Jangan Dimarahi Saat Anak Tidak Naik Kelas, Begini Cara Menghadapinya

Ini yang perlu diterapkan ya, Ma!

17 Juni 2019

Jangan Dimarahi Saat Anak Tidak Naik Kelas, Begini Cara Menghadapinya
Freepik/jcomp

Anak tidak naik kelas terkadang bukan dikarenakan malas belajar, ada penyebab lain yang bisa memengaruhi proses pembelajarannya. Anak-anak yang tinggal kelas termasuk salah satu konsekuensi dari hasil perbuatan dan cara belajarnya yang kurang maksimal. Saat anak mama tidak naik kelas, perlu sekali melakukan pemeriksaan psikologis untuk mengetahui potensi kecerdasannya.

Dilansir dari Keep Kids Healthy, orangtua perlu menyadari bahwa anak-anak sekolah yang tidak kelas bisa disebabkan karena berbagai faktor, seperti: 

  • Standar sekolah yang terlalu tinggi. 
  • Penerapan cara belajar yang kurang tepat.
  • Permasalahan keluarga membuat anak tidak fokus belajar.  
  • Situasi di sekolah, kelas, teman atau guru yang kurang mendukung proses pembelajarannya. 
  • Tidak masuk terlalu lama karena sakit, sehingga seringkali tertinggal pelajaran. Persentase kehadirannya tidak memenuhi target. 

Ketika si Anak tidak naik kelas, penyesalan memang akan terjadi pada dirinya. Popmama.com kali akan membahas beberapa cara yang perlu dilakukan ketika anak mama tinggal kelas. 

Semoga informasi ini bisa membantu ya, Ma!

1. Tetap berpikir positif

1. Tetap berpikir positif
Freepik

Ingat Ma, kegagalan itu bukan akhir dari segalanya! 

Anak mama secara tidak langsung merasa malu saat mengetahui saat dirinya tertinggal kelas. Wajar memang karena banyak kondisi yang seolah-olah menekannya secara psikologis. 

Usahakan untuk tidak membuat si Anak stres akibat dirinya tinggal kelas apalagi sampai merasa terpojok. 

Saat dirinya merasa terpuruk sama mengurung di kamar, Mama perlu diskusi bersamanya. Ini bertujuan agar si Anak bisa tetap berpikir positif sekaligus intropeksi diri. 

Baca juga: Saatnya Bagi Rapor! Ini 5 Cara Menghadapi Nilai Anak yang Kurang Baik

Editors' Pick

2. Intens berdialog dengan guru

2. Intens berdialog guru
Unsplash/Mimi Thian

Baik pihak keluarga atau sekolah pasti ingin semua anak naik kelas. Tidak ada satu pihak pun yang ingin anak mama tertinggal kelas. 

Bila si Anak tidak naik kelas, perlu sekali mulai mencari tahu berbagai penyebabnya. Sebagai orangtua, Mama juga harus berdiskusi secara pribadi dengan wali kelas atau guru BP untuk mengetahui perkembangan belajar si Anak selama di sekolah. 

Cara seperti ini tentu sangat efektif dan sebaiknya dilakukan secara rutin ke depannya. Tujuan pertemuan secara berkala ini berguna agar perkembangan belajar anak mama bisa terus terpantau. 

Baca juga: Tak Hanya Kebutuhan, Sarapan Juga Meningkatkan Nilai Akademis Anak

3. Berusaha memotivasi semangat anak 

3. Berusaha memotivasi semangat anak 
Freepik

Anak mama yang tertinggal kelas pasti akan merasa kecewa, sedih bahkan marah kepada dirinya sendiri. Perasaan seperti ini wajar dirasakan karena si Anak akan ditinggal teman-teman dekatnya di tingkat yang berbeda. 

Sementara dirinya harus mengulang pelajaran dan berada di kelas yang sama. Untuk itu, Mama harus berusaha untuk membangkitkan motivasi serta rasa percaya diri si Anak. Berusahalah untuk berdialog dari hati ke hati. 

Melalui cara motivasi ini, si Anak akan belajar untuk menghargai kegagalannya sebagai sebuah proses kehidupan. 

Baca juga: Cara Menanamkan Nilai Toleransi Saat Mengasuh Anak

4. Memperbaiki cara belajar

4. Memperbaiki cara belajar
Freepik

Memperbaiki cara belajar anak bisa menjadi salah satu tahapan lain dalam mengatasi anak mama yang tidak naik kelas. 

Permasalahan ini terjadi karena terkadang banyak anak-anak yang belum memahami cara belajar secara tepat, sehingga potensinya belum dikeluarkan secara optimal. 

Mama perlu memperbaiki cara belajar untuk menunjang keberhasilannya secara akademis di sekolah. Salah satunya dengan memberikan les tambahan demi meningkatkan kualitas nilai dan membantu dalam mencari cara belajar yang tepat untuk si Anak. 

Dukungan dari pihak sekolah juga diperlukan di sini agar dapat memperbaiki hasil belajar anak mama di kemudian hari.

Baca juga: Sebelum Memilih Sekolah, Kenali 5 Jenis Kurikulum Preschool ini

5. Memerhatikan perkembangan belajar anak 

5. Memerhatikan perkembangan belajar anak 
Freepik/jcomp

Jika sebelumnya Mama masih kurang memerhatikan perkembangan belajar anak-anak di rumah. Mulai sekarang harus dipastikan kembali secara keseluruhan mulai dari cara belajar, nilai hingga tetap rutin berdiskusi dengan wali kelas atau guru BP di sekolahnya. 

Selain itu, saat berada di rumah perlu sekali meningkatkan kedisiplinan. 

Anggap saja ini sebagai konsekuensi karena dirinya sempat tidak naik kelas agar tidak kembali terulang, Mama perlu mengurangi waktu bermain, peningkatan waktu belajar hingga mulai melaksanakan program bimbingan belajar. Meskipun begitu perlu juga diimbangi dengan waktu-waktu yang membuat si Anak bahagia agar semuanya bisa sesuai porsi. 

Jika dirinya merasa keberatan, berikan penjelasan bahwa konsekuensi ini dapat membantunya dalam meraih hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya. 

Perlu diingat bahwa dukungan dari orang terdekat khususnya orangtua membantu si Anak dalam intropeksi diri serta meningkatkan kembali kemampuan belajarnya. 

Beberapa cara di atas perlu sekali diterapkan saat anak mama tidak naik kelas. Walau tidak mudah, ada baiknya untuk tetap berjuang demi masa depan si Anak. 

Yuk Ma, tetap motivasi dirinya untuk belajar lebih baik lagi! 

Baca juga: 7 Anak Artis Ini Tampil Menggemaskan di Sekolah, Intip Tipsnya!

The Latest