Jangan Dibiarkan, 13 Akibat Sering Telat Makan yang Perlu Remaja Tahu

Bisa memengaruhi kinerja otak anak lho, Ma!

28 Januari 2021

Jangan Dibiarkan, 13 Akibat Sering Telat Makan Perlu Remaja Tahu
Freepik

Makan adalah kegiatan pokok yang harus dilakukan setiap manusia setiap harinya. Umumnya setiap orang bisa tiga hingga empat kali makan dalam sehari, hal ini untuk meningkatkan energi, metabolisme tubuh, dan memasukkan vitamin atau mineral penting ke tubuh.

Namun, telat berangkat sekolah, deadline tugas, main game, atau asik menonton televisi membuat remaja seringkali melewatkan jam makan. Mulai dari tidak sarapan, suka telat makan siang, hingga akhirnya makan larut malam, bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada remaja.

Tak hanya berpengaruh pada sistem pencernaan saja, tetapi banyak organ tubuh lainnya yang akan terganggu. Kali ini Popmama.com akan membahas 13 dampak berbahaya sering telat makan yang perlu remaja ketahui. Jangan dibiarkan ya, Ma!

1. Tubuh jadi tak bersemangat karena metabolisme yang melambat

1. Tubuh jadi tak bersemangat karena metabolisme melambat
Freepik

Metabolisme tubuh berfungsi untuk membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh, dan mengubahnya menjadi energi. Proses pembakaran kalori ini selalu terjadi, bahkan ketika tubuh anak sedang istirahat. Proses metabolisme ini dapat terganggu jika anak sering telat makan.

Tingkat metabolisme tubuh ditunjang oleh asupan kalori, sehingga anak perlu mengonsumsi makanan dengan kalori yang cukup untuk menunjang proses pembakaran energi tersebut. Saat anak telat makan, tubuh menyesuaikan diri dengan “menghemat” asupan kalori yang diproses.

Nah, jika anak telat makan, secara otomatis metabolisme tubuh ikut melambat karena harus menyimpan kalori dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan anak merasa lemas dan tidak bertenaga, sehingga mengganggu aktivitas anak.

Sehingga, penting bagi remaja untuk selalu memastikan konsumsi kecukupan kalori harian untuk menunjang pembakaran kalori menjadi energi.

2. Muncul berbagai penyakit yang diakibatkan oleh iritasi usus

2. Muncul berbagai penyakit diakibatkan oleh iritasi usus
Freepik/freephoto

Anak yang suka telat makan berisiko mengalami iritasi usus. Hal ini disebabkan karena telat makan berpengaruh pada sistem pencernaan. Padahal, makan dengan teratur memiliki banyak manfaat untuk fisik serta pencernaannya.

Berbagai gejala kronis sistem pencernaan yang disebabkan telat makan seperti kram perut dan nyeri, sembelit atau diare, serta kembung. Penyakit ini bisa disebabkan karena adanya iritasi pada usus, yang disebabkan oleh pola makan dengan waktu yang tak teratur.

3. Tukak lambung atau peradangan pada lambung

3. Tukak lambung atau peradangan lambung
Freepik

Masih berkaitan dengan sistem pencernaan, tukak lambung atau peradangan pada lambung juga bisa terjadi jika anak sering telat makan. Hal ini ditandai dengan lambung yang terluka atau iritasi yang ditimbulkan oleh cairan pada mukosa lambung.

Gejalanya, anak bisa menglalami nyeri yang menyerang ulu hati yang biasanya dirasakan setelah makan. Selain itu, stres akibat melewatkan jam makan dan pola tidur yang salah juga berdampak meningkatkan beban asam duodenum atau usus 12 jari.

Sehingga menyebabkan berkembangnya atau memperburuk gejala penyakit tukak lambung.

4. Mood swing hingga menyebabkan stres

4. Mood swing hingga menyebabkan stres
Freepik/Fabrikasimf

Tak hanya menyerang dari segi kesehatan fisik, sering telat makan juga bisa berdampak pada perubahan emosi atau yang Mama lebih kenal dengan istilah mood swing. Anak bisa jadi lebih pemarah dan sensitif, jika dibiarkan terus menerus bisa menyebabkan stres.

