5 Cara Bijak Anak Menghadapi Orangtua yang Sedang Marah

Hadapi dengan kepala dingin dan jernih serta tak melawan balik

23 Juli 2020

5 Cara Bijak Anak Menghadapi Orangtua Sedang Marah
Freepik/peoplecreation

Setiap orangtua pasti pernah marah pada anak, bentuk kemarahan itu sebenarnya merupakan tanda sayang orangtua pada anaknya. Karena itu, haruslah seorang anak yang bijak dapat menghadapinya dengan cermat dan jangan terbawa emosi.

Sebab, Mama dapat marah karena ada sebabnya. Dalam menghadapi orangtua yang mudah marah, anak seringkali berada dalam posisi serba salah, perlu membela diri atau hanya pasrah mendengarkan apa yang dikatakan.

Nah agar anak bijak dalam menyikapinya, Popmama.com akan membahas tentang 5 cara bijak anak dalam menghadapi orangtua yang marah. Untuk informasi selengkapnya yuk baca di bawah ini!

1. Pentingnya pikiran yang dingin dan jernih, serta tak perlu melawan balik orangtua

1. Penting pikiran dingin jernih, serta tak perlu melawan balik orangtua
Freepik/drobotdean

Sangat menghadapi orangtua yang sedang marah, anak diperlukan pikiran yang dingin dan jernih. Sebab, hal ini dapat menghindarkan anak dari situasi yang panas tersebut.

Anak tidak perlu berteriak atau melawan balik saat orangtua sedang marah, karena hal itu ibarat menyiramkan bensin ke dalam api. Jika melawan, solusi justruk tak akan tercapai, malah masalah yang akan semakin membesar.

Akan lebih baik untuk menerima dulu perkataan orangtua. Lalu, pikirkan kembali apa yang akan dikatakan. Keesokan harinya, anak bisa menjelaskan kembali pada orangtua dan membicarakannya dengan baik-baik.

2. Mendengarkan uneg-uneg orangtua terlebih dahulu

2. Mendengarkan uneg-uneg orangtua terlebih dahulu
freepik

Saat orangtua sedang marah, maka dipastikan mereka sedang kalut secara emosi. Apalagi jika masalah dengan anak juga bertumpuk dengan masalah lainnya yang sedang mereka hadapi.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika anak untuk mendengarkan uneg-uneg orangtua terlebih dahulu. Mungkin mereka hanya ingin meminta bantuan agar anak lebih memahami mereka.

Simpan komentar hingga orangtua tidak mengeluarkan perkataan penuh emosi.

Editors' Picks

3. Tidak perlu mengungkit permasalahan yang tidak relevan

3. Tidak perlu mengungkit permasalahan tidak relevan
Freepik/bearfotos

Seperti yang dikatakan sebelumnya, belum tentu orangtua hanya menghadapi satu masalah, namun masalah yang bertumpuk. Karena itu, anak perlu menghindari untuk mengungkit permasalahan yang tidak relevan, karena itu justru akan menambah permasalahan semakin besar.

Cobalah selesaikan satu permasalahan terlebih dahulu hingga mencapai solusi yang adil bagi anak dan orangtua.

Kemudian hari saat kepala sudah mulai dingin dan suasana sudah membaik anak bisa membahas permasalahan satu persatu dengan membicarakannya baik-baik serta tak mengungkit permasalahan yang lalu-lalu.

4. Hindari untuk memperlihatkan masalah saat di situasi yang sedang ramai

4. Hindari memperlihatkan masalah saat situasi sedang ramai
Freepik/Wavebreakmedia

Saat memiliki konflik dengan orangtua penting bagi anak untuk tetap menjaga sikap, hindari untuk memancing emosi orangtua, atau mengungkit masalah saat berada di tempat keramaian atau saat berkumpul dengan anggota keluarga lainnya.

Hindari mengeluarkan kata-kata yang memojokkan satu sama lain. Selain untuk menjaga privasi keluarga, penting juga untuk tidak memperlihatkan konflik dihadapan orang lain. Karena kita tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh orang lain, bukan?

Sehingga lebih baik untuk saling menjaga sikap dan menyelesaikan saat orangtua dan anak memiliki waktu luang untuk berbincang di rumah.

5. Keluarkan pendapat dengan kata dan nada yang sopan dengan menatap mata orangtua

5. Keluarkan pendapat kata nada sopan menatap mata orangtua
Freepik

Berapapun usianya, anak akan tetap dianggap sebagai anak kecil yang tidak tahu apa-apa oleh orangtua. Namun, bukan berarti membuat anak bebas bersikap kekanak-kanakan, apalagi dalam hal berkomunikasi.

Saat orangtua marah, anak harus mampu berkomunikasi secara sehat dan tidak terbawa emosi. Jangan pernah meniru orangtua yang sedang marah, misal seperti membalas perkataan yang tak sopan, karena itu hanya membuat mereka makin kesal.

Perhatikan kondisi bila sudah reda, kemudian anak baru dapat mengeluarkan pendapat namun juga dengan kata dan nada yang sopan. Cobalah untuk tatap mata orangtua dan jangan memandang kearah lain. Sebab, berbicara dengan tatapan mata akan membuat anak terlihat lebih jujur dan tulus

Selain itu, sampaikan juga permasalahan dan solusi melalui sudut pandang anak dengan cara yang tepat.

6. Pergi sejenak untuk menghirup udara segar agar membuat pikiran jadi lebih tenang

6. Pergi sejenak menghirup udara segar agar membuat pikiran jadi lebih tenang
Freepik/travnikovstudio

Pergi untuk berjalan-jalan sementara juga menjadi salah satu cara efektif untuk menghadapi orangtua yang sedang marah. Misalnya, anak pergi sejenak seperti menghirup udara segar dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang.

Cobalah berjalan-jalan di lingkungan yang berbeda, mampu membuat tubuh menjadi lebih rileks. Isi pikiran dengan pikiran-pikiran positif selama berelaksasi.

Selain itu, jauhkan juga pikiran dari prasangka yang belum tentu benar adanya. Mengingat kembali kenangan bersama orangtua juga bisa membuat hati anak menjadi lebih tenang.

7. Saat sudah tenang, diskusikan solusi yang terbaik dari hasil pemikiran bersama

7. Saat sudah tenang, diskusikan solusi terbaik dari hasil pemikiran bersama
Freepik

Saat pikiran sudah tenang dan mampu berbicara dari hati ke hati, maka cobalah gunakan momen ini untuk mencari solusi bersama. Tanyakan pada orangtua hal apa yang membuat mereka marah.

Kemudian, bicarakan dengan baik bersama mereka, ambil dampak positif dan negativenya, serta keputusan terbaik apa yang hendak diambil, bagi anak dan orangtua.

Sehingga dengan melakukan diskusi, anak dan orangtua akan menemukan solusi yang terbaik dari hasil pemikiran bersama.

Intinya, anak juga harus tetap sabar dalam menghadapi orangtua, sebab jika anak melawan maka solusi dari permasalahan akan semakin sulit didapat dan justru akan meregangkan ikatan antara anak dan orangtua, tidak mau kan hal itu terjadi?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.