalimantan Tengah saat ini menjadi perhatian setelah kondisi permukaan airnya menyusut hingga memperlihatkan hamparan dataran pasir yang luas.
Pemandangan tersebut terlihat di sekitar Jembatan Kalahien, Desa Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, dan videonya kemudian beredar di media sosial.
Fenomena ini terjadi ketika wilayah Kalimantan Tengah sedang menghadapi musim kemarau dengan curah hujan yang rendah.
BMKG mencatat sejumlah wilayah di Barito Selatan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam kategori panjang hingga sangat panjang, sementara puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Meski tampak seperti mengering, kondisi Sungai Barito ternyata tidak sepenuhnya kehilangan aliran air. Lantas, seperti apa fakta selengkapnya? Berikut Popmama.com telah rangkum faktanya.