Stres merupakan gejala yang menandakan anak sering telat makan. Tak berhenti sampai disini saja, karena stres bisa menyebabkan nyeri perut serta masalah kesehatan. Saat anak stres, baik fisik dan mental akan merespon dengan perlawanan alami.

Menurut Georgetown University Health Education Services, bentuk perlawanan alami tersebut bisa seperti sakit kepala, kecemasan, hingga mengalami kram perut.

5. Sakit kepala akibat kadar gula yang turun

5. Sakit kepala akibat kadar gula turun
Freepik

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sering telat makan bisa menyebabkan anak mengalami sakit kepala. Namun selain stres, sakit kepala juga bisa disebabkan karena kadar gula yang turun.

Pada gilirannya dapat membuat tubuh mengeluarkan hormon yang mempersempit arteri dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini menyebabkan anak mengalami sakit kepala, mudah lelah, hingga mual.

Editors' Picks

6. Turunnya produktivitas anak dan ngantuk saat belajar

6. Turun produktivitas anak ngantuk saat belajar
Freepik

Dampak buruk selanjutnya jika anak sering telat makan adalah tubuh yang mudah lelah. Gula darah yang rendah dapat memengaruhi memori, konsentrasi, dan juga kinerja fisik dan mental anak. Hal ini membuat anak lebih mudah mengalami kelelahan, lemah, letih, lesu, hingga sering murung.

Karena pasokan level glukosa yang rendah, membuat tubuh jadi kurang efisien dalam menjalankan fungsi normalnya. Kebiasaan ini juga dapat menurunkan tingkat produktivitas anak sekolah. Karena bisa menyebabkan anak ngantuk dan kelelahan pada saat jam pelajaran.

Sehingga, selalu ingatkan anak agar tidak melewati jam makan ya Ma, terutama di pagi hari. Agar anak bisa semangat dalam menjalankan aktivitasnya.

7. Tidak fokus belajar dan mudah lupa

7. Tidak fokus belajar mudah lupa
Freepik.com/photoroyalty

Kinerja otak sangat diperlukan untuk remaja yang masih dalam usia-usia sekolah. Telat makan bisa berdampak buruk pada kinerja otak, tanda-tanda yang bisa dirasakan adalah sering tidak fokus atau konsentrasi ketika belajar dan menyelesaikan suatu pekerjaan.

Kinerja kognitif dan memori yang berkurang juga menyebabkan anak mudah lupa, yang artinya juga bisa memengaruhi nilai akademik dan prestasi anak selama di sekolah. Wah, hal yang dianggap sepele seperti melewatkan jam makan ternyata bisa berdampak bagi masa depan anak lho!

8. Berat badan yang tidak stabil

8. Berat badan tidak stabil
Pixabay/mojzagrebinfo

Tubuh yang sehat adalah tubuh yang mendapatkan asupan nutrisi secar konsisten. Jika anak selalu melewatkan jam makan, maka berisiko menyebabkan anak kekurangan asupan. Tubuh juga bereaksi “kaget” karena asupan nutrisi yang berbeda dari biasanya.

Sebagian lemak yang dibakarpun menjadi lebih banyak, karena tidak ada makanan yang bisa dicerna dan diubah menjadi energi. Bukan hanya lemak saja lho yang dibakar, namun juga otot tubuh. Kehilangan otot tentu membuat tubuh anak menjadi lebih lemah.

Hampir seluruh nutrisi yang disimpan dengan baik dapat terkikis jika anak sering telat makan, yang menyebabkan anak semakin kurus. Tetapi, remaja mama sengaja melewatkan jam makan karena ingin diet dengan cara yang tidak tepat, bukannya turun, berat badan justru bisa naik.

Hal ini karena membuat anak ingin makan lebih banyak dan berlebihan pada jam-jam tertentu, misalnya malam hari. Pada akhirnya semua makanan tersebut diubah menjadi lemak yang meningkatkan berat badan.

