Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Ide DIY Dekorasi Ramadan Bersama Anak, Harus Coba di Rumah!
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI
  • DIY Ramadan jadi cara seru mempererat kebersamaan keluarga lewat membuat lampion kertas warna-warni bersama anak.

  • Dekorasi yang dibuat berupa lampion kertas yang dihias dengan gambar, stiker, dan warna-warni khas Ramadan.

  • Kegiatan ini membuat rumah lebih meriah sekaligus menciptakan momen Ramadan yang berkesan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menghias rumah saat Ramadan bisa menjadi momen hangat yang mempererat kebersamaan keluarga.

Lewat kegiatan DIY sederhana, Mama dan anak tidak hanya mempercantik rumah, tetapi juga menciptakan kenangan manis penuh kreativitas dan makna di bulan suci.

Berikut Popmama.com rangkum 7 ide DIY dekorasi Ramadan bersama anak yang bisa Mama coba di rumah!

1. Lampion kertas warna-warni

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Lampion ini klasik, mudah dibuat, dan memberikan efek visual di sudut ruangan atau digantung di jendela.

Bahan-bahan:

  • Kertas konstruksi atau kertas asturo warna-warni.

  • Gunting (pastikan pakai gunting khusus anak jika mereka yang memotong).

  • Lem kertas atau double tape.

  • Stapler.

  • Spidol, stiker, atau glitter untuk hiasan.

  • Tali kasur atau pita untuk menggantung.

Cara membuat:

  • Ambil selembar kertas persegi panjang, lipat dua secara memanjang. Biarkan anak menghias sisi luar kertas dengan gambar bulan bintang atau stiker.

  • Di sisi yang terlipat, gunting garis lurus sejajar menuju arah pinggiran kertas (jangan sampai putus. Berhenti sekitar 2 cm sebelum pinggir).

  • Buka lipatan kertas, lalu gulung hingga membentuk tabung. Rekatkan kedua ujungnya menggunakan lem atau stapler.

  • Potong satu strip kertas kecil, lalu tempelkan di bagian atas lampion sebagai pegangan atau tempat mengaitkan tali.

  • Tekan lampion sedikit ke bawah agar bagian tengah yang digunting tadi mekar keluar.

2. Kalender hitung mundur Ramadan

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Setiap hari, anak bisa "merobek" atau "mengambil" satu angka untuk menandai berjalannya hari.

Bahan-bahan:

  • Kertas karton tebal (sebagai dasar).

  • 30 lembar kertas warna-warni ukuran kecil (misal: kertas sticky notes atau potong kertas asturo jadi persegi kecil 5x5 cm).

  • Spidol warna-warni atau spidol emas/perak.

  • Lem kertas atau double tape.

  • Tali rami atau pita.

  • Hiasan tambahan (stiker bintang, glitter, atau potongan gambar masjid).

  • Gunting.

Cara membuat:

  • Potong kertas karton tebal sesuai ukuran yang diinginkan (bisa persegi panjang besar atau bentuk kubah masjid). Hias bagian atasnya dengan tulisan "Menuju Lebaran" atau "Ramadan Countdown".

  • Di setiap lembar kertas warna-warni kecil (30 lembar), tuliskan angka 1 sampai 30 dengan spidol besar dan jelas.

  • Biarkan anak-anak menghias sekeliling angka dengan stiker bintang kecil atau gambar sederhana.

  • Tempelkan kertas-kertas angka tersebut ke papan karton dasar. Urutannya bisa rapi berbaris (misal 5x6 baris) atau dibuat acak agar seru. Tempel hanya bagian atas kertasnya saja agar bisa ditekuk atau disobek.

  • Lubangi bagian atas karton dasar, lalu pasang tali rami atau pita untuk menggantungnya di dinding.

  • Setiap hari setelah berbuka, mintalah anak untuk menyobek atau menekuk angka hari yang sudah lewat.

3. Banner "Ramadan Kareem"

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Banner ini bisa digantung di ruang tamu atau ruang makan. Anak bisa belajar menulis huruf dan mewarnai setiap bidangnya.

Bahan-bahan:

  • Kertas manila atau karton (warna putih atau krem agar mudah diwarnai).

  • Spidol besar, krayon, atau cat air.

  • Gunting.

  • Tali rami atau pita panjang (sekitar 2 meter).

  • Penjepit kayu kecil (clothespins) atau lem.

  • Pelubang kertas (opsional).

Cara membuat:

  • Potong kertas menjadi bentuk segitiga sama kaki atau bentuk perisai (ujung bawah runcing). Butuh sekitar 13 potong (7 untuk "RAMADAN" dan 6 untuk "KAREEM").

  • Tuliskan satu huruf besar di setiap potongan kertas, bisa membantu membuat garis tepinya, dan biarkan anak-anak mewarnai bagian dalamnya.

  • Di sela-sela huruf, minta anak menggambar pola bunga, geometri, atau bulan sabit kecil supaya makin meriah.

  • Lubangi bagian atas kanan dan kiri setiap kertas, lalu masukkan tali ke dalamnya atau juga bisa dijepitkan setiap kertas ke tali menggunakan penjepit kayu kecil. Ini memberikan kesan rustic yang cantik.

  • Ikat ujung tali di paku dinding atau tempel dengan selotip dekoratif (washi tape).

4. Hiasan jendela bulan dan bintang suncatcher

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Suncatcher adalah hiasan yang menangkap cahaya matahari dan memantulkannya kembali dengan warna-warni yang cantik. Ini sangat cocok dipasang di jendela kamar anak atau ruang tamu.

Bahan-bahan:

  • Kertas karton hitam (untuk bingkai).

