5 Alasan Remaja Perlu Memiliki Standar Hidupnya Sendiri

Anak akan jauh lebih bahagia tanpa rasa iri dan minder

29 Maret 2021

5 Alasan Remaja Perlu Memiliki Standar Hidup Sendiri
Freepik/ansiia

Tanpa disadari, banyak orang yang tidak memiliki standari hidup sendiri di dalam kehidupannya. Tak jarang mungkin anak mama menggunakan standar hidup orang lain atau idolanya dalam kehidupan anak, yang seringkali tidak sesuai dengan keadaannya.

Ketidakpahaman atau keacuhan remaja dengan standar hidupnya sendiri, bisa memicu rasa gelisah dan minder terus menerus yang meresahkan.

Hal ini tentunya tidak bisa disepelekan ya Ma, karena standar hidup yang dibuat diri sendiri dapat menimbulkan perasaan bahagia dengan sederhana.

Selain itu, Popmama.com telah menyiapkan lima alasan lainnya mengapa remaja perlu memiliki standar hidup sendiri. Baca terus dibawah ini ya, Ma!

1. Punya standar hidup sendiri membuat anak semakin sadar akan arti mencintai diri sendiri

1. Pu standar hidup sendiri membuat anak semakin sadar akan arti mencintai diri sendiri
Freepik/Freepik

Ketika anak mama mengetahui standar hidupnya sendiri, ia menjadi tahu apa maunya, apa impiannya, kemana tujuan kedepannya. Hal ini tak jauh berbeda dengan mengenali diri sendiri.

Anak nantinya akan paham gimana caranya untuk memerlakukan diri sendiri dengan baik, dan apa definisi mencintai diri sendiri atau self-love yang sesungguhnya.

Ketika anak sudah paham siapa dirinya, bahagia akan menghampirinya dengan cara yang sederhana. Selain itu, memiliki standar hidup sendiri membuat anak memiliki tujuan yang jelas. Tujuan tersebut juga tidak mengedepankan gengsi, namun keinginan dan kepuasaan pada diri sendiri.

Editors' Picks

2. Mengurangi rasa iri dan minder

2. Mengurangi rasa iri minder
Freepik/Asier-relampagoestudio

Ketika anak menetapkan standar hidupnya sendiri, ia tidak perlu bergelut dengan rasa iri dan minder yang seringkali merusak suasana hati dan mentalnya.

Standar hidup sendiri membuat rasa iri, minder, dan gelisah perlahan sirna dari hidupnya, dan membuat anak tidak mau lagi membandingkan hidupnya dengan orang lain. Anak jadi paham betul bahwa setiap orang memiliki standar pencapaiannya masing-masing.

3. Anak berani tampil beda tanpa takut berlebihan terhadap pandangan orang lain

3. Anak berani tampil beda tanpa takut berlebihan terhadap pandangan orang lain
Freepik/Luis-molinero

Memiliki standar hidup sendiri membuat anak lebih percaya diri tampil beda dan berani di depan orang lain. Anak menganggap perbedaan menjadi sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Mama bisa menekankan pada anak bahwa keberagamanlah yang membuat bumi semakin indah dan berwarna.

Ketika teman seusia anak memiliki kehidupan yang lebih mewah, bukan berarti anak harus memaksakan dirinya untuk mengikuti jejak temannya tersebut. Dengan bantuan Mama, anak bisa menentukan jalan hidupnya, walaupun pada akhirnya segala keputusan ada ditangannya.

Memiliki standar kehidupan sendiri, membantu anak tidak mudah terbawa suasana atau terpengaruh oleh kehidupan orang lain.

4. Anak tidak akan kelelahan mengejar gengsi dan lebih fokus pada apa yang ia impikan

4. Anak tidak akan kelelahan mengejar gengsi lebih fokus apa ia impikan
Freepik/Karlyukav

Ketika anak mengikuti standar kehidupan orang lain, setiap hari hidupnya akan terasa seperti terbebani. Tuntutan gengsi dan ambisi memaksanya mengejar apa yang tidak benar-benar anak inginkan.

Bukannya merasa puas dan bahagia, saat hal yang dikejar berhasil didapatkan, anak justru tampak biasa saja, bukan mensyukurinya. Hal ini terjadi ketika anak mengejar standar kehidupan milik orang lain, bukan miliknya sendiri.

5. Anak bisa hidup atas pilihannya sendiri, bukan mengikuti orang lain

5. Anak bisa hidup atas pilihan sendiri, bukan mengikuti orang lain
Freepik

Memilik standar hidup sendiri dapat membuat anak jauh lebih bahagia dan bersyukur atas pilihannya sendiri. Tak banyak lho orang di dunia ini yang mampu memilih jalan hidupnya sendiri.

Bahkan tidak jarang seseorang yang merelakan keinginannya demi mengikuti keinginan orang lain, karena anak tidak paham apa yang inginkan sebenarnya. Mama dapat membantu anak mencoba tulis ulang apa yang kira-kira merupakan standar hidupnya.

Mama dapat membimbing anak untuk menemukan indikator kebahagiaannya sendiri, agar apapun yang anak lalukan tidak hanya sekadar menghabiskan energinya saja.

Nah Ma, itulah lima alasan mengapa anak harus punya standar hidup sendiri untuk menjalani hidup yang bahagia. Jika anak memiliki masalah, Mama bisa ingatkan anak bahwa Mama adalah orang kepercayaan anak yang akan ada terus disampingnya dan mendengarkan keluh kesahnya.

Mama dapat memberikan wawasan dan contoh yang tepat agar anak memiliki standar kehidupan yang sesuai dengan keadaannya, selebihnya biarkan anak menentukan standar hidupnya sendiri.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.