9. Mengalami insomnia

9. Mengalami insomnia
Freepik/Khromkrathok

Kebiasaan telat makan dapat mengganggu jam istirahat tubuh, salah satunya adalah insomnia atau gangguan tidak bisa tidur yang terjadi di malam hari. Hal ini bisa disebabkan karena nyeri perut yang menganggu di malam hari dan membuat anak tidak bisa tidur.

Pola tidur yang buruk juga bisa berdampak pada kesehatan anak. Sehingga pastikan anak selalu makan sesuai jamnya. Walaupun rutinitas yang padat, sempatkan 5-10 menit untuk makan. Agar kinerja organ tubuh yang bekerja dengan baik.

10. Mudah terserang penyakit

10. Mudah terserang penyakit
Freepik/Alexander-safonov

Jika Mama melihat akibat-akibat telat makan seperti stres, pola tidur yang buruk, sakit kepala, dan berat badan yang tidak stabil, mudah membuat anak lelah, tentunya telat makan menyebabkan anak lebih mudah terserang penyakit.

Hal tersebut disebabkan akibat tubuh yang kekurangan nutrisi, sehingga daya tahan tubuh atau sistem imunnya yang ikut menurun. Salah satu penyakit yang sangat mudah menyerang anak adalah seperti flu, maag, dan bahkan berisiko terkena tipes.

Nah khusus remaja perempuan, sering telat makan bisa menyebabkan siklus menstruasi yang terganggu.

11. Sering kedinginan

11. Sering kedinginan
Freepik/User15145147

Jika anak sering merasa kedinginan, Mama bisa memerhatikan bagaimana pola makan anak. Jika sering melewatkan sarapan dan makan siang, anak bisa merasa kedinginan. Hal ini dikarenakan tubuh yang kekurangan asupan.

Sehingga membuat tubuh kekurangan bahan bakar untuk membuat suhu tubuh menjadi normal kembali.

12. Rambut rontok dan rusak

12. Rambut rontok rusak
Freepik/User20061941

Bagi anak remaja, khususnya anak perempuan, penampilan rambut salah satu penunjang kepercayaan dirinya. Sehingga tak jarang, banyak remaja yang melakukan perawatan serta penataan rambut agar mahkota kepalanya terlihat indah dan menawan.

Namun, rambut yang sehat dan tebal, juga tergantung dari apa yang dikonsumsi anak. Jika nutrisinya sudah cukup, maka rambut yang indah, sehat, dan tebal pasti mudah didapatkan. Akan tetapi jika anak jarang makan, nutrisi di tubuhnnya pun tidak tercukupi dengan baik.

Hal ini bisa menyebabkan rambut mudah rontok hingga rusak. Kurangnya nutrisi yang diserap oleh tubuh, membuat akar rambut tidak subur dan lebih mudah rontok.

13. Lebih sering merasa lapar

13. Lebih sering merasa lapar
Freepik

Bukan hal yang mengejutkan lagi menunda makan menyebabkan anak lebih sering merasa lapar. Hal ini disebabkan karena jumlah hormon ghrelin dan leptin yang menjadi berantakan, dan menyebabkan anak terus merasa lapar.

Jika sudah terlalu lapar maka bisa berpengaruh pada wajah dan badannya. Yaitu anak terlihat lebih pucat dan lemas. Beda halnya jika anak tidak melewatkan jam makannya. Hormon akan tetap terjaga dengan kondisi yang baik.

Anak yang mengonsumsi makanan tepat waktu, dan ditambah dengan asupan yang bernutrisi, membuat wajah lebih segar dan badan yang lebih bugar.

Nah itulah 13 akibat jika anak remaja sering melewatkan jam makannya. Melihat dampak-dampaknya di atas, tentunya Mama tidak boleh membiarkan anak lupa makan ya. Selain berdampak pada fisik dan emosi, juga bisa berdampak pada kinerja anak disekolah yang menentukan masa depannya lho!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.