  • Kertas tisu berwarna-warni (merah, kuning, biru, hijau, dll).

  • Gunting.

  • Lem kertas atau stick glue.

  • Tali rami atau pita kecil untuk menggantung.

  • Washi tape (selotip dekoratif) untuk menempel di jendela (opsional).

Cara membuat:

  • Potong kertas karton hitam menjadi bentuk bulan sabit besar dan beberapa bentuk bintang (besar dan kecil). Pastikan memotong bagian tengahnya juga, sehingga hanya menyisakan bingkai hitam setebal 1-2 cm.

  • Potong kertas tisu berwarna-warni menjadi kotak-kotak kecil atau bentuk abstrak.

  • Balurkan lem di bagian belakang bingkai hitam. Mintalah anak-anak menempelkan potongan kertas tisu warna-warni secara acak hingga menutupi seluruh lubang bingkai. Kertas tisu boleh saling tumpih tindih untuk menciptakan warna baru.

  • Jika semua lubang sudah tertutup, potong sisa kertas tisu yang keluar dari bingkai hitam.

  • Lubangi bagian atas bingkai hitam, lalu pasang tali rami atau pita.

  • Gantung suncatcher di dekat jendela, atau gunakan washi tape untuk menempelkannya langsung ke kaca jendela agar cahaya matahari bisa menembusnya.

5. Alas piring Ramadan

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Dekorasi ini sangat personal karena setiap anggota keluarga bisa punya satu yang dibuat khusus oleh anak.

Bahan-bahan:

  • Kertas karton ukuran A3 atau kertas gambar tebal.

  • Spidol, krayon, atau cat air.

  • Plastik laminating dingin (atau lakban bening lebar) agar awet dan tahan air.

  • Gunting.

  • Stiker bintang dan bulan.

Cara membuat:

  • Siapkan kertas ukuran A3. Minta anak menggambar siluet masjid di satu sisi atau pola geometris di pinggirannya.

  • Tulis nama masing-masing anggota keluarga di tengah atau di sudut atas (misal: "Meja Ayah", "Meja Kakak").

  • Biarkan anak-anak berkreasi mewarnai seluruh permukaan kertas. Mereka bisa menggambar makanan favorit saat berbuka atau pemandangan malam penuh bintang.

  • Agar tidak rusak terkena tumpahan air atau makanan, lapisi kertas dengan plastik laminating. Jika tidak ada, bisa menutup seluruh permukaan depan dan belakang dengan lakban bening secara rapi.

  • Gunting pinggirannya agar rapi (bisa dibuat bergelombang atau lurus saja).

6. Gantungan langit-langit bulan sabit

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Dekorasi ini memberikan dimensi lebih pada ruangan.

Bahan-bahan:

  • Kertas karton tebal atau piring kertas bekas (warna kuning, emas, atau putih).

  • Benang kasur atau senar pancing.

  • Kapas atau dakron (untuk isi di dalam agar menggembung).

  • Lem tembak atau stapler.

  • Cat warna, spidol, atau glitter.

  • Gunting.

Cara membuat:

  • Potong dua lembar kertas karton menjadi bentuk bulan sabit yang sama persis. Lakukan hal yang sama untuk beberapa pasang bintang kecil.

  • Biarkan anak-anak mewarnai atau menempelkan glitter pada kedua sisi luar bulan dan bintang tersebut.

  • Satukan dua lembar bulan sabit dengan lem atau stapler di sekeliling pinggirnya, tapi sisakan sedikit lubang. Masukkan sedikit kapas ke dalamnya agar memberikan efek 3D, lalu tutup lubangnya.

  • Lubangi bagian atas bulan dan bintang. Ikatkan benang dengan panjang yang berbeda-beda.

  • Bisa menggantungnya langsung di plafon, di bingkai pintu, atau di lampu gantung ruang tengah.

7. Pojok ibadah "Masjidku"

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Anak akan menyulap satu sudut ruangan menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk salat, mengaji, atau berdoa.

Bahan-bahan:

  • Sajadah kecil milik anak.

  • Kardus bekas ukuran besar (untuk membuat replika gerbang/kubah masjid sederhana).

  • Lampu hias atau lampu natal (fairy lights).

  • Bantal-bantal empuk.

  • Rak kecil atau keranjang untuk mukena/sarung dan Al-Qur'an/Iqra.

  • Cat atau kertas kado untuk menghias kardus.

Cara membuat:

  • Potong kardus bekas menjadi bentuk siluet kubah atau gerbang masjid. Biarkan anak-anak mengecat atau menempelkan kertas kado sesuai warna favorit mereka.

  • Letakkan sajadah di depan siluet gerbang tersebut. Tambahkan bantal-bantal empuk di sekitarnya agar anak betah berlama-lama mengaji atau berdzikir.

  • Lilitkan lampu hias di sekeliling siluet gerbang kardus. Cahaya yang hangat akan memberikan kesan tenang dan istimewa di malam hari.

  • Letakkan rak kecil di samping sajadah untuk menaruh buku doa, Iqra, dan perlengkapan salat agar rapi.

  • Pasang semua hasil karya DIY sebelumnya (lampion, banner, dan suncatcher) di area sekitar pojok ibadah ini untuk menyatukan semua dekorasinya.

Dengan dekorasi DIY yang mudah dan menyenangkan, suasana Ramadan di rumah jadi terasa lebih hidup.

Luangkan waktu bersama anak untuk berkreasi dan menjadikan setiap sudut rumah penuh semangat serta keceriaan Ramadan.

Jadi, Ma, dekorasi mana yang Mama dan anak mau coba?

Editorial Team